
" *Tidak baki....!"
Akira langsung beranjak dari tidurnya di lihat sekeliling nya, semua nya gelap gadis itu menunduk memegang kedua lutut nya semua terulang lagi. .
Elusan membuat akira mencoba menerka-nerka siapa orang itu, aroma yang begitu akrab baginya namun terlalu ragu untuk menebak.
" Akira jangan sedih!"
" Kak esson kamu?" Tanya akira membuat sosok di samping nya menganguk.
Akira memeluk esson dengan air mata deras yang tak berhenti juga" kakak semua nya gelap... Apa salah ku?" Ujar akira sedih...
Esson menegangkan wajah akira" aku akan mendapatkan mata baru untuk mu jadi tenanglah!!" Guman esson lembut.
Kediaman borgia. .
Karan tengah termenung di kursi pojokan taman, beberapa orang bersenjata lengkap berjajar mengelilingi dirinya. . Langkah kaki pelan berjalan ke arah nya baki mendudukkan diri di depan karan...
Karan Tersenyum mengejek“ Kenapa aku bisa memiliki adik menyedihkan Seperti mu?" Ujar nya pelan menatap luka-luka yang masih basah.
" Diamlah..!"
Baki menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang, ia menatap para orang-orang berbaju lengkap “ Tingalkan dia! Sekarang dia tak secantik dulu. . Kedua mata nya rusak. ." Printah baki sinis. .
Karan mengeyitkan dahi nya heran beranjak dari duduknya" Aku tak peduli! Karna aku menyukai nya dan siapapun itu yang ingin merebut dirinya dari ku akan berakhir tragis!" Ancam karan ke arah baki yang terdiam.
" Kita adalah saudara kak! Tidak bisakah kau mundur..!"
" Apa kau lupa?
Aku selalu memanjakan mu dan sekarang seharusnya kau membalasnya baki,"
__ADS_1
" Aku tak mungkin melepaskan dia kak itu tak mungkin,,,, aku yang pertama bertemu dengan dan ayah juga yang membawa nya pada ku
Kami sudah mendapatkan restu."
" Apa itu penting?
Bagaimana jika tanpa segaja aku memberikan cucu untuk ayah dan ibu Siapa yang mereka pilih?"
Karan menjauh dari sana meningalkan baki sendirian di area taman.
" Kalian! Bawakan aku informasi secepat nya!"
" Baik bos!"
Mengedarkan pandangannya pada langit karan menatap kekosongan hati nya begitu gundah hanya karna Seorang gadis ia rela membuat permusuhan dengan adiknya namun
Aku sudah lama menderita ini balasan ku untuk mu baki.
Ke esokan paginya. Akira masih belum bisa menerima ke adanya nya sekarang walaupun ia sudah biasa berada dalam kegelapan
Namun hatinya galau tingkat atas bagaimana dengan kariel dan juga bagaimana tentang kehidupan nya nanti di tengah pikiran yang tengah berkecamuk muncul tio membawa informasi yang ia inginkan. .
" Nona aku sudah menemukan nya," ujar tio mendudukan dirinya di samping akira.
" Benarkah?"
" Bagaimana keadaan nya?" Tanya akira penuh harap.
Tio memegang tangan akira“ Nona nionio adalah Adikmu, ibu mu sudah menikah lagi dan memiliki nionio namun sayangnya dia tertembak para gangster dan jantung nya lemah membutuhkan transfusi jantung secepatnya ..." Jelas tio panjang kali lebar.
" Dimana dia berada?" Akira menyilangkan kedua lengan nya menelungkupan wajah nya pada kedua lututnya.
__ADS_1
" Di rumah sakit ini ..
Akira langsung teronjak kaget lalu menengadah ke arah tio“ bawa aku menemuinya kumohon?" Akira mengeluarkan nada manis nya.
Baki mengusap kain putih yang membelot kepala akira" baiklah" nada tio perlahan menyedu.
Dengan di bantu tio akira turun dari ranjang nya mereka menuju ke ruangan dimana nionio berada, akira menguri ngira pinjakan agar tak terjatuh sedangkan tio membantu gadis itu memegang selang infus nya.
Tak butuh waktu lama akira sudah sampai di ruangan nionio, ia berjalan kearah nionio yang terbaring lemah" Hei bangunlah! Kakak menemui mu" ujar akira sedu.
Usapan demi usapan mengenai wajah nionio
Tio tak kuat menahan perasaan gelisah bercampur aduk akan ada sesuatu yang terjadi.
*******
" Apa yang kau lakukan?"
Benar saja perasaan tio,
Nana sedang berjalan ke arah mereka dengan marah mengapai helaian biru akira lalu menjambak nya pelan, akira merintih kesakitan
Tio ingin menghentikan nya namun terhentikan oleh Printah akira.
" Menyingkir..!"
" Bu!" Ucapan kata yang membuat nana langsung naik darah.
" Siapa ibumu? Kau bukan anak ku berhenti memanggilku Seperti itu!! Nana mendorong akira hingga terjatuh ke lantai,
" Maaf!!"
__ADS_1
Nana berdecih sebal" Bagaimana rasa nya jatuh dalam kegelapan lagi? Kau senang kan? Tentu saja karna sejak kau di lahirkan aku sudah menghancurkan semua cahaya yang akan kau miliki...!"Nana berkata ceria dengan nada tinggi*.