
β *Hei ! Memangnya apa yang kulakukan padamu kenapa marah?" Tanya akira naik darah.
β Kalao kau tidak mau aku main tangan, kamu lebih baik menurut saja,β Baki mngcengkram kuat bahu akira.π·π·π· Bunga-bunga tulip berjatuhan dari tangan nya tubuh nya bergetar hebat ketakutan. Baki menginjak takai bunga tulip membuat akira di selimuti hawa hitam di sekitar tubuhnya.
β Lepaskan bajunu, minta pelayan membantu mu mandi," Ujar baki tegas dengan ancaman membuat gadis itu terdiam dengan gejolak amarah yang hampir meledak-ledak.
Apa dia tidak suka aku kotor?
Iblis ini masih suka kebersihan rupanya.
Serigaian jahit terlihat jelas di bibirnya.
Giginya mengigit pelan bibir merah muda yang memakai lipstik tipis. Maju beberapa langkah mendekat kearah baki, tanganga mengengam baju baki mengelap tangan nya mengunakan baju baki Akira menyipit kan matanya saat baki memegang tangannya menarik tangan akira kuat hingga wajah mereka hampir berciuman
Akira menutup matanya di saat itu baki membalik tubuh akira kasar hingga posisi akira berada dalam pelukan baki yang tak lepas memegang tangan nya kuat.
β Tsubaki Borgia,
Dasar kamu berengsek!β triak akira marah, geram sunguh mendapatkan perlakuan kasar
β Kamu bukan laki-laki berani-beraninya menyiksa aku," ucap Akira sengit mengeyampingkan wajahnya.
β lepaskan aku!
Lepaskan aku !β wajah baki mengeram kesal mencengkram kuat tangan akira, bunyi tulang terdengar ngilu Akira merintih sakit ia berusaha memberontak namun tenaganya kalah kuat dengan si keturunan iblis borgia.
Baki mendekatkan mulutnya pada telinga akira membisikan sesuatu β Laki-laki atau bukan apakah kau ingin merasakan nya?
Aku tidak keberatan kalaupun kamu bersedia merasakan nya? Masih bilang aku menyiksamu!?
Kalo begitu kau punya berapa nyawa di tangan ku hingga berani melakukan hal yang membuatku marah aku tidak akan melakukan ini . . .β
__ADS_1
Akira mendorong baki kasarβ Kamu teganga menyiksa wanita lemah seperti ku, apa keluarga borgia masih bisa menunjukan muka seperti penjahat di depanku!!"
β Tsubaki borgia. Dalam hidupku ini benar-benar sial bertemu Dan dengan bodohnya bersedia bekerja sama dengan mu," Semprot akira pedas bibir mungilnya seakan mengeluarkan racun yang bisa mematikan banyak orang lewat nada bicara akira yang mirip dengan keluarga borgia.
β Masih berani bicara seperti itu ...." Baki mendorong kasar akira membuat tubuhnya terjengkang masuk kedalam kolam.
" BYURRR"
Akira bergetar ketakutan saat iblis itu memandangi nha horor" kalian bantu dia mandi sebelum dia bersih sampai tertidur jangan harap kalian bisa istrirahat." Baki memerintah oara pelayan yang menganguk ketakutan menerima amarah dati sang tuan rumah.
Seminggu kemudian.
Meraih sebuah laptop tangannya setia mengampit sebatang rokok menghisap pelan
Asap nikotin mengempul di sekitar bibirnya
Kegiatan itu ia ulang berkali-kali.
Iris safir menatap senang namun terkesan aneh pada langit-langit kamar. Seorang yang terus membuatnya senang sunguh teramat senang
Esson baru pertama kali merasakan nya.
Tatapan penuh kehangatan muncul, tatapan yang menurutnya telah lama mati" Akira kau semakin cantik dan lucu,β ujarnya pelan tangannya memegang tenggorokan terasa kering dan oahit.
Helaan nafas pelan muncul, mematikan api pada kunting yang sudah pendek pada asbak berlapis emas.
Di tak boleh terlalu berharap dunia antara akira dandirinya jauh berbeda.
Perasaan sedih muncul,β Jika akira bersamaku maka kehidupan penuh akar hitam menunggu nya . . Dia tak boleh sampai mengalaminya," ujar esson tegas.
Akira pasti sudah terbiasa dengan dunia oehun kedamaian akan menjadi egois jika dirinya mengikat akira.
__ADS_1
β Aku tak suka bagaikan mandi di air panas kulitku menjadi kering!!" Tatapan iris safir memandang horor.
Menghempas tubuhnya kasar kasir king size yang empuk menemani khayalan esson matanya menerawang jauh dengan senyuman yang tak lepas di bibirnya.
Flash back of..
Akira perlahan menutup matanya, esson tersenyum pelan epresi akira ketakutan akira sngat lucu. Akira yang merasa terbodohi ngambek menenfang kaki esson kasar naas nya malah kakinya yang sakit sedangkan esson mengeyit kan alis nya heran.
β Bahkan epresi marahnya sunguh lucu," batin esson.
β Kak esson kenapa ada perkebunan bunga di dalam hutan ?" Tanya akira berjongkok, hidung nya mencium bau serbuk sari harum kelopak hunha membuat akira memetik beberapa tangkai.
β petiklah sebanyak yang ku mau, bunga ini tumbuh sendiri . . Dulu hanyalah sepetak tahan tandus..."
β woah Benarkah boleh memetiknya?" Akira mencondongkan tubuhnya oada wajah esson.
β Umm" esson menganguk, rona merah menjalar menghiasi pipinya. Telinganya terasa panas saat tangan Esson di gengam akira mata birunya berbinar senang dan tentunya karna dirinya bangga esson.
" Sudah cukup?"
" Sudah, kak esson makasih," ucaonya ramah.
" Ayo kita pulang, sepertinya merwka seudah pergi?!!" Esson menarik tangan akira agar tak tersesat, di hutan berantara penuh hewan buas.
" Mereka? Siapa?"
Esson terdiam" segelombolan orang-orang bawah tanah saja. . Kau aman bersamaku," esson menarik kerah bajunya bersikap keren dihadapan akira.
" Baiklah...!!"
Tawa akira pecah melihat tingkah esson mereka tertawa di malam itu sungguh perasaan aneh mulai muncul dihati esson. Malam itu esson mengantarkan akira pulang di jalanan yang sepi, akira ketakutan memeluk punggung esson yanh gugup. Perasaan hngat menjalar pada tubuh esson di balik helmnya esson Tersenyum pelan*.
__ADS_1