Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
curiga


__ADS_3

*Teertekan aku tertekan


Sakit sungguh sakit


Jiwaku tergoyah Dan dadaku sakit.


Hari itu dimalam itu adalah hal yang tak akan bisa ia lupakan dimana sekua hal berlalu begitu saja.


" Bu! Apa dia tak bisa kita undang ke sini,?" Ujar seorang anak laki-laki berusia lima tahunan.


" Nino siapa yang kamu maksud?" Ucap nana menarik anak yang di ketahui bernama nino.


Keduanya melangkah menuju meja makan yang terletak di sisi kanan.


".... Kak aki itu kakak ku...?" Tanya nino memastikan.


BRAKH


Suara gerbakan meja membuat nino mendingky wajahnya, suasana menjadi cangung cuman nino saja yanh berwajah biasa sedangkan ibunua penuh kemarahan.


" Kak aki anak ibu kan? Walaupun ibu merahasiakan nha tapi nino tau itu?" Senyuman mengemang di bibir kecilnya puas.


Nana menarik nafas pelan berusaha menstabilkan emosinya ia tak boleh menghancurkan keluarganya yang sudah ia bangun dengan susah payah.


" Nino kak aki adalah pembawa sial dia bukan kakamu," ucap nana lembut.

__ADS_1


Taman kanak-kanak...


Jam menunjukkan pukul 11 siang dimana jam yang seharusnya jam oulang anak-anak.


Bell berbunyi dengan nyaring seketika anak-anak berlarian keluar mencari anggota keluarga mereka yang datang untuk menjemput.


Pandangan ku hanya tertuju pada seorang bocah laki-laki yang sedang celingukan nunggu jemputan.


Tangan ku mengengam erat oagar saat seorang wanita muncul dari balik mobil aku lekas sembunyi.


" Mama akhirnya kau datang ini sudah telat lima menit," rajuknha dengan memayunkan bibirnya.


" Maaf


Kedua bola matanya berherak kiri dan kanan penuh kewaspadaan.


Nino yang merasa curiga bertanya ada apa namun Nana dengan cepat menarik lengan mungilnya menjauh dari area sekolah.


" Kakak sedang apa?" Tanya suara kecil menyadarkan gadis itu, tanganya mengelus rambut anak kecil di depan nya" tidak apa-apa" ucapnya menyedu.


Akira beranjak pergi dari sana berjalan dengan terengah-engah wajahnya ketakutan tanpa segaja ia menabrak seseorang menumpahkan minuman yang ia bawa.


Pandangan horor bercampur jengkel terlihat dari balik topi hitam yang akira kenakan.


" Ma-aaf" beranjak pergi dari sana namun di hentikan oleh gengaman kasar lengan besar itu.

__ADS_1


" Ada apa! Cepat lepaskan aku!!" Ia berusaha menarik tangan nya sekuat tenaga.


" Nona anda yang berbuat salah. Kenapa anda juga yang marah?" Sinis nya jengkel.


" Nona? Apa matamu bermasalah?" Tanyanya serigaian licik terlihat pada bibir merah mudanya " aku bilang tidak sengaja . . . Kalo ini sengaja" ia menumpahkan minuman panas pada kepala pemuda itu yang menahan panas.


" BYUUUR"


" Anda keterlaluan nona!"


" Krek"


Tanganya menekan nadi gadis iyu lalu berdiri perlahan" besok kau pasti akan menemuiku!!" Ia menyelipkan kartu nama pada saku baju gadis itu yang sedikit merona taktala dada nya tersentuh.


Kini langit menjadi kelabu. Awan hitam mulai tak mampu lagi membendung butiran air, matahari pergi. Sinarnya pun tak berbekas di samping rumah akira, tampak dio tengah bermain dengan merpati nya akira tersenyum kecil dari balik jendela kaca kamarnya.


Yah, dio adalah anak yang menyukai merpati bahkan di samoung rumahnya ada kandang merpati yang cukup luas. Memang bukan hal mengejutkan ketika dio memecahkan pot bunga nya, walaupun begitu akira tak oetnah sekalipun menyapa tetangga nya.


" Kak aki!!"


Pangil dio dari bawah membuat akira langsung menutup jendela kamarnya.


" Ada apa dengan nha? Dia selalu memandang ku sedu, namun saat aku menyapanya di langsung kabur?" Tanya dio menatap ke arah kamar akira.


Ia pun masih betmain dengan merpati nya*.

__ADS_1


__ADS_2