
Di dalam sebuah kamar, seorang gadis cantik sedang duduk sambil menatap ponselnya. Tangannya terkepal mengingat momen yang membuat hatinya dipenuhi amarah.
Dialah Arzetta. Ia ingin membalas apa yang diperbuat Alza di masa lalu. Sebenarnya Zetta sudah baik-baik saja jika tidak ada yang memancing emosinya. Ibunya sendirilah yang sudah membuat Zetta harus mengambil langkah ini.
Zetta teringat peristiwa makan malam beberapa waktu lalu dimana Lia dengan gamblangnya meminta nomor telepon Alza melalui Falia. Hati Zetta yang masih belum terima dengan kehadiran Falia, kini harus ditambah kenyataan bahwa ibunya sendiri malah menabur garam diatas lukanya.
"𝘔𝘢𝘮𝘢? 𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘔𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘳𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶. 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯! 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘻𝘢𝘳𝘪𝘯? 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘮𝘦𝘸𝘢 𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢?"
Kejadian itulah yang membuat Zetta kini harus mengambil langkah ini. Getaran ponselnya membuat Zetta tersenyum seringai.
"Halo, bagaimana?"
"𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘰𝘬𝘶𝘮𝘦𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱, 𝘕𝘰𝘯𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘦𝘬𝘴𝘦𝘬𝘶𝘴𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨?"
"Iya, lakukan sekarang juga! Aku ingin melihat Alzarin hancur secepatnya."
"𝘉𝘢𝘪𝘬, 𝘕𝘰𝘯𝘢. 𝘚𝘪𝘢𝘱 𝘭𝘢𝘬𝘴𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯!"
Panggilan berakhir. Zetta menatap lurus ke depan dengan senyuman menyeringai.
"Bersiaplah Alzarin. Hari ini semua orang akan tahu siapa kau sebenarnya!"
#
#
#
Hari ini Alza berangkat sendiri tanpa dijemput Argan. Kekasih barunya itu mengirim pesan jika hari ini akan mengantar Oma Ratna pergi arisan bersama teman-temannya.
Alza mengerti. Ia memilih untuk menyetir sendiri mobil miliknya yang jarang dipakai karena Argan selalu mengantar jemput dirinya.
Ketika memasuki gedung kantor, Alza merasa ada yang aneh dengan tatapan para karyawan terhadapnya. Alza berusaha tetap menyapa mereka dengan senyum tulusnya.
"Gak nyangka ya ternyata dia gak sepolos penampilannya."
"Iya, wajah aja polos dan lugu. Tapi ternyata pemain juga, hahaha."
Alza mengernyit bingung. 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘯? 𝘈𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶?
Semakin Alza jauh melangkah, makin terdengar sayup-sayup orang berbisik yang masih bisa didengar oleh Alza.
"Lihat dia! Ternyata dia bukan perempuan bersegel seperti kelihatannya."
𝘿𝙀𝙂
Jantung Alza berdetak cepat tiba-tiba. 𝘈𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶?
"Iya, gak nyangka ternyata dia udah jadi janda dua kali. Kasihan Tuan Argan dong kalo begini. Masa dapat istri bekas orang lain sih, dua kali pula!"
Alza tak dapat lagi mengontrol ritme jantungnya. Ia segera berjalan cepat menuju ke ruangannya.
Hatinya begitu sakit mendengar semua orang menghina dirinya.
𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘴𝘰𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪? 𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘪𝘥𝘦𝘯𝘵𝘪𝘵𝘢𝘴𝘬𝘶? 𝘉𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘪𝘰𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘦𝘬𝘴𝘱𝘰𝘴 𝘮𝘦𝘥𝘪𝘢.
Alza masih berdiri mematung di ruangannya. Hingga akhirnya seseorang masuk ke dalam ruangan itu sambil berjalan tergesa.
"Alza! Kamu sudah tahu berita viral hari ini?"
"Berita viral? Memangnya berita apa, Mbak Rosma?"
Rosma menyerahkan ponselnya pada Alza.
"Semua orang sedang membahas ini di kantor."
Alza menutup mulutnya tak percaya. Sebuah headline berita di situs media online membuat jagad maya heboh.
𝙄𝙣𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙤𝙨𝙤𝙠 𝙠𝙚𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝘼𝙧𝙜𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝘿𝙚𝙬𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖. 𝙒𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙣𝙖𝙠.
