Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Lamaran karan


__ADS_3

" ***Akira**!"


Akira menoleh, lalu mendekati karan yang tengah siap dengan pakaian formal miliknya atas dan bawah di selimut hawa elegan.


" Sudah siap?"


Karan mendekat dan mengulurkan tangannya ke arah akira, gadis itu menangapi uluran tangan karan mereka bergandengan ke panggung.


Para mata-mata bawahan karan sudah di sebarkan di setiap pojok untuk melindungi akira


Dengan tanpa segetahuan akira. Karan sudah menyiapkan banyak kejutan untuk nya


Tangan karan merangkul pingul akira menaiki panggung.


Karan mendekati kursi piano, sedangkan akira sudah siap dengan biola di tangan nya


Konser pun di mulai. Lantunan suara biola berpadu dengan piano beradu menghasilkan irama yang menyayat hati kini karan tersenyum melihat kencan mereka yang berjalan mulus


Irama biola pun berakhir saat karan memainkan lagu the end kini mereka saling berpandangan dalam diam.


Pok pok pok. .


Suara tepuk tangan begitu meriah.


" Woah akira sangat cantik!!" Angelica langsung memeluk shu.


" Angelica malu," tegur shu.


" Maaf..."


Baki memandang kebersamaan antara akira dan karan dengan uap yang mengepul kesal


Sunguh ingin sekali menyered akira dari pangung lalu memborlgol gadis itu batin baki geram.


Karan memberikan aba-aba muncul para anak perempuan cantik membawa buket bunga yang berjajar aku terharu,

__ADS_1


Tio mengepalkan tangannya ke arah akira


Jangan sampai akira menjadi bumerang bagi nino.


Sementara di atas panggung karan sudah diap dengan suprise nya, ia berjongkok lalu mengambil benda kecil dari balik jas nya membuka pelan aku membelatakan mata teryata itu adalah pasangan dari Angel best yang pernah di berikan baki, yaitu kalung angel beats yang merupakan harta turun temurun keluarga kerajaan . . Aku sejenak terdiam lalu karan menganbil tangan ku pelan membuat ku salting.


" Nona Lu maukah kamu menikah dengan ku?" Tanya karan serius.


" A-aku..."


Demikian kemesraan karan melamar akira memhuat baki meluap marah.


Angelica serta shu bergidik ngeri merasakan kemarahan dari anak bungsu mereka,


Baki memukul kursi penonton hingga remuk peyok menbuat Nino tersenyum mengejek seakan mengatakan kau bodoh.


Nino menatap akira sedangkan aku salah tingkah di satu sisi karan memang tipe yang ia inginkan tapi di sisi lain nino adalah yang terpenting baginya akhirnya akira melepaskan pegangan tangan karan lalu mundur beberapa langkah.


" Akira?"


" Maaf karan . . Tapi aku tak ingin menikah dengan mu!" Jelas akira singkat.


Akira melangkah ke arah tangga lalu menoleh" karna kamu keturunan borgia," ujar nya pelan namun bisa di dengar oleh karan.


Menuruni anak tangan akira tanpa segaja menginjak anak tangga yang salah, ia pun terpeleset lalu terjatuh ke lantai bergulir- guling di lantai.


" BUAKH!!"


Terpental ke lantai kini baki langsung panik, nino sediri langsung merangkul akira yang berdarah sangat banyak mngelap darah dengan gaun nya nino tak peduli lagi akan penampilan.


Baki memohon agar semua orang menyingkir membiarkan akira mendapatkan pasokan udara yang sesuai, baki langsung berjongkok lalu memeriksa detak nadi akira.


"Nyonya lu mohon menjauh dulu!"


" Tapi..!"

__ADS_1


"Kau ingin nyawa nya selamat kan?" Tanga baki penuh penekanan.


Nino menanguk untuk kali ini ia mempercayai baki, tio menghubungi ambulans setelah datang baki langsung membawa akira ke rumah sakit karna alat medis di skni tidak memadai salah selengkapnya saja nyawa akira bakalan melayang.


Rumah sakit.


Nino berlarian begitu cepat bahkan tio yang sorang pria kyda tak bisa menandingi kecepatan dari wanita oaruh baya di depan nya hampir saja nino menabrak beberapa suster dan enam dojter yang sedang bertugas namun tio hanya bisa memaklumi saja,


Nino menaiki anak tangga dengan ceoat karna liftnya sudah penuh oleh banyak orang


" Buset itu nyonya lu kan?" Tanga salah satu dokter.


Semua mengelem pelan barusaja ingin mnuruni anak tangga namun mereka kembali di kagetkan karna edatanga. Dari pnuda gagah yang kembali menerobos kerumunan. .


"Apa mereka sedang main kejar-kejaran?"


****


Setelah menaikinya anak yang hampir sepuluh menit akhirnya nino berhasil ke kamar akira, ruangan vip yang berada di sebelah kiri lorong dari lantai tiga.


" Aki . .aki . ." Di intip nya ruangan luas dari balik kaca, benar saja akira sadang terbaring karna khabisan darah untung daja esson berada di samping gadis itu mendonorkan darah nya.


" Nyonya lu ! Putri ku mengalami benturan keras di kepala kemungkinan akan mengalami koma beberapa saat silahky masuk namun janga membuat gaduh."


Perempuan itu menutup mulut lalu menangis, menerobos pintu ia langsung merangkul tubuh akira yang semakin mendingin.


Tio berada di luar menemani karan dan Angelica waspada jika akan ada hal baru yang mereky lakukan.


Nino mendekati ranjang akira di elus sayang rambut birunya, terlihat gaun putih yang kini banyak di nodaidarah karna belum semoat xi ganti... Akira terbaring lemah dengan suara jantung yang begitu pelan, perlahan wanita itu duduk di spinv tubuh gadis kecilnya lalu membisikan kata-kata doa agar akira cepat sadar.


" Ibu pertama bersabarlah!;"


" Esson kapan kau kembali?" Tanya nino tak suka akan beradaa. Putra nga.


" Saag aku tau bahwa akira mengalami kecelakaan,"

__ADS_1


" Selidiki siapa pelakunya!" Ujar nino tegas.


Esson berdiri dan menyambut jrum suntik di tangan nta" baiklah aku oermisi," walaupun masih ousing esson berjalan ke luar dengan memegang satu tangan yang sakit karan baru saja di amvil darahnha*.


__ADS_2