
***Rumah akira.
Akira berjalan hingga sampai di pintu kamar ibunya.
" Mama!!"
Pangil akira berjalan ke arah kamar paling unung yang masih searea dengan kamarnya. Dengan mengumpulkan semua keberanian nga akira membuka knop pintu.
" Kenapa kau pulang akira?" Tak lama kemudian muncul wanita dengan dandanan porak poranda.
" Ada apa dengan mu?" Tanya Akira berjongkok di hadapan nha.
" Apa kau tau hah? Aku di pecat oleh perusahaan . . .
Semua aset ku hilang, Bagaimana ini Akira semua hal adalah salahmu karna ada orang yang melaporkan bahwa aku memiliki anak seperti mu akira . . Hidupku hancur akira
Kekayaan dan semua kehidupan ku ludes tak tersisa . . .!!" Amarah nana meluap ia menjambak rambut akira terjadi tarik menarik di sana, tubuh akira mencondong kebelakang dimana arah jendela terbuka.
" Semua salah mu akira...."
"PLACK!"
Pukulan mengenai pipinya, Akira memegang meringis sakit dengan air mata ketakutan.
" AKU TAK MENGINGINKANMU....¡¡!!!!"
Dorongan kasar membuat rubuh Akira kehilangan keseimbangan dan terlempar keluar jendela, matanya melihat ke arah nana jemari lentiknya terulur padanya.
__ADS_1
" Mama jangan berteriak...!!"
" TIDAK apa-apa!" Matana menutup, air mata tertebak angin dan jatuh ke tanah.
Tubuh akira melayang di udara dibawah ada batu lumayan besar berada di bawah kepalanya dan siap di terjang oleh akira.
Seseorang yang berada di sekitaran taman menatap terkejut saat akira terlempar dari jendela lantai dua" akira" pangilnya.
Akira membuka matanya sedu perlahan menampakan iris matanya yang bingbang sekaligus ragu.
Tidak papa kok ! Kuharap Kalian bahagia
Aku sangat senang bisa melihat mama tersenyum
Apa aku akan mati? Apa ini akhirnya?
" BRAKH "
Tidak papa. Tubuh nya terjatuh ke bawah.
Kepala nya menghempas batu. Mata akira perlahan menutup tak ada suara sama sekali.
Darah mulai berembes dari bawah kepalanya mengalir begitu deras, pendarahan yang begitu banyak " tidak apa-apa" semua nya menghilang dalam kegelapan dan hanya ada kegelapan***.
***Nana dengan panik menuruni tangga sampai berada di depan Akira yang terluka.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan dia anakmu!" Ujar yuma marah mengengam tubuh nana kasar.
" Epresi yang tak enak di pandang iyakan?" Tanya nana menoleh ke pada yuma dengan pandangan horor.
" Apa kau punya hati nurani?" Tanya yuma.
" Aku tak menyukai rambut panjang itu, aku tak menyukai mata itu akhirnya semua nya begitu tragis untuk nya. . . darah nya begitu merah dan indah...!!"
" Mulai sekarang dia tak akan mengangu ku
dia yang selalu menyusahkan ku segera akan pergi jauh dari ku HAHAHA" gelak tawa bahagia nana membuat yunma mendelik tajam wanita yang di depan nya begitu berhati iblis.
Di lain tempat tepat nya di sebuah kolam teratai seorang pria paruh baya tengah termenung di sisi kolam. menatap hamparan indah dari teratai di permukaan air cemas dan tak enak hati itulah yang ia rasakan.
" APA YANG TERJADI KENAPA HATIKU RASA NYA SAKIT?"
TANYA NYA KE ARAH LANGIT DENGAN CEMAS.
Jika waktu bisa di ulang boleh kah aku merasakan apa itu kasih sayang seorang ibu
Dan aku ingin merasakan di sayang dan dimanjakan oleh ibuku itu adalah mimpiku
Guruku pernah bertanya sebenarnya apa yang aku mimpikan dan aku akan menjawab nya sekarang " Kasih sayang ibu " walaupun semua nya terlambat? Apa aku bisa merasakan nya?.
' Aku berharap ini semua mimpi buruk***'
__ADS_1
Like, vote dan coment dan rate masih Autor tunggu kehadiran nya Makasih . . .^^