Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Kaori


__ADS_3

Sakit tubuhku rasanya sakit!


Otot ku rasanya putus, pegal seluruh tubuhku pegal . . Apa aku tak akan terlelap dalam tidurku, apa mungkin ini adalah hal yang dinamakan tak mungkin bermimpi? ”


Hembusan nafas pelan menyapu ke dalam kaca jendela bening memguat embun dan uap tercetak jelas di depan nya.


Matanya menatap jauh ntah kemana tatapan yang sedu dengan sedikit lingkaran hitam pada sekitaran matanya menandakan bahwa ia kurang tidur.


" Sudah jam 3 subuh, dan aku masih terjaga. . ." Ujarnya pelan dengan senyuman pahit.


****


Sang surya kini menampakan dirinya, burung berterbangan dengan sangat lincah menari-nari diantara birunya langit.


Terbang tak melewati batas antara laut dan langit mengepalkan sayapnya menghasilkan irama lembut di pagi itu.


Sejuknya embun pagi menghasilkan irama rink bergantian pada riak air.


Kristal bening yang secara bergantian berjatuhan dari dedaunan membuat sejuk sekaligus dinginya pagi itu.


Orang itu mendongkrak saat terdegar ketukan pintu.


Tok tok tok . . .


Ia menarik wajah nya menutup matanya dengan cepat. Langkah kaki berpadu dengan ketukan tumit sepatu dengan lantai, memasuki kamar bernuansa orange berpadu lily.


" Kaori ! Apa kamu tidur nyenyak,?" Ucapnya pelan mengusap helaian pirang miliknya.

__ADS_1


Tak ada sahutan sama sekali membuat sosok itu berbalik dan membelakangi membuka gordeng jendela dengan satu tarikan kuat membiarkan cahaya masuk menyinari ruangan sumpek berbau obat.


" Aku sudah menemukan titik terang dari orang yang mengambil bagian organ dari tubuh putra mu kaori, orang yang memakai mata dari tuan muda . .!!"


" Benarkah? Siapa orangnya?" Tanya kaorii dengan perasaan senang bercampur aduk antara gelisah dan ketakutan mengingat kenangan masa lalu.


" Jika waktu nya tepat aku akan memberitahu mu!


Sekarang fokus lah pada terapi mu saja kaori . .


Kamu tidak tidur beberapa hari ini kan?" Ucapnya menyusuri setiap inci wajah kaori, seketika matanya sedu dengan mata hitam panda membuat kaori khawatir.


Sosok itu menarik knop pintu pelan dan menutupnya" esson fan dan Eason fan," batin nya mengerang marah.


*****


Seorang dokter muda tengah termenung di balik meja kebesaranya. Ia hampir dua jam menatap dokumen medis tanpa niat untuk menyelesaikan nya.


" Sudah seminggu namun orang itu belum muncul sama sekali.. apa mungkin aku salah sangka, ntah kenapa aku berharap dia seorang perempuan!!" Guman nya pelan. Ia mengacak-acak surai hitamnya kasar sesekali menjambak nya frustasi. Frustasi itu lah hal yang ia alami seorang dokter muda begitu naas bisa terkecoh oleh seorang misterius, baki mengaris bawahi kata frustasi sebagai contoh bagi orang lain nantinya.


" Dok, apa yang anda gunakan ¡¡ Para pasien sudah menunggu aku bisa saja melaporkan kinerja mu yang menurun seminggu ini!!" Seorang wanita Muncul ia mendelik tajam kacamata putih berlensa tebal menampakan bola mata unggu membuat baki cengegesan.


" Mei jangan begitu sadis" baki membalas ucapan wanita itu yang di ketahui bernama mei.


Jari lentik berwarna hitam itu membenahkan kacamata nya pada hidung mancungnya membuat baki langsung kabur secepat kilat.


" Masa muda huff" mei mencondong kan tubuhnya ke meja menopang dagunya mengunakan tangga nga ia membaca tulisan acak-acakan baki, sedikit mengejek tulisan baki yang dari dulu memang jelek.

__ADS_1


Mashion Fan.


Seorang pria paruh baya tengah asik menyeruput teh hangatnya menikmati setiap sensasi yang masuk pada mulutnya.


Kepulan asap rokok menambah kesan relaksasi yang ia rasakan nama pria paruh baya itu adalah Eason fan putra pebisnis handal fan, eashon fan adalah sosok pemain film dan duta ternama dari kalangan atas. Walaupun bisa di bilang tak muda lagi namun eason fan masih tetap gagah dan berwibawa yang menjadi sorotan publik.


" Paman apa ada kabar darinya?" Tanya Eason saat mendegar langkah kaki mendekat ke arahnya, surai kebiruan eason terpapar sinar mentari menbuat rambutnya menyala.


" Sesuai dugaan tuan!!" Ucapnya.


" Dia sudah bahagia rupanya, paman bawakan semua properti bisnisku kabarkan pada media bahwa aku keluar dari dunia hiburan dan suruh kedua istriku menemuiku segera..!" Ujar eason mengangkat satu tangan nya yang terulur ke belakang.


" Siap laksanakan..."


" Tunggu! Suruh putra ku kembali segera" pangilnya mengentikan langkah kaki pria paruh baya itu.


Eason melangkah melewati seorang pria paruh baya juga ka tak menegok sama sekali, sepatu hitam nya mempercepat langkahnya menuju ke lantai atas dimana ruangan kerja nya berada.


Pria paruh baya itu memangil Seorang tak butuh waktu lama muncul seorang pemuda di depan nya.


" Bagaimana kabar putrinya?" Tanga nya ke arah sosok misterius di samping nya.


" Dia baik-baik saja!!" Ujarnya pelan.


" Baiklah, persiapkan perang antara ayah dan anak . . ." Balasnya sinis.


" Dimengerti!;"

__ADS_1


Setelah merasa urusan nga selesai ajudan tadi menghilang secepat kilat, pria paruh baya itu mengambil setangkai mawar dari pot hiasan meja dan mencengkeram kuat hingga kelopak nya rusak*.


__ADS_2