Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
kebohongan


__ADS_3

*Drettt . . Drett . . Drett . . .


Getaran bunyi henfoun membuat akira perlahan membuka matanya mengejabkan beberapa kali


Kesadaran nya belum seutuhnya terkumpul


Ia mengarahkan tangan nya ke arah laci mencari henfoun mengacak-acak lembaran buku-buku yang mulai berjatuhan.


" Hallo ” ucap akira nada khas orang yang baru tidur mata nya belum terbuka seutuhnya.


[ Aki kau dimana?]


" Ada apa haru?" Tanya balik Akira.


[ Aku sudah tiga kali ke villa


dimana kau aki aki akan menjemput mu sekarang juga...!]


Tanya haru tegas membuat akira membelatakan matanya kaget. Ia memutar otak mencari alasan yang pas untuk menyakinkan haru terhadap dirinya.


“ Kak haru aku sedang di rumah teman ku, besok akan pulang aku janji!!”


[ Benarkah?]


Akira menganguk cepat suara haru terdegar curiga tidak puas dengan alasan yang ia katakan


“ janji ini sudah malam kak akira mau tidur" sambungan telpon terputus sepihak, haku memandang layar henfoun nya dengan tatapan aneh sedangkan akira membanting telponya apa tindakannya membohongi haru benar? Matanya mengejab beberapa kali dan kembali memposisikan tubunnya pada belaian selimut hangat nya. Masa bodo hari esok masih panjang gumanya Pelan, tak terasa matanya mulai berat dan tertidur kembali sedangkan haru merasa cemas karena adiknya menghilang begitu saja.

__ADS_1


Dirinya bolak-balik tak tenang seingat nya bahwa akira tak memiliki teman sama sekali, kejadian lima tahun yang lalu haru berharap tak akan pernah ter ulang kembali lagi.


Pagi hari . .


Pagi hari pun tiba suara para pelayan membangunkan akira menyuruh gadis itu untuk bersiap dan turun ke bawah, akira menyetujui di bantu para pelayan dirinya turun ke bawah di ruang makan kini baki dan ferri saling berhadapan memakan pizza yang baru saja di bawa ferri, akira menarik kursinya pelan menaruh tas gendong nya di bawah. Tanpa minat sama sekali untuk memakan atau mencicipi sedikit pun maksnan yang sudah tersaji rapih di meja .


" Aku akan pulang! Sebulan ini jagan ngangu aku dulu!!" Akira beranjak pergi dari sana menarik tas nya menyamping kan di sebelah pundak nya.


" .........."


" ........."


Baki dan ferri tak mengerti maksud gadis itu.


" Oh yah satu lagi . . Jika seandainya kalian bertemu dengan ku tolong pura-pura tidak kenal saja" guman akira dengan nada pelan. Baki dan ferri menganguk mengerti tatapan mata mereka masih mengawasi pungung akira yang perlahan hilang di balik pintu utama.


Dari kejauhan tampak mobil hitam berhenti di arah jam 5 banyak para bodyguard berbaris rapih menyambut turunya seorang wanita.


Seketika suasana jadi panas dan ribut ketika artis papan atas ichika lee keluar dari mobilnya.


Tak banyak para wartawan mendekati berharap bisa mendapatkan topik hot namun niatnya mereka di urungkan karna terlalu banyak penjaga bersenjata lengkap.


Ichika berjalan ke arah ayunan, kacamata yang masih bertenger di hidung mancungnya membuat dirinya tambah mempesona ichika mendudukan dirinya di ayunan bernostalgia mada lalu“ Andai waktu itu aku bersama nya” ucapnya terkekeh pelan menoleh kebelakang banyak para pengemar yang berusaha menerobos para penjaga.


Hari libur yang singkat. Ichika mengunakan nya untuk bersantai kehidupan sebagai pabrik pigur membuatnya tak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Dulu ia bisa sesuka hati mengambil cuti dan bersantai namun sekarang dirinya di sibukan bernagai urusan perusahaan akuntansi yang baru berjalan selama 4 tahun lamanya.


Ichika memutuskan membeli se cup ice cream

__ADS_1


Menghela nafas ichika menikmati ice coklat, punggung nya bersandar pada ayunan, iris birunya mengamati apa lagi yang harus ia lakukan.


Mencoba mengigat sesuatu yang terlewat. Si anggun melangkah menuju ke arah para bodyguard, benar saja para bodyguard itu sedang celingukan karna mencari dirinya.


“ Kalian pulang lah dulu aku masih ada urusan," ujar ichika ke ara bodyguard nya.


“ tapi nona Bagaimana keselamatan mu nantinya?" Tanya bodyguard kepercayaan Ichika yang di ketahui bernama kino.


“ Tenang saja, aku tidak serumit itu untuk jadi target musuh!!" Ucao ichika pelan.


“ tapi nyoya_-” ucapan nya terpotong oleh bentakan ichika pelan.


“ Apa kata-kata ku sudah tak berarti lagi?" Bentak ichika membuat kino langsung pergi memberi aba-aba oada rekan seperjuangan untuk menjauh dari ichika.


Baki sedari tadi memperhatikan kelakuan salah satu musuh terbesar nya, namun dirinya harus bisa tak terespon oleh ichika agar memudahkan dirinya merebut semua kekuasaan milik keluarga fan dan keluarga Luzen baginya ichika hanyalah sebuah nyamuk lemah yang sewaktu-waktu bisa mati kapan saja.


Mata elang Nino menatao lurus ichika dari balik kaca mobilnya kemudian tersenyum penuh kebencian kearahnya. Kepala Nino menunduk saat ichika menatap ke arahnya.


Ichika kembali memposisikan dirinya di ayunan menikmati angin sepoi-sepoi pagi itu tak terasa dirinya hampir menginjak usia tua, mungkin sebentar lagi dirinya akan berbaur dengan tanan


Pikir ichika melayang jauh ke depan.


“ Bagaimana pun caranya aku harus bisa mendapatkan harta kekayaan keluarga Luzen agar menjadi milikku sendiri" tekad kuat ichika membuat sebuah niat buruk terus menggerogoti nya selama ini.


“ Bagaimana pun caranya harta kekayaan keluarga Luzen adalah milikku ichika dan akan menjadi miliku jika harus di wariskan hanya dia yang bisa bukan putra mu itu karna kau selama ini berjuang bukan untuk Esson melainkan untuk anak mu yang lainya” Guman Nino kala itu. Melajukan mobilnya pergi dari sana meningalkan pusat keramain karna sesuatu terjadi di sana membuat sebuah keributan ichika maupun baki menjadi tegang dan panik saat sebuah kedakan muncul di taman.


" **BOOOM*** "

__ADS_1


__ADS_2