Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Mencintai ku apa aku pantas?


__ADS_3

Akira menempatkan tubuhnya di bawah shower membiarkan tetesan air mengenai Tubuh nya, sesekali ia selalu memegang kepalanya ntah kenapa seperti ada sesuatu memori yang hilang dari ingatan nya namun ntah apa itu.


Tangan nya mencengkeram kuat gengaman shower" kenapa semakin aku berusaha mengingat maka kepala ku semakin sakit !!" Runtuk akira mendongkrak setiap jengkal dari wajah nya, meneliti setiap inci dari wajah nya.


Lemas ntah kenapa tubunya menjadi lemas


Tumbuhnya merosot ke bawah, ia menegelamkan tubuhnya pada air dalam bak mandi “ Lagian apa maksud laki-laki tadu.." ucapnya heran dengan sikap yang khawatir.


Ingatan tadi terus berputar-putar memang benar ia yang salah namin ntah kenapa melihat raut wajahnya membuat suatu perasaan terbangun namun bukan kasih sayang melainkan rasa iri yang amat dalam guman akira menopang wajah nya pada sisi back up.


Perasaan heran tadi perlahan sirna tergantikan oleh rasa linu di perutnya, sesuatu seperti mengalir dari balik pahanya perutnya sakit bagaikan di tusuk ribuan jarum " darah ?" Ucapnya membulatkan matanya saat air menjadi merah.


" KYAAA" teriaknya.


Dihalaman yang sama dio tampak keheranan mendengar triakan akira, ia berlari menuju ke arah jendela akira dengan cemas " Kak aki . . Kak akira!!" Panggilnya cemas namun tak ada sahutan sama sekali.

__ADS_1


Pagi hari saat mentari belum menampakan dirinya, saat sang fajar belum muncul.


Suara nyaring serangga malam berpaut padu membuat seorang gadis yang baru terjaga dari tidurnya berjalan terengah-engah dengan selang infus yang masih bertancab pada lengannya.


" KAPAN TERAKHIR KALI TUBUH KU DI PASANG CAIRAN INFUS?" ujarnya pelan tangan memegang kepalanya yang berdenyut sakit.


Jam menunjukkan pukul 7.00 dua orang berjalan beriringan memasuki sebuah kamar bernuansa biru, dorongan pelan saat membuka pintu mengangetkan gadis yang tengah berkutik dengan kertas dan pensil warna nya.


" Pagi!!" Sapa nya ramah.


Haru memicingkan matanya tak suka saat selang infus dan jarum suntik berserakan di lantai dengan porak-porandakan, ia merebut gambarnya membuat akira memandang tajam.


" Aki apa yang kau lakukan? Apa kau tau jangan sekalipun menyiksa dirimu! Karna . . ._- ” ucapannya terpotong oleh akira.


" Memang nya kenapa?" Pandangan horor.

__ADS_1


" Jika kau tak berusaha mencintai dirimu, maka kau tak akan pernah di cintai," ucap haru memegang gangang infus merapikan ruangan itu, mata Akira menajam ia terkekeh pelan Sunguh lucu batinya.


" Kak akira Berhenti! Tangan mu akan terluka dengan jarum suntik!!" Dio mengengam tubuh akira cemas menghentikan amukan sementara dari dirinya.


" Kak akira! Aku menyayangimu jadi anak baik yah” rujuk Dio dengan jurus pupy eyesnya.


" BRAKH"


" KLOTANG"


Suara benda jatuh berpadu dengan lantai, akira menopang sebelah wajah nya. Tangannya mencengkram erat sisi meja.


" MENCINTAI KU JANGAN BERCANDA.


Sejak dulu aku tak pernah di cintai dan sampai kapan pun tidak akan di cintai karna itu hanyalah mimpi," Marah akira memukul dan membanting benda yang bisa ia gapai. Memukul dada haru marah, haru terjengkang kebelakang dan wajah nya mengenai ujung pintu darah keluar dari kening nya.

__ADS_1


" Yak sudah tenangkan dirimu. . .!!" Ia mengusap helain rambut biru akira.


Berjalan pelan haru mengusap sudur bibirnya kasar dan pergi dari ruangan itu menigalkan dio dan akira di sana yang hanyut dalam keheningan.


__ADS_2