
*Esson datang ntah dari mana berdiri tegak menghalangi jalan baki membuat tatapan tajam mengarah pada nya, esson Terlalu malas untuk berkelahi sekarang dengan percaya diri esson mendekat ke arah akira yang masih di atas punggung baki
“ Ka– esson fan!!" Ucap akira menyedu.
“ Aki!
Bisakah kau ikut dengan ku?” pinta esson penuh ketulusan.
Baki menurunkan akira bersiap mengambil ancang-ancang untuk memukul esson sebelum tangan akira mengulur meminta agar baki menahan emosinya.
“ Maaf . . Tapi aku harus menemani baki sampai jam 5 masih ada dua jam lagi...!" Ucap akira menarik tangan baki dari sana.
Baki merona merah, teryata perasaan akira pada nya sama. gadis itu lebih memilih dirinya dari pada esson sedangkan lain lagi bagi akira ia tak memihak baki ataupun esson hanya saja
Esson selalu mengingat kan nya oada ayah berengsek yang datang saat dirinya sudah nyaman bersama Nino baki hanyalah alat untuk nya menjauhi esson ataupun keluarga fan
Akira berhenti di sebuah toko tatapan nya menatap ke araj seorang wanita yang ia kenal melewati dirinya begitu saja. Dengan cepat baki menarik akira masuk kedalam toko tersadar dari lamunan nya teryata mereka masuk kedalam toko bra dan celana dalam.
Baki dengan percaya diri melihat koleksi bra-bra yang berjajar rapij sedangkan akira malu wajah nya panas. Para tamu menatap kagum ada proa jantan yang mau masyk kedalam toko privasi wanita yang kebanyakan dari mereka selalu gengsi.
“ Kenapa hanga berdiri si situ!
Kau menemaniku sampai dua jam lagi
Pilihlah beberapa yang kau mau atau aku yang akan memilih!?” Baki nekat mengambil sebuah bra berwarna biru muda menyerahkan kepada akira menimbang-nimbang keputusan nya.
Akira menyadari tatapan baki mengarah pada dada nya kesal bercampur malu akira mengambil bra barusan dan menaruhnya kembali.
“ ok!!"
Akira berjalan mengelilingi toko, manatap deretan bra yang terpajang akira mengambil sebuah bra dengan risih karna baki selalu mengekorinya.
Baki mengambil sebuah bra berwarna pink dengan renda membuat akira memanas.
__ADS_1
“ Taruh kembali. .
Aku ambil ini saja!!"
Akira mengelak ingin sekali secepat keluar dari toko itu, ia menyerahkan pada pelayan toko
Baki menyerah beberapa lembar uang ke arah kasir.
“ Hanya ini saja nona?" Tanya pelayan melihat ke arah baki.
“ Ia!" Jawab akira membulatkan matanya.
Mereka keluar dari toko . Akira merasa lega karna esson tak menungu nya. Baki hendak melanjutkan acara jalan-jalan nya tapi Akira melepas kasar gengaman pada tangan nya,
Baki menatap penuh tanda tanya
Akira menghembuskan nafas kasar.
“ Acara jalan-jalan sudah selesai“ Akira mengambil telpon gengam nya menghubungi salah satu no.
“ Aku ada jadwal syuting “ Akira memperlihatkan catatan dari henfon nya,
Baki dengan engan harus mengiyakan kemauan akira, ia menganguk melihat jadwal akira yang terbilang padat. Lelah sudah bukan lelah karma berjalan dari tadi namun lelah karna baki selalu mengancamnya kemauan apapun harus ia dapatkan tanpa tidak.
Kini akira menatap sebuah mobil hitam
Dengan cepat ia masuk kesana meningalkan baki yang terdiam membisu melihat kepergian mobil hitam yang sangat kencang.
Di dalam mobil Tio berwajah kesal dan dingin akira tberusaha menghibur tio namun nihil tio malah semakin nekat melajukan mobilnya ugal-ugalan di jalan, Akira merasa bersalah meninggal kan Tio sendiri di lokasi syuting membuat pemuda itu kelibekan mencari nya dan akhirnya tio mengetahui akira jalan dengan musuh bebuyutan tuan nya membuat kepala pusing.
“ Maaf . . Aku salah . .!!" Mata akira berkaca-kaca karna sedari tadi tio dingin pada nya.
“ Nona, aku sudah bilang untuk menjauhi keluarga borgia apa anda lupa!!" Gertak baki tegas.
__ADS_1
“ Aku tau !
Karna aku adalah seorang gadis berwajah dua” Ia menatap pantulan dirinya di cermin.
“ Sudahlah jangan kau ulangi lagi!!" Ucap tio
Menghentikan mobilnya di sebuah taman
Akira meminta tio untuk ke taman kota
Suasana begitu sepi karna tio dengan segaja menyewa taman untuk nona lu nya.
Di taman.
Tap
Suara langkah kaki membuat akira dan tio menoleh, terlihat pria berbadan kekar membawa sebuah kotak hadiah dengan pita pink di atasannya
Dia menaruh kotak hadiah di depan akira
Menatap akira yang datar.
“ Akira!!" Suara nya bergetar.
“ Maaf aku tak mengenal mu” akira bersembunyi di balik tubuh kekar tio yang menatap datar ke arah Presdir muda grup fan siapa lagi jika bukan esson fan.
“ Aki . . Akira, ini aku,
Kakak mu . . Tolong jangan mengindar dariku” Esson memegang dada nya sakit ketika adiknya sendiri tak ingin mengakuinya sebagai kakak.
“ Kata itu sangat asing bagiku
Aku bukan akira yang dulu!!" Tembal akira pelan.
__ADS_1
Esson menegang sunguh rasa cinta yang tertolak membuat dadanya sakit dari sekian banyak nya racun kenapa racun cinta yang paling menyakitkan*.