
Satu bulan berlalu.
Sang pagi masih belum menampakan dirinya, jalanan terlihat sengan dan longar tak terlalu banyak kendaraan yang lewat.
Dinginya angin pagi menerpa dan masuk kedalam sumsum tulang nya namun dirinya tak goyah karna dinginya suhu.
Beberapa kendaraan terlihat berlalu-lalang kesana-kemari membuat suasana semakin cangung. Para pria berjajar kiri dan kanan kurang lebih 10 orang dengan pakaian khusus tak lupa kacamata hitam tang bertengger di hidung mancung mereka.
" Tuan muda! Anda sudah berdiam selama 6 jam. Mungkin orang itu tak akan kemari seperti biasa," ujar oria berjas hitam ia menyampingkan mantel putih yang terbuat dari kulit hewan asli.
" Paman lu, kau tak bisa seenak nya bicara seperti itu . . .
Walau bagaimanapun sosok itu telah menolong ku," remaja yang sedari tadi diam angkat bicara tangan nya merogoh kedalam saku celananya, terlihat sebuah jepitan berbentuk bunga sakura dengan ukiran indah di dalamnya.
Pria paruh baya itu menatap jepitan kecil yang di perlihatkan tuan nga kacamata putih berlensa tebal mengindentifikasi ukiran bunga di dalam nya.
Orang bernama paman lu seketika menemukan ide.
" Tuan muda Bagaimana jika membuat sebuah iklan saja!!"
__ADS_1
Remaja tadi memegang jidadnya pelan ia menghembuskan nafas nya pelan" apa paman bodoh? Jepitan seperti banyak di pasaran lagian indentitas ku sebagai pewaris keluarga fan akan memancing kemarahan para musuh. Aku takut bahwa ia akan terlibat," melangkah kaki pergi dari sana. Remaja itu menatap pohon tempat ia pingsan dulu lengan nya terulur pada batang pohon dan mengusap nya pelan.
BAGAIMANA PUN AKU PASTI MENEMUKAN MU !!
PADA SAAT ITU JANGAN LARI LAGI.
terpuan angin menerpa wajahnya, helaian pirang miliknya tersapu acak-acakan dengan epresi sulit diartikan.
*****
19 juni pukul 17.00 ...
MOMO berjalan sempoyongan, wajah nya pucat langkah kakinya tersendat-sendat keluar dari pintu perusahaan iklan tangan nya di borgol oleh pihak yang selalu menargetkan nya.
" Akira kumohon lupakan kenangan kita?' ucap momo masuk kedalam mobil polisi menikmati pemandangan terakhir dari dalam kaca jendela.
Di lain tempat kini akira tak menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan yunmo yang merupakan Senior nya.
Sementara itu yunmo merast terabaikan dan menarik wajah akira melihat ke arahnya.
__ADS_1
" Akira? Kamu sudah bolos beberapa kali
Sebagai ketua osis aku hanya bisa menyered momo juga," ancaman yunmo membuat akira sedikit emosi.
Akira dengan sigap menepis tangan yunmo, ia menarik tas nya dan pergi dari sana akira melihat pengelangan jamnya menunjukkan pukul 8 malam.
Jalanan saat itu sangat ramai terlihat orang-orang berdatangan mengerumuni sesuatu di depan. Akira merasa penasaran ia berlaro sekencang-kencangnya tak menghiraukan sekitarnya. Tanpa ragu tubuh mungilnya menerobos kerumunan orang-orang .
DEG
Wajah nya memanas, matanya membulat tak percaya seluruh tubuhnya seakan mati rasa, Akira menunduk melihat sosok yang tergeletak di jalan dengan pendarahan yang luar biasa.
" Momo apa ini kamu?" Tanya akira suara nya parau bahkan bergetar.
Tubuh momi penuh darah dan mulai melemah semua orang menjadikan tontonan gratis
Membuat akira memandang benci ke arah orang-orang yang terlalu takut menjadi saksi.
" Apa ini akira?
__ADS_1
Maaf . . . Keluarga yun hati-hati!
Lengan momo terulur pada wajah akira mengusap pipinya pelan. Perlahan tangan nya tek bergerak, pupil matanya mengencil wajah nya pucat. Tangan momo terjatuh akira tercengang menggoyang kan tubuh momo namun tak ada respon sama sekali.