Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
¯\_(⊙_ʖ⊙)_/¯


__ADS_3

@@@@


***DIN** ! DIN !


DIN! DIN !


“ akira! Kamu baik-baik yah, tante pergi dulu yah ada hal yang harus aku urus! Ingat jangan bermain petak umpet lagi!!"


Gadis itu menganguk “ Tante" ujarnya tertahan.


“ Apa aki?" Tanya nino penasaran.


“ Jangan mabuk!" Ucap akira tegas.


Raut wajah nino tampak berubah namun ia menganguk dan melajukan kendaraan roda empat nya menjauh dari area Jalan tempat akira berdiam diri.


BAR . .


“ Nino kau mau wine?" sem menawarinya segelas wine.


Nino hendak mengambil gelas, namun ia mengurungkan niatnya karna teringat kata akira yang pehun kecemasan kepada nya.


Hanya kata simpel yang di ucapan gadis licik itu namun ntah kenapa membuat hati nino menghangat, seakan-akan ada hal yang tumbuh dalam dirinya apa ini yang nama nya aura keibuan? Dia tak pernah merasa memperhatikan seseorang ataupun di perhatikan seseorang.


“ Jeng kenapa? Biasanya kamu yang mentraktir kami?" Tanya Huanhua


Nino hanya merilik sekilas, ia mengambil segelas jus dan menegak nya tandas.


“ Mentang-mentang kamu sekarang punya anak adopsi jadi menghemat pengeluaran?


Apa untuk anak yang tak jelas itu?" Tanya Ai dengan nada mengejek.


“ Udahlah, jika mau minum yah minum, ntar aku yang bayar!!" Nino menyudahi pertanyaan mereka.

__ADS_1


“ Hahaha, ini baru nyonya lu kita!"


“ Seperti nya mobil kamu baru tuh jeng, beli dimana berapa harganya? Model baru yah


Limited edition bukan?" Tanya Ai memperlihatkan mobil berwarna kuning ke arah nino dari layar ponsel nya.


“ Aku juga tidak tahu! Jawab nino singkat.


Huanhuan dan Ai tertawa.


“ Itu pemberian Putriku!!" Jawab nino.


Kedua wanita sosialita itu terdiam, begitu mendengar perkataan nino yang waras, bahkan tak mabuk.


Akira berjalan pelan di sekitar trotoar, sukurlah tak ada wartawan sama sekali atau semua nya akan ribut dan mejadi trending topik utama untuk besok pagi.


Akira dengan kesal menendang batu, naasnya high heels nya logar membuat sepatu pink itu terbang. Membulatkan mata nya takut akira berlari mengejar arah lemparan sepatu nya.


" TAK "


Sepatu mendarat pada kening mulusnya, para bodyguard langsung panik saat tuan muda nya berjongkok menahan rasa sakit.


Akira terkejut saat sepatu nya menegenai kening pria itu, ia berlari secepat mungkin dan berjongkok di depan wajah korban sepatu.


“ Maaf! Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya akira panik, pemuda itu belum melepaskan cengkraman pada keningnya.


Akira terjengkang ke belakang akibat tarikan salah seorang bodyguard


“ Jangan sentuh tuan kami!!"


“ Maaf!!"


“ Apa kamu yang melempar kan sepatu pada kening tuan muda?" Seorang pemuda tampan berwajah boneka menghampiri nya, akira tak berkedit melihat boneka hidup bahkan berjalan serta bisa bicara layaknya manusia.

__ADS_1


“ Boneka?" Tanya akira.


“ Maaf kami asisten Rishu!


Kami teledor membiarkan nona ini menyakiti tuan muda," takut-takut para penjaga.


“ Nona anda _-" ucapan nya terpotong saat


Orang yang di sebut tuan muda memegang tangan rishu seolah mengatakan untuk berhenti jangan mengulangi nya lagi.


Akira bengong melihat kepergian mereka,


Apa orang itu tak bisa bicara sama sekali


Ntah kenapa mata nya mirip sekali dengan orang yang akrab baginya.


“ Sukurlah kau tak lari lagi!!" Tio menghapiri akira dengan terengah-engah.


“ Tio tadi ada boneka hidup!!" Ujar akira


“ ???????????"


“ Aku ingin satu!"


“ Nona apa yang anda bicarakan?


Kau selalu kabur akhir-akhir ini!!"


Ada apa dengan gadis ini? Boneka hidup


Kaya cerita boneka Annabelle aja, duh nona lama-lama aku bisa mati muda karna ulah mu ini.


Aku belum menikah! Masih harus mengurus mu lagi, mulai dari mana?¯(⊙_ʖ⊙)/¯*

__ADS_1


__ADS_2