__ADS_1
Alza menggeleng kuat. Bagaimana bisa media online merilis berita seperti ini? Begitulah pertanyaan Alza saat ini.
"Alza, kamu gak apa-apa?" Rosma mengusap pelan punggung Alza. Rosma memeluk Alza untuk memberikannya kekuatan.
#
#
#
𝘽𝙍𝘼𝙆!
Pintu ruangan Alza terbuka dan menampilkan sosok Argan disana. Matanya memerah menahan seluruh amarah yang ada dihatinya setelah membaca berita hangat hari ini.
"Rosma, dimana Alza?"
Rosma yang sengaja ada di ruangan Alza hanya menghela napas dan menunjuk ke atas.
Dengan langkah lebarnya, Argab gegas berlari menuju ke tempat Alza berada. Alza berada di rooftop. Begitulah petunjuk dari Rosma.
𝘈𝘭𝘻𝘢, 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶. 𝘏𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘩𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘪𝘯𝘪. 𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶, 𝘈𝘭𝘻𝘢...
Dilihatnya Alza sedang menangis di atap gedung. Argan menghampiri. Sungguh ia tak menyangka akan melihat Alza kembali menangis setelah dua tahun ia berusaha mengembalikan senyum Alza.
"Alza..."
Panggilan Argan membuat Alza menoleh.
"Abang..." Alza menghambur memeluk Argan. Alza menumpahkan kesedihannya dalam dekapan Argan.
Bagaimana dirinya harus menghadapi dunia? Bagaimana ia akan menjalani hari setelah semua orang tahu tentang masa lalunya?
"Jangan khawatir! Ada aku disini! Aku tidak akan meninggalkanmu..."
Alza mengangguk. Alza tahu betapa besarnya cinta Argan untuknya. Dan di saat kini Alza juga menyadari perasaannya, ujian kembali datang menerpa kehidupan asmaranya.
#
#
#
"Cari tahu siapa yang sudah menyebarkan berita ini ke publik!" perintahnya pada Ammar.
"Baik, Tuan."
"Cari sampai ke akar-akarnya. Orang yang sudah melakukan ini pada Alza, harus menerima hukuman dari perbuatannya. Bila perlu habisi dia!"
Ammar bergidik ngeri. Baru kali ini ia melihat seorang Argan berubah menjadi pria yang kejam. Bertahun-tahun mengenal Argan, Ammar tak pernah melihat sisi mengerikan Argan.
Argan adalah sosok lembut yang murah senyum. Baik pada semua orang dan tak pernah melakukan kecurangan dalam berbisnis. Namun kali ini, hanya karena seorang wanita bernama Alza, Argan bahkan tak segan meminta Ammar untuk menghabisi orang yang sudah menyebar berita tentang masa lalu Alza. Sungguh cinta memang sangat membutakan ya!
#
#
#
Di kantor Nusantara Grup, banyak pemburu berita yang ingin bertemu dengan Arion. Setelah berita hubungannya dengan Alza mencuat, banyak orang penasaran apa benar wanita yang dulu ingin dinikahi Arion adalah Alza dan bukan Jesly.
Wartawan juga penasaran dengan kandasnya hubungan Arion dan Zetta yang disinyalir adalah karena Alza. Lantas kenapa setelah menikahi Alza, Arion malah mengumumkan pernikahan dengan Jesly?
Publik menunggu jawaban Arion. Namun tetap saja, mereka tidak akan mendapatkan apapun dari Arion. Ia memilih bungkam dan menghindari pencari berita.
Arion yang sedang dikuasai amarah, malah menuduh Jesly yang sudah menyebarkan berita tentang Alzarin.
"Enak saja! Meski aku tidak menyukainya, aku tidak akan melakukan hal yang merugikan diriku sendiri!" elak Jesly.
Arion terdiam. Perdebatan sengit yang sempat terjadi akhirnya mereda. Johan meminta anak buahnya untuk mencari tahu siapa dalang dibalik semua ini.
__ADS_1
Di tempat berbeda, Oma Ratna juga sedang bicara dengan Argan. Tak ingin cucunya berhubungan dengan Alza, Oma Ratna menolak merestui hubungan Argan dan Alza.
"Jauhi dia, Argan!"
"Apa? Sejak kapan Oma memandang seseorang hanya karena sebuah berita yang gak jelas sumbernya? Oma menyayangi Alza kan?"
