
Langkah kaki jenjang itu mulai menapaki lantai demi lantai di area bandara. Ketika netranya mulai menangkap siluet sosok yang dikenalnya, ia langsung melambaikan tangan.
"Mami!" Panggilan sayang dari si pemilik kaki jenjang ketika berhadapan dengan sosok yang dimaksud.
"Jesly, putriku! Akhirnya kamu pulang juga ke tanah air." Wanita paruh baya itu memeluk putri semata wayangnya.
"Iya, Mam. Aku menerima tawaran dari desainer kondang IGAN."
"IGAN? Maksudmu Ivan Ganda?"
Gadis tinggi semampai bernama Jesly Chung mengangguk mantap.
"Wah, jadi itu alasan kamu kembali? Untung saja Mami sudah minta pihak bandara untuk melakukan pengamanan ketat untukmu. Ayo kita pulang, kita cerita sambil jalan saja!"
Mereka berjalan menuju ke mobil yang sudah disiapkan. Beberapa orang yang mengenali sosok Jesly langsung bersorak histeris.
Jesly hanya mengulas senyum dan melambaikan tangannya. Jesly masuk ke dalam mobil diikuti sang ibu.
"Jadi, pekerjaan apa yang akan kamu lakukan dengan IGAN?" Ibu kandung Jesly ini sangat penasaran dengan projek putrinya kali ini.
"Mami tahu kan kalau dia membuat ajang kecantikan sendiri disini? Ya, dia menawariku untuk menjadi salah satu pelatih di ajang itu."
"Ah, putriku memang selalu hebat!"
"Lalu... Bagaimana kabar tentang Arion?"
Wajah wanita paruh baya bernama Jenny ini berubah drastis. "Kenapa bertanya tentang Arion?"
"Soalnya Mami selalu menghindar kalau aku tanya soal Arion."
Jenny memutar bola mata malas. "Kamu ingat ya, kamu sendiri yang dulu ninggalin dia karena ingin fokus pada karirmu. Kenapa sekarang kamu mau mengejar dia? Arion sudah menikah, Jes. Dan nanti malam mereka akan mengadakan pesta gender reveal pada bayi yang dikandung istri Arion."
"Apa?! Hamil? Bukannya mereka baru menikah kemarin?"
"Tiga bulan lalu, tepatnya!" sanggah Jenny.
Jesly nampak berpikir sejenak.
"Sudahlah, Jes. Masih banyak pria lain yang lebih baik dari Arion. Untuk apa mengejar suami orang? Lagi pula kalau sampai papimu tahu soal ini, dia pasti akan marah besar!" Jenny bergidik ngeri membayangkan kemarahan suaminya.
"Mami tenang saja. Bukan Jesly namanya kalau harus menyerah sebelum berperang. Aku akan cari tahu siapa istri Arion sebenarnya."
Jenny menghela napas kasar. Sulit sekali bicara dengan putrinya ini.
__ADS_1
...***...
Malam harinya, Jesly merajuk pada sang ayah aga bisa ikut ke pesta yang diadakan Johan.
"Apa kamu yakin mau ikut? Atau kamu hanya ingin bertemu dengan Arion?" selidik Jimmy Chung, ayah Jesly.
"Ayolah, Pi. Disana kan banyak kolega bisnis Papi. Masa iya aku hanya mau ketemu Arion saja." Jesly mengedipkan sebelah matanya.
"Baiklah, sekarang bersiaplah!"
Dengan senyum merekah, Jesly memakai gaun terbaiknya untuk acara malam ini. Meski baru saja tiba, tapi semangat Jesly untuk bertemu Arion tidaklah pudar.
Tiba di ballroom hotel, Jesly mengedarkan pandangan matanya ke seluruh ruangan. Tangannya tertaut pada lengan sang ayah sebagai bukti jika dirinya memang serius ingin ikut dalam pesta ini.
"Jes, coba lihat itu!" Jimmy menunjuk ke arah satu sosok pria muda.
"Dia adalah putra tunggal Dewantara Syailendra. Namanya Argantara Dewangga. Dia sekarang memimpin Grup DS. Kamu harus mendekati dia. Dia salah satu pebisnis muda yang diidamkan para wanita."
Jesly menatap sosok Argan yang memang tampan dan juga murah senyum. Sepanjang berbincang dengan orang lain, Argan selalu mengulas senyum. Berbeda dengan sosok Arion yang memang dingin. Dan itu adalah yang Jesly suka dari sosok Arion.
