
kejadian tadi terus tergiang dipikiranku, apa yang kurasakan selama ini tak seperti yang kuharapkan, betapa bodohnya aku, dan betapa mudahnya aku menyukai perempuan yang belum ku kenal baik, dari sikapnya yang ramah terhadapku telah memperdayakan hatiku untuk tertarik padanya, "ah sial... gumamku...
jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, kantuk pun tak kunjung datang mengingat kejadian tadi buat hatiku berkecamuk setelah sekian lama aku bergelut dengan pikiran yang kalut, lalu aku tiba-tiba membayangkan bibir yani yang baru kucumbu, bibir wanita itu sungguh manis dan begitu lincah ketika dia memainkan lidahnya dimulutku yang membuatku geli seketika, tapi aku melakukannya bukan dengan hati yang senang melainkan dengan nafsu seketika, aku pun merasa kasihan pada gadis itu, andai saja aku menyukainya mungkin gadis itu sudah jadi ratuku yang selalu kuperhatikan.
pagi yang cerah membangunkanku dari lelap malam, walau mata masih mengantuk disebabkan tidurku yang telah larut semalam, aku memaksa bangun dan bergegas ke kamar mandi, sehabis mandi dering hp berbunyi, lalu ku lihat dilayar hp ratih memanggil...
" ada apa lagi gadis itu menghubungiku, apa dia mau ngebohongin lagi.. " gerutuku..
lama tak ku angkat hp itu setelah beberapa kali dia menghubungiku, aku pun tak mengubrisnya sama sekali. lalu masuklah satu pesan masuk.
" hai boy, apa kabar pagi ni ???
apakah kamu ada waktu pagi ini ???
bisakah kita bertemu, ada yang ingin aku jelasin sama kamu... "
__ADS_1
" ada perlu apa lagi ni yang mau dijelasin, apa dia belum puas dia ngebohongin aku samalam..., okelah kalau begitu aku mau lihat permainan apa lagi yang mau ditunjukkan oleh gadis ini " gerutu ku didalam hati.
tuut.. tuut.. tuut...
" Hai boy...., apa kabar pagi ini ?? "
" baik... " (singkat)
" apa aku mengganggu waktumu ?? " (nada penasaran)
apa kamu belum puas ngerjain aku semalam ??
ngaku lagi sakit, eh gaktaunya lagi ngedate sama laki-laki lain, sudahlah lupain aja masalah perasaanku kekamu ??? " (jawabku ketus)
" iya, aku ngaku salah udah ngebohongin kamu semalam, tapi aku mohon dengarkan dulu penjelasanku.. aku mohon boy ini bukan seperti yang kamu kira ??? " (nada yang berharap)
__ADS_1
" emangnya aku langsung percaya sama kamu gitu, setelah apa yang kamu lakukan semalam, untung aja aku belum jadi pacarmu, jika saja malam itu aku sudah jadi pacarmu, sudah aku labrak kamu, tau gak ??? " (jawabku masih dengan nada emosi)
" justru itu aku ingin ngejelasinnya ke kamu boy, pria semalam itu emang cowok aku yang kuceritain kemarin semalam, tapi aku udah putus semalam sama dia, aku mohon boy dengankan dulu penjelasan aku.." (dengan nada memelas)
" terus kenapa kamu ngebohongin aku, harus ngaku-ngaku sakit lagi, seharusnya kan kamu mau jujur ke aku kan aku bisa ngertiin kekamu ?? (nada sedikit emosi turun)
" iya-iya aku udah salah, udah bohongin kamu tapi persoalannya rumit kalau aku ngaku terus terang sama kamu, pokoknya kalau kita ketemu, aku akan jelasin semua nya ke kamu, gimana apa kamu bisa boy ??? "
" okeh deh kalau itu yang kamu mau, tapi aku ingatin ke kamu aku bukan cowok gampangan yang mudah kamu mainkan ya, ingat itu kataku ??? "
" iyya, kalau kamu ada waktu aku tunggu kamu di cafe pante bidari sekarang gimana ??
apa kamu bisa ??
" baik, aku akan segera kesana...."
__ADS_1
tuut...tuut..tuut..