
*Seorang pelayan membawa nampan berisi air putih dan obat. Akira menagambil obat dan memakannya lalu membaringkan kembali Tubuh nya,
Setelah terlelap, tio keluar dari kamar akira
Dan beranjak menuju kamar tamu
Ia terlalu khawatir jadi untuk itu tio akan menginap di sini. .
Di halaman mashion lu terlihat seorang mencurigakan dengan memakai masker serta topi melihat ke lantai atas, pandangan tertuju pada sebuah jendela yang sedikit terbuka
Yang di pehuni manik-manik kristal berwarna merah.
“ Tuan apa anda yakin?"
“ Yakin, kau berjaga di sini!!"
“ Tapi tuan . .!!"
“ Pulanglah jika aku tak keluar selama setengah jam. . .!!" Printah nya santai.
Dengan memanjat pohon pertama kali
Dia berhasil memanjat sampai ke lantai dua,
Terlihat sebuah pita yang melambai-lambai dengan cepat ia menarik nya sebagai alat untuk nya naik ke atas balkon.
Tap
Lompatan mulus, ia membuka jendela pelan
Terlihat kamar yang begitu luas dan sangat indah
Di pehuni banyak boneka dan bunga mawar di sekeliling nya.
Teryata dia adalah baki, baki memasuki kamar
Melihat akira tengah berbaring di atas kasur
__ADS_1
Pemuda itu mendekati akira yang tengah tertidur . . Kenapa dia sangat manis jika tertidur?
Dia menyilabkan selimut akira, tadinya ingin menculik gadis itu namun niat nya ia urungkan saat tanpa segaja menyentuh tubuh gadis itu dingin bercampur panas,
“ Akira kau sakit?" Baki mengosokan tangan nya dengan tangan akira.
Akira sedikit terganggu lalu mulai mengejabkan matanya, ia melihat sosok baki tengah berada di sisi ranjangnya akira ingin bertriak namun baki dengan sigap membungkam mulut akira.
“ Shhhhh diamlah!!"
Akira terbatuk-batuk, baki melepaskan bungkamnya . . Akira beranjak dari kasur namun kakinya terlalu lemah untuk menopang tubuhnya ia jatuh terduduk.
“ Akira!!" Baki panik saat akira pingsan.
Baki mencoba memindahkan Akira dengan cara mengendong nya.
Mama . . Hiks . . Kenapa Mama meningalkan aki
Mama . . Aku putri mu . .
Jiwa manja akira mencuat tinggi, dia merindukan kasih sayang ibunya. Walau sudah sebesar itu akira berharap ibunya dapat mengatakan jika dia putrinya.
Sakit melihat akira Seperti itu
Tapi ia tak bisa melakukan apapun ia tak mengerti bagaimana menenangkan gadis yang sedang di rundung kesedihan karna yang ia ketahui hanya membunuh dan menyakiti.
Krek
Pintu terbuka.
Baki terpelanjak kaget saat melihat Tio dan esson berada di ambang pintu dengan kemarahan tersirat di wajah mereka.
“ Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya esson dengan suara tinggi.
“ Kau menyelinap?"
“ Gadis licik ini sakit . . Kenapa kalian tak mengabariku?" Tanya baki dengan nada lebih dingin.
__ADS_1
“ Status apa yang kau miliki?"
“ Esson, kau memang kakak nya
Namun apa kau memiliki status sah menjadi kakaknya?" Balas baki menjawab pertanyaan tio dengan melempar kan pada baki.
“ Setidak nya aku bisa bersama nya!!"
“ Heh . . Jangan bercanda kau menyukai Adikmu sendiri!!"
Akira merasa tergangu dari tidurnya, ia menurunkan kaki ke lantai dan kembali terjatuh terduduk.
“ Apa status begitu penting?" Tanya akira mengapai tangan tio meminta untuk berdiri.
“ Nona!!" Tio merangkul gadis itu.
Akira menyadarkan kepala nya pada dada tio,
Baki geram ia di makan cemburu Melihat akira
Dekat dengan tio yang baki akui bisa bersanding dengan tampilan tampan dan tubuhnya.
“ Jadi kalian pergi dari kamar ku sekarang juga!!" Triak akira dengan sisa tenaga nya.
Baki berdecih sebal, ia berjalan ke arah jendela dan melompat dari sana sedangkan tio dan esson geleng-geleng.
Orang itu memiliki jiwa extrim ada pintu kenapa tak lewat pintu saja?
“ Kalian juga keluar!!" Akira beranjak menuju kasur empuk miliknya.
" Baik nona"
” ok"
Mereka berdua keluar kamar, meningalkan akira
Seperginya mereka akira melihat ke arah jendela terlihat baki mendarat dengan mulus
__ADS_1
Zhang ferri yang melihat akira ingin memberitahu tuan nya namun tuanya lebih dulu berjalan ke arah gerbang dengan marah.
Nona teryata peduli dengan tuan*!