"Pih, aku kesana dulu ya! Ada temanku disana!"
"Eh? Kamu tidak berbohong karena ingin bertemu Arion kan?"
"Pih, meski itu Arion, aku juga tahu diri kok. Arion sudah menikah, begitu kan?"
Jesly mengangguk dan langsung melangkahkan kaki jenjangnya ke arah pria yang sudah lama tak ditemuinya.
"Arion!"
Sapaan Jesly membuat Arion menoleh.
"Jesly? Kamu disini?" Arion cukup kaget dengan kehadiran Jesly di pestanya.
"Ya, aku baru saja tiba. Tapi aku langsung ingin menemui. Sudah lama sekali kita gak ketemu."
"Yeah, sejak kamu memenangkan kontes kecantikan itu... Kamu juga menghilang, Jes."
"Oh, come on, Arion. Aku gak pernah lupain kamu lho! Tapi kamu malah lupain aku dengan menikahi gadis lain." Jesly bergelayut manja di lengan Arion.
Suasana mencair. Jesly dan Arion mulai bernostalgia dengan masa-masa mereka saat masih tinggal di LA dulu. Arion bahkan tertawa cukup keras dengan candaan yang diberikan Jesly.
"Jesly Chung? Apa dia sudah kembali?" gumam Alza ketika ia mencari sosok Arion. Namun yang dicari malah sedang asyik mengobrol dengan kawan lamanya.
__ADS_1
Hati Alza mulai memanas melihat kedekatan mereka berdua. Alza segera memisahkan diri dari keramaian pesta itu.
Alza merasa tidak cocok dengan suasana pesta yang dibuat untuk bayinya. Alza duduk sambil mengatur napasnya. Rasanya sesak melihat ayah bayinya sedang bersama wanita lain.
"Mau minum, Nona?" Seseorang menyodorkan segelas jus untuk Alza.
Alza yang sedang menunduk sontak mendongak ke atas.
"Tuan Argan?" Alza kaget. Argan tidak datang sendiri. Dia bersama dengan neneknya.
"Oma Ratna?" Alza membulatkan mata.
"Alzarin! Jadi namamu adalah Alzarin?"
"Iya, Oma Maaf karena aku belum sempat mengunjungi Oma dan berterimakasih sama Oma."
"Tidak apa, Nak. Oma tahu kamu sedang hamil. Bagaimana keadaanmu, Nak?"
Alza memaksakan senyumnya. "Aku baik, Oma."
Rasa kesal Alza sedikit mereda karena kehadiran Argan dan Ratna. Mereka terus mengobrol hingga pesta usai.
...***...
Setelah pesta usai, Alza memilih untuk beristirahat karena merasa sangat lelah. Saat akan merebahkan diri di tempat tidur, Alza menatap Arion yang baru keluar dari kamar mandi dengan senyum merekah.
Arion duduk di tepi ranjang dan memegangi kedua tangan Alza.
"Sayang, apa kamu dengar apa yang dikatakan kakek tadi?"
Alza mengerutkan keningnya. "Soal apa?"
"Soal saham perusahaan. Kakek akan menyerahkan seluruh saham miliknya untuk anak kita nanti." Arion bercerita dengan mata berbinar.
Sungguh Alza tidak mengerti dengan apa maksud Arion bercerita tentang hal ini.
"Kamu tahu, aku sudah menunggu hari ini sejak sekian lama. Aku sudah berusaha keras untuk menyenangkan hati kakek. Melakukan semua yang dia inginkan. Dan akhirnya hari ini tiba. Aku akan mewarisi perusahaan milik kakek. Anak kita akan jadi pewaris selanjutnya." Arion memeluk Alza.
"Kita pasti akan bahagia, Sayang..." Arion mengecup kening Alza dengan penuh cinta.
"Kamu pasti lelah kan? Sekarang tidurlah!" Arion merebahkan tubuh Alza.
"Aku akan memeriksa pekerjaan sebentar. Kamu tidurlah!" Arion mengecup singkat bibir Alza kemudian meninggalkan ibu hamil itu.
__ADS_1
Alza menatap nanar kepergian Arion.
"Entah berapa jarak yang membentang diantara kita. Tapi kali ini semuanya benar-benar berbeda. Kamu bukan lagi Arya yang kukenal. Kamu sudah berubah, Arya. Apakah memang aku tidak akan bisa lagi meraih Aryaku? Kamu bukan Arya, tapi kamu adalah Arion. Arion Nusantara yang hanya memikirkan kekuasaan dan kekayaan..."