
*Petang hari di lokasi syuting masih banyak orang berlalu-lalang. Para kru di sibukan dengan berbagai macam hal kebutuhan syuting
Di pojokan terlihat dua orang tengah berbincang-bincang pelan sesekali tertawa pelan dengan renyah.
Suara ribut para aktor dan aktis menemani seharian ini,
“ Kapan jadwal selanjutnya?" Tanya seorang aktris cantik yang sudah berumur.
“ Sedikit mepet . . ." Balas yang satu nya lagi.
Akira berjalan melewati kedua orang yang asik membicarakan naskah akting.
“ Senior Xu jing!" Pangil akira.
“ Apakah Senior punga waktu luang?
Aku ingin berkonsultasi tentang beberapa pertanyaan!!" Ujar akira mendudukan dirinya di depan Xu jing.
“ Silahkan duduk nona lu, apa tentang akting barusan?" Xu jing sedikit jutek namun bagi akira senior Xu adalah yang paling baik.
“ Akira adegan kamu barusan
Improvisasi nya sangat hebat!!" Xu jing memberikan naskah ke depan akira.
__ADS_1
“ Jangan gugup, berani mengubah skenario sesuai kehendak kau mirip seperti aku masih muda!!" Xu jing tersenyum membayangkan masa lalunya.
Akira menatap senior Xu jing walaupun wanita di depannya banyak di rumorkan tapi bagi akira xu jing adalah sosok kuat yang dapat berdiri dari nol walau di terpa banyak hal menyakitkan.
“ Akira tapi nyatanya, kemampuan akting mu sangat bagus dan kamu mewarisi setiap peran dalam berbagai hal . . Namun sangat sulit untuk menilai apakah dirimu termasuk orang yang ekspresionis atau yang memiliki pengalaman-pengalaman . . .” Tatapan Xu jing menajam.
“ Bermain dengan emosi
Menahan karakter dengan logika
Ini adaah pedang bersisi dua, kegagalan dan keberhasilan bergantung pada apakah kamu dapat memahami kata ' batasan '...?!
“ Akira dengar lah aktis utama seperti ichika fan adalah yang jauh lebih populer di pasar yang penampilan dan temperamen nya sudah sangat populer namun seiring berjalan nya waktu aktis seperti itu akan membuat pengemar bosan seirin berjalan nya waktu..."
“ Tidak senior akting mu juga luar biasa!!' bentak akira membuat xu jing tersenyum ramah.
“ mengenai kamu akting mu luar biasa kau bisa di angap seperti vas bunga untuk orang-orang
Tapi dari pada menjadi vas lebih baik kau menjadi bunga yang akan mekar seiring berjalannya waktu!!" Xu jing mengacak surai biru akira membuat helaian biru berantakan.
' Yah memang benar! Akting ku ini bisa menyakitinya dan memhuat perubahan besar'batin akira miris
“ Sebenarnya kamu memiliki objek pembelajaran yang bagus namun terkesan sangat mengancam” Mata xu jing menatap horor ke arah akira.
__ADS_1
Akira berdiri dari sana meningalkan perempuan yang masih asik membaca naskah, akira memutuskan untuk duduk di lobi menatap pemandangan ibu kota tokyo yang di hiasi lampu malam begitu indah batin akira.
“ Aku mulai mengigat nya!!" Akira mengangkat sebelah tangan nya menutup kedua matanya.
“ Bermain mengunakan emosi
Karna dulu aku tak bisa melupakan semua emosi!!" Lanjut akira pelan.
Tio yang berdiri tak jauh dari akira heran melihat tingkah nona muda Lu.. setelah keluar dari rumah sakit banyak keanehan dari akira
Dia lebih cenderung pendiam dengan wajah penuh kesedihan.
Seorang kru datang menghapiri Tio, memberikan naskah yang harus di pelajari akira selanjutnya.
Tio mengambil naskah lalu menganguk pelan
Tak ingin mengangu waktu luang nona nya tio memilih mengawasi akira dari jauh takut-takut ia teledor bisa mengancam nona muda lu yang amat di sayangi nino.
“ Tio?” tebak akira menoleh ke belakang.
“ Kenapa sikap mu berubah?" Tanya tio dingin membuat akira terdiam.
“ Tio di dunia ini ada yang bisa kau ingin kan namun mustahil di dapatkan!!" Menepuk bahu tio pelan kini pemuda bertubuh kekar bingung
__ADS_1
Mengangkat sebelah alis nya matanya menyipit melihat kepergian akira*.