Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
......


__ADS_3

" *Apa maksud anda?"


Nana menoleh ke arah tio lalu menunjuk akira


Jemari lentiknya membuka kain perban yang menutupi kedua mata akira, gadis itu tak bisa membuka matanya.


" Mata nya sudah hancur aku menghancurkan nya, namum ntah dewi keberuntungan apa yang dia miliki hingga ada seorang yang mau mendonorkan matanya," jelas nana tak suka.


Tap


Langkah kaki membuat mereka bertiga menoleh ke sumber suara, Nino dan juga eashon tengah menatap mereka tanpa arti


Hati nino mendadak panas menedegar sumua percakapan tadi,


Berbeda dengan nino eashon malah tak percaya menatap sosok di depan nya, saking tak percaya ia langsung mencubit lengan nya.


" Jangan sakiti putriku!"


" Putrimu? Apa anda bermimpi Nyoya?


Dia adalah anak haram suamiku!" Menyindir.


" Setidaknya aku ingin menyanyangi nya!" Balas nino


" Haaah, apa anda tak sadar. . Dia berasal dari air yang kotor. . Sampai kapan pun dia seharus nya tak pernah ada dan kenapa anda juga malah mempublikasikan ke beradaaan nya."


" Haaaah?"


Eashon membantu akira berdiri lalu menatap nana dengan perasaan aneh,


" Kenapa kau melakukan hal sekeji ini Nana?"


" Kau bilang kenapa?

__ADS_1


Dulu saat aku masih mengandung anak mu kemana kau? Aku berdiam diri sehari semalam di luar mashion mu namun aku di usir dan ayahmu tak menginginkan keberadaan anak itu," tunjuk nana ke arah akira.


Eashon terdiam dengan wajah menyedu.


" Maaf!"


" Jangan katakan maaf itu tak berguna sekarang" cibir nana.


Akira menatap ke arah ayahnya" Apa benar apa yang di atakaan wanita itu?" Kalimat akira menyedu.


"Ya"


JDERRR


Akira langsung terhempas ke belakang karna saking kagetnya, sengatan listrik membuat tubuhnya lemah.


Nana tertawa hambar menatap epresi akira lalu menunjuk dan mengusap wajah nionio" Akira kau tak di inginkan semua orang ayahmu, ibumu, kakek mu . . Berbeda dengan nionio di inginkan keberadaan nya kenapa kau tak memberikan jantung mu untuk nya?' mulai marah.


Akira perlahan tersadar dari lamunannya, jika ia memberikan jantung nya pada nionio beratri dia akan mati tak akan ada lagi konflik dan ka tak akan membuat susah semua orang, akhirnya akira menghapiri nionio lalu menganguk.


" Nona!"


" Akira!"


" Apa yang kau lakukan?" Semua orang bertanya-tanya akan keputusan dari akira.


Akira memegang dada sebelah kirinya" ini keputusan ku, tante nino maafkan aku


Karna aku tak bisa meneruskan semua kemampuan mu! Dan untuk ibu aku akan melakukan nya asalkan saat aku mati bisakah kau memelukku sekali saja...!"


" Tidak!"


Akira tersenyum pahit" tidak masalah..!"

__ADS_1


Tio menghapiri akira yang kelihatan begitu marah dan juga shock" Tio atur jadwal operasi nya, kumohon jangan ada yang MENGANGUK ku sebelum waktu itu tiba!" Ujar akira tegas.


" Akira!" Nino aget


" Maafkan aku tante...!"


Easahon menatap kepergian akira bersama nino dan juga tio, sekarang hanya ada nana dan eashon yang memandang berbeda arti


Namun terkesan akan hawa membunuh.


********


Suara gemericik air terdegar begitu bersautan,


Karan perlahan membuka matanya...


" Bagaimana?"


" Tuan aku sudah menyelidiki identitas nona akira Lu!"


" Ceritakan!" Printah nya.


" Nona akira adalah anak haram dari eashon, ibunya gak menginginkan dia dan selalu menyiksa nya dari kecil mata nona akira di hancurkan ibunya saat masih bayi! Ketika berumur 5-6 tahun tuan muda dari Kao copt bertemu dengan nya mereka menjalin hubungan namun ancaman merekat pada diri tuan muda


Dan akhir-akhir kehidupan nya tuan muda mendonorkan mata nya untuk nona akira. .


Peyerangan tuan baki pun di lakukan oleh nona kaori dan kami sudah mendapatkan mata tuan muda Kao dari nyonya kaori!" Tentara bayaran barusan meletakkan botol kaca berisi bola mata berawana biru.


Karan bangkit dari tidurnya,


" Siapakah keperluan untuk hari itu jangan gan sampai gagal!" Guman karan pelan.


" Baik tuan...!"

__ADS_1


Tentara bayaran itu pergi meningalkan karan


Pemuda tampan berwajah dingin itu tersenyum membayangkan sesuatu yang ingin dia lakukan kedepan nya*.


__ADS_2