Oma Ratna memalingkan wajah. "Oma memang menyayangi Alza. Tapi bukan berarti harus menjadikan dia cucu menantu Oma!"
"Aku cinta sama Alza. Dia juga cinta sama aku. Aku akan menikahi dia apapun yang terjadi!" tegas Argan.
"Argan! Kamu itu hanya dibutakan cinta! Kamu tidak mikir apa imbasnya untuk keluarga kita? Untuk perusahaan?"
Argan kini terdiam. Jika memikirkan tentang perusahaan, Argan mulai dilema. Dirinya baru saja mendapat tempat tertinggi dalam dunia bisnis. Haruskah ia melepasnya demi seorang Alza? Wanita yang sudah dua kali gagal dalam pernikahan.
"Argh!" Argan berteriak kesal lalu meninggalkan Oma Ratna.
Di saat hatinya sedang kacau begini, Argan memilih untuk mendatangi Alza. Mungkin dengan menemuinya hati Argan akan jadi lebih tenang.
Argan menekan bel apartemen. Tak lama sosok Alza yang ia cintai membuka pintu.
"Bang Argan?" Alza mengernyit bingung. Ini sudah malam dan Argan mendatanginya.
"Hai sayang..." Argan langsung membawa Alza dalam dekapannya.
"Abang kenapa?" Alza mengusap pelan punggung lelakinya.
Alza mengajak Argan untuk duduk di sofa. Secangkir teh hangat ia hidangkan untuk kekasih hatinya.
"Aku bertengkar dengan Oma!" ucap Argan.
"Eh? Apa karena aku?" Alza menunduk.
Argan menggeleng. "Tidak! Jangan menyalahkan dirimu. Oma hanya... Belum bisa menerima hubungan kita saja."
Argan menatap Alza yang masih menunduk. Argan menghadapkan tubuh Alza kehadapannya.
"Sayang... Jangan dengarkan apa kata orang. Ya? Percaya saja padaku! Aku akan meyakinkan Oma agar merestui hubungan kita."
Argan mendekatkan tubuhnya pada Alza. Ia tatap lekat wanita yang mengisi hatinya sejak pertama bertemu. Tak pernah menyangka kini wanita ini menerima cintanya.
"Aku mencintaimu, Alza..."
Dengan gerakan pelan, Argan menarik tengkuk Alza mendekat, mengikis jarak diantara mereka. Hingga kedua bibir mereka bertemu dan saling mengungkap rasa.
Alza terkejut, tapi ia tak bisa menolak. Ia merasakan betapa besarnya cinta Argan padanya. Alza membalas. Alza membalas sapuan bibir Argan padanya.
Alza mulai terbuai. Ia adalah wanita normal. Ia juga butuh belaian seorang pria. Hingga tubuh Alza kini sudah terbaring di sofa dan Argan sama sekali tak ingin melepas tautan bibirnya.
"Abang..." Alza menatap pria yang berada diatas tubuhnya.
"Jika Oma tidak bisa menerima hubungan kita, maka... Aku akan membuat Oma menerimanya dengan terpaksa."
"Maksud Abang?"
Tanpa menjelaskan lagi pada Alza, Argan kembali meraih bibir mungil Alza. Ini adalah kali pertama mereka melakukan hal yang lebih dari berpelukan. Argan ingin Alza bisa menerima dirinya seutuhnya. Argan akan senekat itu agar sang Oma menerima hubungan mereka.
"Abang..." Alza memejamkan mata ketika bibir Argan kini menelusuri leher mulusnya.
Tangan Argan bergerilya melepas satu persatu kancing piyama milik Alza. Argan sudah dikuasai kabut gairah. Ia tatap wanita yang ia kungkung di bawah tubuhnya.
"Abang... Kita..."
"Kita lakukan sekarang, Alza... Aku ingin memiliki kamu seutuhnya."
"Heh?!"
Masih dalam keterkejutan, Alza merasakan tubuhnya melayang karena Argan menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar.
...***...
__ADS_1
*𝙷𝚊𝚢𝚘𝚘𝚘, 𝚋𝚊𝚋𝚊𝚗𝚐 𝙰𝚛𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚑𝚒𝚕𝚊𝚙 𝚐𝚊𝚔 𝚢𝚊𝚊𝚔 🫣🫣🫣🫣