
***Tap** . . Tap . . Tap . .
Akira menuruni anak tangga dengan lemas
Hari ini adalah hari Minggu membuat nya libur bekerja alkasih ia malah kesiangan bangun,
Akira keluar kamar masih dalam keadaan acak-acakan rambut nya berantakan berserta kaos rusuh dan celana super pendek
Mata nya menuju ke salah satu pelayan yang masih fokus dengan kegiatan sehari-hari
Memasak dan bersih-bersih.
' Aku tidak percaya aku tidur sampai siang . . Senang mengigat ini akhir pekan!!" Akira mengelengkan kepala pelan.
” Nona lapar? Apa yang ingin nona makan?!'
" Apa ada bubur? Perutku rasanya tak nyaman?" Tanya akira berharap.
“ Ayo cepat duduk! Ini pasti karna dingin tadi malam!!"
" Aku akan mempersiapkan nya tidak lama...
Bibi An memegang tangan akira yang dingin, menarik sebuah vas bunga agar menyingkir dari hadapan nona nya bibi An langsung pergi ke arah dapur.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya bubur matang akira dengan antusias memakan nya
Tak butuh waktu sepuluh mnit bubur sudah kandas di mangkok ia sendawa lalu berlarih pada sofa membaringkan tubuhnya pelan.
PUKUL 16.00 sore
Akira perlahan membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk melalui retina matanya semakin lama semakin silau
Mendudukan dirinya bersila di sofa.
__ADS_1
" Oh. . . Aku tertidur lagi" gumanya pelan mengumpul kan kesadaran yang hilang.
" Kau seperti **** sulit untuk bangun!"
Menoleh ke samping mata safirnya memandang Tio yang tengah membaca koran di samping kiri tubuhnya, ia terlonjak kaget melihat epresi dingin tio seperti nya akan ada hal buruk batin akira
“ Kau__ kenapa ke sini?" Tanya akira membaringkan kembali tubuhnya pada bantal sofa
Tio mengeyitkan dahinya heran ke arah akira yang sedang salting setengah linglung, melempar koran ke hadapan meja mata tio memandang tajam“ Bersiap ikut aku" ujarnya pelan akira hendak protes namun ia urungkan karna mendapatkan delikan super tajam dari tio membuat ia menganguk dan beranjak pergi ke arah kamar nya.
Nino menyusul akira bersama dengan Tio kedalam kamar akira. Gadis itu kini tenah memoleskan bedak berserta lipstik berwarna pink elegan, matanya safirnya menatap ke arah kedua orang yang berdiri tak jauh dari tempat ia berdandan.
Nino menghapiri akira membantu gadis itu merapikan rambutnya, mengempang kedua sisi
Dengan rapih lalu mengunakan pita sebagai perlengkap membuat akira tambah angun.
“ Untuk apa dress itu?" Tanya nino mengerutkan dahinya.
“ Setelah ini aku ingin menginap di rumah kak haru!" Jelas gadis itu.
“ Tidak usah tante, nanti aku bisa sendiri lagian kak haru tak terlalu menyukai Tio..."
“ Apa? Kenapa begitu?
“ Karna tio selalu berwajah datar sedangkan haru itu humoris boy tan," balas akira sambil memoleskan perona pipi tipis namun kembali di hapus nino.
“ Begituyah!
Tio memang sedari dulu begitu!"
Tio yang menjadi bahan obrolan kedua perempuan di depan nya hanya terdiam,
Kedua perempuan itu sudah siap dengan kegiatan barusan. Nino memberikan sebuah kalung ke arah akira dan mengalungkan di leher jenjang milik akira yang begitu serasi dengan kulit putihnya.
__ADS_1
“ Jaga diri baik-baik
Tio akan mengantarkan mu kemanapun!?" Nino memeluk akira lembut dengan penuh kasih sayang.
Akira menganguk pelan ia memang tak akan pernah bisa melawan sipat nino.
Tio merangkul pingang gadis itu dan menuju kedalam mobil, gadis itu sepanjang jalan hanya diam tak bergerak sama sekali pikiran nya bercampur aduk membuat nya tak nafsu meladeni ucapan tio yang salah makan obat karna hari ini begitu cerewet.
Pesta pernikahan berjalan dengan meriah.
Semua tamu undangan di manjakan dengan pertunjukan yang dibawakan oleh artis ternama dan makanan yang lezat dan nikmat.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa sudah hampir larut malam para tamu mulai keluar dari tempat berlangsungnya acara satu persatu meningalkan aula gedung.
*******
“ Hai!
Bagaimana keadaan nona manda sekarang?” tanya tio pada pengantin wanita, yang tak lain dan tak bukan adalah mantan pacar nya dulu.
“ Kami sangat baik . . Kebahagiaan yang aku inginkan yang tak bisa kamu berikan!!" Jawab manda sambil tersenyum penuh arti.
Tio terdiam mencerna perkataan dari manda mantan pacarnya yang masih ia ingat dalam lubuk hati terdalam yang kini hanyalah sebuah khayalan karna manda kebih memilih menikah menjalani hidup dengan suami barunya agar tercapai cita-cita yang selama ini manda inginkan.
“ Manda kam-_"
“ Maaf mengangu namun aku capek ingin segara pulang!!" Ucap wanita muda yang berjalan ke arah mereka.
“ Nona lu" langsung menghormat.
“ Tio pergi" ujar akira mengabaikan manda,
Gadis itu memangutkan sungutnya melihat akira lu mengabaikan dirinya begitu saja membuat kesal saja batin manda.
__ADS_1
“ Ck. Dasar nona muda bodoh kalo bukan karna nino kau mungkin tak akan dalam puncak seperti sekarang!" Lontaran kata manda menghentikan langkah kaki akira.
Akira terdiam lalu mendekat ke arah manda, satu tamparan mengenai pipi manda gadis itu memandang manda dengan tatapan tajam penuh akan ancaman membuat manda takut bersembunyi di balik tubuh suaminya*.