Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Jalan-jalan


__ADS_3

*Tio mengatar akira ke mall, setelah itu kembali membawa nona muda nya ke hotel tempat dimana ia akan menginap beberapa hari di kota osaka sementara.


“ Akira sini deh,“ xu jing senyam-senyum aneh membuat akira bergidik ngeri.


Akira mendekat di ikuti Tio yang sigap untuk nona muda nya kapan pun walau harus masuk kedalam obrolan wanita.


MENYEBALKAN


“ Akira, kamu tau gak?


Sutradara kedatangan tamu loh dia orang yang mendonasikan banyak uang untuk film baru kita,". Xu jing memeluk erat akira.


“ Lepas aku tak bisa napas!!"berontak akira.


“ Hehehe maaf!!"


Tio berdehem pelan menatap jam tangan nya


Akira mengerti tanda tio, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam sudah waktunya untuk istirahat.


Akira, gadis itu berpamitan ke arah xu jing dan berjalan ke arah kamarnya di ikuti Tio yang siap sedia memesan kamar di samping kamar akira


Tio memperhatikan Akira Sampai pungung itu menghilang di balik pintu yang tertutup.


******


Aula hotel . .


Akia menguap ngantuk baru pukul 6 ia sudah di bangunkan tio padahal ia baru saja memejamkan matanya jam 2 malam hanya karna membuat komik baru.


Seorang pemuda melintas di depan akira dengan stelan khas hitam membuat nya begitu tampan dan berwibawa terpancar di wajah nya.


Cukup lama perbincangan antara sutradara dan tamu terhormat akhirnya semua orang di bubarkan terkecuali Akira yang hanya di tahan sendirian di sana.


Akira menatap malas ke arah orang itu orang yang membuat hidupnya menyebalkan siapa lagi


Kalo bukan baki.


“ Tunggu nona akira!!" Baki menahan bahu akira membuat gadis itu berdecih sebal.


“ Ada apa tuan?" Tanya akira memutar matanya malas.


“ Nona Lu! Tuan tsubaki adalah investor terbesar dalam drama ini jadi nona Lu aku mohon kamu bersedia untuk menemaninya!!" Sutradara Yeze memandang penuh harap.


" Maaf sutradara!


Tapi aku tak bisa masih banyak para aktris cantik suruh saja mereka!!" Akira menunjuk para gadis yang tengah di make up.

__ADS_1


“ sutradara aku rasa kerja sama kita berakhir!!" Ucap baki santai.


“ Ti- tidak tuan !" Nada ketakutan yeze.


“ Keluarga Lu bisa menganti kerugian nya!!" Akira memenangkan sutradara yeze yang hampir mati kelelahan.


“ Nona lu!


Bukan masalah kerugian tapi investor dari tuan tsubaki sudah aku bagikan separuh pada beberapa yayasan!!" Gagap yeze ketakutan.


“ Memang nya kenapa?" Tanya akira malas.


“ Mereka bisa saja kehilangan rumah dan bahan makanan!!" Baki berbisik di telinga akira.


Akira berjingkit pelan, ia menatap baki lalu menganguk tanda bahwa setuju Untuk ikut bersama nya ia tak tega jika beberapa yayasan akan baki tutup karna kekuasaan yang dimiliki nya.


Baki dengan sigap merangkul pingang akira


Beberapa reporter memotret kebersamaan mereka yang begitu romantis bagi publik


Akira Tersenyum paksa meladeni para wartawan yang bertanya pertanyaan aneh.


Baki membuka kan pintu mobil pelan


Akira dengan anggun masuk kedalam nya dengan senyuman mengembang di bibirnya.


Mereka duduk bersebelahan di dalam mobil sport, akira lebih memilih memfokuskan matanya pada layar pipih lebar di depannya


Mobil melaju membelah arteri kota, siang itu begitu cerah tampak banyak orang berlalu-lalang


Di sekitaran trotoar kebanyakan dari mereka adalah anak-anak pemulung. Mobil berhenti di sebuah parkiran pusat kota.


Orang-orang kagum melihat siapa yang turun dari mobil itu, baki tersenyum cool menangapi pujian mereka menyandarkan punggungnya membelakangi mobil baki menunggu akira selesai berganti pakaian ingin sekali ia menegok ke belakang namun ia tak seberengsek itu apalagi pada akira, Akira turun dari mobil dengan pakaian drees biru dengan rambut yang terurai begitu saja di tambah sepatu sneaker mahal membuat penampilan akira begitu anggun dan cantik.


Baki terdiam memandangi akira apa ada seorang bidadari baru turun?


Menyandar kan lamunan nya baki langsung merangkul akira tanpa persetujuan gadis itu.


“ Sayang sekali udah punya istri!!” celetuk seorang wanita membuat baki menganguk.


“ Maaf kami permisi!!" Ujar baki datar.


Si wanita Tersenyum dan pergi dari sana meningalkan akira yang kini merasa risih sedari tadi baki tak melepaskan cengkraman tangan pada lengan nya.


Beberapa pasang mata menatap mereka.


Para muda-mudi bersiul genit ke arah akira namum langsung bungkam karna baki melotot tak suka membuat nyali mereka menciut,

__ADS_1


Akira sunguh merindukan kebebasan berjalan-jalan Seperti ini namun sunguh tak bebas bersama dengan baki.


Akira berjalan cepat menghapiri sebuah toko


Yaitu tempat perhiasan dan aseksori akira memandang takjub deretan hiasan rambut hingga akhirnya matanya menatap sebuah ikat rambut berbentuk persegi yang begitu indah


Akira sebenarnya hanya ingin istirahat sebentar, namun baki mengangap yah lain.


“ Bagus?" Tanya baki.


Tentu saja akira menganguk, hiasan di toko itu sangat bagus dan pasti sangat mahal


Baki menarik akira kedalam toko dan berbicara pada pelayan yang menyambung nya.


“ Bungkus aseksori rambut itu!!" Printah baki.


" B-baik tuan"


Akira mengeleng ia mengajak baki pergi namun dengan cepat tangan baki memeluk perut akira“ Ini hadiah untuk mu"


Baki memberikan bungkusan plastik yang berisi kotak biru tentu saja itu aseksori yang tadi, baki menyerahkan kartu hitam pada pelayan yang menerima dengan gembira pelayan barusan kembali lagi dan tersenyum sesaat ke arah akira


Melihat sang idola berada di depan nya mimpi apa kemarin batin pelayan.


Memberikan kartu pada baki, setelah selesai membayar baki pergi dari sana dengan siulan yang bahagia.


“ Kenapa kamu capek?"


“ Tidak! Aku cuma ..." Ucapan nya terpotong.


“ Mau aku gendong?" Tanya baki penasaran.


Kenapa dia sih?


“ Tidak kok! Kamu yang berjalan seperti kuda"


“ Oh baiklah, sepelan apa kamu ingin berjalan


Sepelan kura-kura atau siput?" Tanya baki dengan tawa mengeleger disekitar jalan membuat orang-orang yang berada di dekatnya heran.


“ Heh?" Tawa cangung akira.


Baki berjongkok dan meraih tangan akira


Akira kaget sekaligus bengong baki dengan cepat menarik tangan akira mengendong gadis itu melewati jalanan yang ramai.


Baki merasakan akira menyembunyikan wajah nya pada leher baki mungkin dia malu

__ADS_1


Benar saja tanpa mereka sadari ada sosok di sebrang sana yang menatap tak suka


Helaian biru pendek nya berterbangan tertebak angin*.


__ADS_2