
Setibanya aku dicafe pante bidari dengan motor yang selalu ku andalkan kemanapun aku pergi, cafe itu terletak ditepi pantai dengan rumput yang menghijau dihiasi pohon cemara yang tertata rapi sehingga membuat suasana yang sejuk dan tenang, ditengah areal kafe tersebut dihiasi taman bunga dan air mancur serta kolam mandi untuk ukuran anak-anak, serta dibeberapa tempat dilengkapin areal mainan ayun dan seluncuran anak-anak.
Dilokasi cafe itu disediakan tempat duduk lesehan yang dimuatin berdua dengan beberapa sekat pembatas antara satu kamar dengan kamar yang lain, lalu aku melihat dikejauhan ratih dengan senyumannya sembari lambaian tangan sebagai sebuah isyarat memberitahukan kepadaku bahwa dia sudah berada disalah satu lesehan tersebut.
Aku langsung menghampirinya dengan senyum yang datar.
" sudah lama nyampeknya ?? " (sapaku memulai )
" baru aja nyampeknya... " (dengan senyum khasnya)
setelah beberapa lama kamipun memesan minuman kepada pelayan yang langsung menyambut kami.
lalu ratihpun memulai cerita dan mengisahkan....
" kemarin sore aku dikejutin oleh edi mantan cowokku waktu dimedan, dia datang kerumahku secara mendadak dan dia dari medan datang kemari menyusulku kekampung, aku dulu tinggal dimedan bersama saudara untuk bekerja disana selama lebih kurang dua tahun selama itu kami sudah berpacaran, hubungan kami awalnya berjalan lancar, dia adalah tetangga dari saudaraku dimedan, namun saudaraku tidak menyukai keluarganya karena mereka menilai keluarganya suka bermusuhan dengan saudaraku dan mengatakan kepadaku bahwa si edi adalah anak berandalan dilingkungan itu.
awalnya aku tidak mengubrisnya, karena yang bermasalah itu antara keluarganya dengan saudaraku, sampai aku disuruh pulang ke kampung, aku mati-matian membela hubungan kami, sehingga pernah waktu ketika aku ingin mencari indekos namun aku dihalangin oleh saudaraku sehingga membuat mereka mengurungkan niatnya untuk menyuruhku pulang.
lalu dengan kejadian itu kamipun berusaha untuk berhati-berhati kalau ingin tidak ketahuan dan hubungan kami tetap berlanjut, namun setelah sekian lama aku menjalanin hubungan bersamanya, aku mendapatinya sedang berkencan denga wanita lain dia selingkuh dibelakangku hal itu dilakukannya berulang kali tanpa aku sadari selama ini, dia begitu lihai bermain dibelakangku setelah kepercayaan yang sudah lama kupupuk selama ini kandas sirna seketika.
__ADS_1
Hatiku dibuat shock olehnya sehingga aku mengurung diri dikamar sampai beberapa hari, tak pernah kubayangkan dia yang selalu baik terhadapku sampai-sampai aku membela mati-matian terhadap saudaraku, namun apa yang kudapatkan ?? "
buliran-buliran air bening sudah mulai membasahi dipipi manis ratih, akupun tersentuh dan mulai luluh kembali perasaanku padanya, " ooh betapa malangnya gadis ini, ingin rasanya ku memelukmu... "
gumamku didalam hati, lalu dia melanjutkan kisahnya.
setelah beberapa lama aku mengurung diri dikamar, lalu akupun memutuskan untuk kembali kekampung dimana orang tuaku berada tanpa memberitahukannya, karena aku sudah tidak perlu lagi berada dimedan yang awalnya aku menaruh harapan yang besar padanya, namun itu pupus seketika.
setelah beberapa bulan aku disini, aku mulai mendapatkan pekerjaan baru lalu aku mencoba berawal kembali dan melupakan segala kenanganku bersamanya, namun beberapa hari lalu aku dikejutin oleh seorang tamu yang orang tuaku tak tahu siapa dia, lalu ketika aku pulang dari kerja aku mendapati edi sedang berbincang ringan dengan ayahku,
aku terkejut ketika melihatnya, dan mengusirnya untuk menjauh dari rumahku, namun dengan sikapnya yang keras dia tidak mau kembali ke medan sebelum aku menjelaskan semuanya tentang hubungan ku bersamanya, akupun sangat gelisah pada waktu itu, dari pada dia membuat masalah disini akhirnya akupun menurutin kehendaknya, lalu kamipun keluar malam itu dan menjelaskan padanya bahwa hubungan kami sudah berakhir, namun dia tidak mau terima akan keputusanku.
