
*Rumah sakit.
Haru baru saja sampai di rumah sakit, para suster berjajar rapih melihat Siaran dari konferensi keluarga Luzen merasa penasaran
Haru buru-buru menyelinap ke arah Tv terlihat sosok Tio yang merupakan asisten keluarga Luzen paling tampan sekaligus paling berbakat dalam berbagai bidang.
“ Anda sudah datang Dokter haru?" Sapa seorang suster sambil menganguk ke arah nya.
“ Ada apa ini?" Tanya haru.
“ Dok! Apa anda tak tau?
Berita gemparnya jagat hiburan keluarga Luzen
Membawa kandidat baru pewaris serta duta perfilman yang sudah lama di sandang ichika fan!!" Ucap suster mengarahkan jari telunjuk ke arah Tv.
Tv besar yang terpampang di tembok membuat haru terdiam, meneguk Saliva nya bagaimana mungkin apa yang sebenarnya terjadi?
Di lain tempat kini akira, tio, dan nino sedang saling berhadapan.
Suara detingan sendok dan garpuh menemani setiap menit dari diner keluarga Luzen.
Nino mengasongkan sebuah kunci ke arah akira yang menatap nya bingung, Akira bertanya ada apa gerangan namun nino mengeleng ia mengatakan bahwa angap sebagai sebuah hadiah untuk nya.
Tio merasa ada kecanggungan dalam hubungan nino dan akira ada sebuah ikatan yang di inginkan nino namun ada juga penghalang besar yang membuat nino menyerah.
Nino meminta tio untuk ikut keruangan nya
Meningalkan akira yang diam memakan roti sandwich dengan selai strawberry di atas nya.
Sepanjang perjalanan nino sangat waspada
__ADS_1
Mereka masuk kesebuah ruangan, menekan sebuah tombol yang Tersembunyi di balik bingkai poto sebuah tangga muncul mereka masuk menuruni anak tangga.
Semakin dalam mereka masuk semakin sempit juga keadaan jalan tangga. Jalan yang hanya bisa di lewati satu orang karena jalan nya terlalu sempit sesampainya di jalan buntu kini nino menempelkan tangan nya pada pintu besi.
* CKREK *
Kunci terbuka nino mempersilahkan Tio ikut kedalam nya, disana terlihat banyak jajaran dokumen berserta senjata yang di miliki nino.
“ Ruangan ini! Adalah persembunyian aku saat masih kecil!!" Ucap nino mengusap rank buku bernostalgia membayangkan masa kecil.
“ Kenapa Nyoya membawaku?" Tanya Tio.
“ Saat ada sebuah penyerangan atau situasi mendesak bawa akira ke sini, aku sudah menambahkan sidik jarinya termasuk sidik jarimu bisakah kau setia padaku?" Tanya nino degan tatapan kasih sayang ke arah nino.
“ Aku Akan selalu setia pada mu nyoya!!" Tio bersujud membungkuk di hadapan nino.hidup dan matinya kini berada di tangan nino sebagai seorang yang telah menyelamatkan hidupnya.
*****
“ Kemana mereka pergi?" Tanya akira menengandah ke atas menempelkan tangannya pada kening.
Cahaya terhalang oleh tubuh atletis, akira mendongkrak beranjak dari tidurnya.
“ Tio?"
“ Ikut aku?" Ucap nya pelan.
Akira mengikuti tio menuntun ke arah kolam renang, tanpa ba bi bu lagi Tio melempar kan sekotak pewarna kuku ke arah akira.
“ Kau pakaian lah!
Ingat untuk menjadi wanita paling cantik besok!!"
__ADS_1
Akira mengaguk pelan saat tio meningalkan kembali dirinya.
Suara bunyi henfoun membuat akira berhenti dari pekerjaannya menaruh pelan botol kaca ditangan nya akira menempelkan henfoun pada telinga.
“ Hallo!!" Ucap akira.
“ Aki kau dimana?" Tanya suara dari sebrang sana dengan nada khawatir.
Akira menatap kolam renang pantulan dirinya terlihat jelas di permukaan kolam.
“ Maaf kan aku haru! Aku harus melakukan ini” ujar nya pelan.
“ Aki jangan terjun dalam dunia hiburan kau pasti akan terluka!!" Bentak haru dingin.
“ Haru bolehkah aku bertanya?" Tanya akira.
“ Hmm?"
“ Apa kamu mengurus dan menyanyangi aku karna diriku sendiri atau karna Momo adikmu yang mati di hadapan ku?
Apa kamu menjadikan aku pelampiasan karna kehilangan momo kalo bukan tolong jawablah!!" Ujar akira bertanya dengan nada dingin.
Haku terdiam dari mana akira menetahui tetang hubungan dirinya dengan momo. Bukanya akira amnesia meneguk ludah nya bibir nya bergetar tak mampu mengucapkan kata penolakan.
“ Haru?"
Tak ada sahabutan sama sekali, akira mencengkeram ujung dress nya kuat
Tersenyum ramah “ Aku mengerti haru!" Sambungan terputus sepihak.
Haru terdiam melihat layar henfoun nya di blacklist ia membanting henfoun miliknya hingga pecah menjadi beberapa bagian
__ADS_1
Tangan nya mengempal kuat ia meninju tembok hingga darah berembes keluar dari tangan nya*.