Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
aku ingin kakak hidup


__ADS_3

*Hari yang di tunggu pun telah tiba kini akira berjalan ke arah kamar nionio dengan selang infus di lengannya. .


Nana Tersenyum bahagia sedangkan sedari tadi nino tentunduk dengan air mata yang tak berhenti jatuh dari kelopak matanya


Tio kebingungan menghentikan keputusan akira untuk mendonorkan jantungnya miliknya


Namun apalah daya akira terlalu kecewa akan dunia nya kali ini.


“ Akira?"


“ Selamat tinggal tante nino


Terima kasih!!" Akira tersenyum menangapi pangilan nino.


Nionio dan akira sudah berada di atas ranjang rumah sakit, perlahan mereka di dorong masuk kedalam ruangan operasi.


Nino menangis tersedu-sedu sedangkan nana amat bahagia karna putra nya akan pulih kembali. .


««««


Di dalam ruangan operasi para dokter telah berjajar, akira di bius hingga tak sadarkan diri di sampingnya ada nionio yang dalam keadaan koma . .


Namun. .


Akhirnya


DUARR


Ruangan operasi meledak nana serta nino langsung terpelanjat kaget melihat ruangan oprasi terlelap di jago merah,


Nana langsung panik melihat para dokter dan suster keluar dengan batuk-batuk sedangkan akira dan juga nionio masih di dalam


Ruangan itu di kelilingi api tak ada celah untuk masuk menyelamatkan diri. .


“ Tio Selamat kan akira!!" Triak nino frustasi.


“ Tidak!"


" Biarkan aku masuk Akira akan terbakar tio " tunjuk nino ketakutan ke arah kobaran api.


“ nyonya bahaya," tio menghalangi nino namun epresi tio sekarang tak bisa di bilang baik ataupun buruk.


Nino terlalu shok akhirnya pingsan para suster langsung membawa nino untuk menyadarkan nya. Sedangkan Nana tertunduk lemas melihat kobaran api yang menari-nari pandangan mata nya kosong para keluarga nionio memandang aneh ke arah Nana.


Di lain tempat. .


Beberapa dokter tengah mengoperasi ke dua orang yang tengah terbaring lemah, luka bakar serta lembam terlihat menghiasi tubuh mereka . .


Aba-aba serta berbagai pisau dan gunting mengotak-atik tubuh mereka,


Penat dan keringat bercucuran dari sang dokter opeasi akhirnya setelah enam jam mereka berhasil menyelamatkan nyawa kedua orang.


“ Bagaimana?" Tanya suster ke arah dokter.

__ADS_1


“ Berhasil!!"


‽‽‽‽‽‽‽


Dua Minggu kemudian. .


Karan berjalan ke arah salah satu ruangan di barengi dengan esson yang mengekor di belakang membuka pintu pelan terlihat seorang gadis tengah terbaring di kasur king size mewah


Kedua matanya tertutup sudah dua Minggu dan Akira masih belum sadar juga dari koma nya.


Jemari lentiknya perlahan bergerak esson langsung memangil dokter, haru datang dan memeriksa keadaan akira ia tersenyum ke arah esson.


“ Dia sudah sadar!!"


Akira mengerakan tangan nya lalu dengan perlahan esson membantu akira berdiri


Akira menerka-nerka siapa yang membantunya. .


“ Apa ini surga atau neraka?"


" Puffft!!"


Mereka tertawa karna akira mengira dirinya sudah mati !


Karan menghapiri akira lalu mngelus pipi akira pelan“ Aku susah payah menyelamatkan mu jangan bicara tentang mati!" Tegur karan dingin.


“ Suara ini!


Kamu karan?" Tanya akira heran.


“ Dimana nionio?" Akira serentak bertanya.


“ Dia di samping mu, namun kondisi nya sangat lemah..."


“ Karan tolong!


Berikan jantung ku pada nya kumohon!!" Ujar akira memelas.


Karan melepaskan tangan Akira kasar“ Tidak!


Aku sudah susah payah menyelamatkan mu... Hanya agar kau hidup bukan untuk membahas tentang nionio," guman karan pelan


Akira menunduk, beberapa suster muncul dan membuka perban mata Akira


Lilitan putih perlahan melongar akira mengikuti instruksi dokter untuk membuka matanya pelan.


“ Bagaimana sudah kelihatan?" Tanya dokter itu penasaran.


Akira membuka matanya perlahan kepala nya pusing perlahan cahaya masuk ke retina matanya akira menutupi dengan sebelah tangan nya“ Silau!" Ujar akira.


Akira mengedarkan seluruh pandangan nya hingga melihat baki yang berada jauh dari tempat nya berada, baki membuang muka sedangkan esson langsung memeluk Akira hangat.


“ Kak esson bagaimana dengan Nionio?"

__ADS_1


“ Tenanglah dia sangat normal..."


“ Akira jangan mendonorkan jantungmu untuk nionio karna anak itu tak akan senang!!"


“ Haru?"


“ Tapi nionio akan mati," bentak akira.


“ Alibi saja sana, bahkan kau ...


Lupakan saja," baki mendegus kesal menatap akira yang perlahan mulai pusing.


Akira terjengkang ke belakang benar saja luka di bagian kepala akira terbuka kembali


Baki dan haru langsung berlari ke arah sana.


“ mundur!!"


Esson dan karan mundur dari sana


Baki menatap haru mengisaratkan sesuatu dan hari akhirnya menganguk mengerti.


“ Pendarahan nya begitu hebat!" Baki khawatir.


“ Kalian pasti teman kak akira?


Mereka menoleh ke sumber suara ternyata itu adalah Nionio yang masih setengah sadar dari komanya.


“ Jawab aku?"


“ Yah aku adalah kakak nya akira esson!!' esson memperkenalkan dirinya.


“ Aku haru


Kakak angkat akira!"


“ Aku karan calon suami Akira!" Semua terpelanjak kaget namun kembali normal setelah beberapa saat.


Nionio menatap baki yang diam “ Kau pacar kak akira kan?" Tanya nionio membuat baki terkejut.


Hening


Tak ada sahutan sama sekali lalu nionio kembali memhuka suara nya “ Apapun caranya tolong selamat kakak ku....!"


“ Jangan banyak bicara kondisi mu sangat lemah,"


Nionio mengeleng pelan “ Aku ingin kakak hidup!'


" Diamlah biarkan aku memeriksa mu," baki melangkah ke arah nionio namun anak itu menahan nya dan mendongkrak ke arah baki.


" waktuku sudah habis


Kakak selamat tinggal," nionio memegang tangan akira walaupun sedikit sulit

__ADS_1


Tangan mungil nionio akhirnya melemah dan terjatuh itu adalah saat dimana nionio menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman di bibirnya*.


__ADS_2