Setelah aku bersikeras menjelaskan padanya lalu akupun mengatakan bahwasanya aku sudah punya penggantinya yaitu kamu boy, maaf jika aku telah lancang menyebut kamu karena pikiranku sudah kalut waktu itu*... "
Keadaanpun langsung hening seketika setelah ratih mengucapkan kata-kata terakir itu dia langsung tertunduk dan malu, seolah dia berujar tanpa dia sadari.
Lalu tanganku menyentuh dagunya yang tunduk itu dan menaikkan kembali sehingga kami saling bertatap-tatapan..
" apa kau serius menyukaiku ratih ??? " (dengan adegan romantis)
__ADS_1
lagi-lagi ratih menundukkan kepalanya dengan senyum khasnya yang tersipu malu-malu...
" hey ratih,,, apakah kau serius menyukaiku ??? (kembali dengan adengan tanganku yang semula)
lalu dia pun mengangguk dua kali menandakan sebagai isyarat menyukaiku...
aku melihat wajahnya yang tadinya murung berubah berbinar-binar dan berseri dengan senyum khasnya yang menawan.
lalu dengan jawaban isyaratnya itu akupun langsung memeluknya dengan kedua belah tanganku, karena jantungku tak dapat kutahankan lagi ingin dihentikan oleh tubuhnya, agar detak jantungku kembali seperti semula, aku merasakan dekapannya yang begitu hangat hingga jantungkupun mulai mau bersahabat denganku kembali, entah apa yang kurasakan dengan suasana hati yang senang, bahagia dan tentu kasih sayang yang dapat kutunjukkan melalui dekapan itu.
" terimakasih ratih, kamu sudah mau membalas cintaku,,, tahukah kamu semalam, hatiku sangat terbakar cemburu melihatmu dengan laki-laki lain, perasaan kesal terhadap diriku, kenapa aku bisa menyukai dengan gadis pembohong sepertimu, tahukah kamu aku sangat membencimu semalam, tapi setelah mendengar penjelasan dan kisahmu hatiku kembali tersentuh olehmu " luapan hatiku kepada ratih, dan ratih membalas tak kalah sengit....
" jujur boy,,, selama aku dikampung, aku sudah menutup hatiku kepada setiap cowok yang ingin menghampiriku karena jika aku teringat akan kisahku.. namun semenjak awal aku mendengar suaramu hingga kita bertemu, entah gerak apa yang membuatku luluh terhadapmu, aku mendengar suaramu ada secercah harapan yang aku harapkan, yang aku impikan, seketika saja aku selalu memikirkanmu dan dengan mudah aku hilangkan kenanganku bersama edi...
Dan tahukah kamu ???
ketika kau mengutarakan perasaanmu itu ???
hatiku langsung terbuka olehmu, karena itulah yang kuharapkan bersamamu, aku ingin cepat-cepat memasukkanmu kedalam hatiku tanpa aku sadari hari-hariku mulai bergairah kembali saat itu, namun aku tak mau berterus terang ketika itu karena aku telah menjerat hatimu, dan awalnya aku ingin bermain-main dengan hatimu terlebih dahulu sebelum aku benar-benar yakin kepadamu, oleh sebab itulah aku tak ingin jujur terlebih dahulu kepadamu karena aku takut engkau berburuk sangka kepadaku dan meninggalkanku, hatiku yang telah terbuka olehmu.... "
__ADS_1
" oooouuh,,,, sungguh kata-katamu sangat romantis sayang, aku berjanji akan setia dan menjagamu disisiku (luapan hatiku yang terus membuatku semakin gila terhadap gadis ini)
setelah habis kata-kata ungkapan hati itu, lalu akupun menceritakan kisahku kepadanya....