Kenangan

Kenangan
Pantai Air Dingin


__ADS_3

Arul mendatangi rumahku seperti biasa aku sedang bermalas-malasan disiang hari jika tidak ada kegiatan karena aku sekarang sedang menjalani liburan semester kuliah.


" Hai boy, kita keluar yuk ?? "


" keluar kemana siang-siang begini " jawabku


" begini boy, barusan aku telponan ama reni, cewek kemarin malam kita kenalan, katanya dia lagi dipantai air dingin, terus dia pergi ma rina, dia ngajak kamu lagi "


" ouh begitu ya, kok rina gak ngasih tau aku ??


" mungkin dia masih malu sama kamu, jadi aku pikir ini waktunya kita dekatin mereka, gimana ?? "


" boleh juga tuh..


aku kembali teringat dengan gadis manis dengan senyum pipit dikedua lesung pipinya.


" tapi kenapa gak sore nantik ?? kataku


" yah, kalau sore nantik malah singkat waktunya boy, jawabnya.


" oke juga lah jawabku..


kamipun langsung meluncur ke arah air dingin. sesampainya disana kami melihat dua orang cewek yang sedang duduk ditepian pantai air dingin sembari menyaksikan pemandangan ombak dengan santai..


" hai ren, rina kami sudah nyampek sahut arul mengejutkan mereka


" hai juga, gimana kabarnya sahut mereka


" baik, balas kami.


" ayok kita berteduh di warung itu aja sembari aku menunjuk sebuah pondok yang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


kami pun memesan makanan dan duduk disana, dengan senda gurau dan berbincang ringan.


sesekali aku menatap rina, gadis manis yang baru kukenal dimalam itu, karena setiap kali aku melihatnya dia selalu msnunjukkan senyuman lesung pipitnya itu, " bang boy kenapa asik natap rina lama-lama gitu ?? tiba-tiba rina mengejutkanku,


" hmmm, gak... gakda kok rin jawabku salah tingkah.


" hmmm, emangnya ada yang aneh ya diwajah rina ?? balasnya..


" ngak kok, biasa ajalah rin


padahal aku ingin menumpahkan apa yang aku rasakan kepada rina, namun lidah ku kelu karena aku salah tingkah dengan senyumannya itu.


setelah kami berbincang mengenali antara satu dengan yang lain lalu rina menatapku dengan tatapannya yang tajam, seolah-seolah dia ingin mengungkapkan juga apa yang dia rasa, namun naluri perempuan tidak ingin memulai dia hanya menunggu dariku..


namun aku juga tak bisa mengungkapkan perasaan itu, karena aku belum punya cukup nyali mengatakannya.


matahari mulai beranjak ingin menyembunyikannya di ufuk barat, pertanda kami harus pamit dikala itu.


" iya rin, nampaknya haripun sudah mulai senja jawabku..


kami pulang dengan berbarengan saat itu.


sampai dirumah arul menceritakan disaat dia bersama reni, dia mengungkapkan isi hatinya pada reni dikala sore itu, namun reni tidak menjawabnya karena reni belum siap.


aku menceritakan kepada arul apa yang aku rasakan kepada rina, namun aku belum siap mengatakannya karena aku masih gugup dan aku baru teringat bahwa tadi pagi aku dikejutkan dengan bunyi dering hp dari cewek yang aku gangguin tempo hari.


" oyya rul, tadi pagi aku dikejutkan oleh seorang cewek yang menelponku, karena sebelumnya aku pernah menelponnya, terus aku ngajak ketemu dia gakmau, langsung diputusin hpnya.


" oh ya, emang kamu dapet nomor dari siapa boy ?? tanyanya


" aku dapat nomernya dari rio.

__ADS_1


" gimana kalau kita ngajak ketemu sekali lagi ??


" boleh juga tu jawabku.


" haalooww...


" halo juga, gimana kabarnya ?? aku memulai


" baik.


" oh iya, kamu lagi ngapaen ???


" istirahat.


" berarti aku ngeganggu ya ??


" nggak.


" terus kapan bisa jumpanya ??


" boleeh. jawabnya


" kapan ???


" ntar aku kabarin.


hp pun langsung mati, begitulah jawaban cewek itu, arul memperhatikanku dan menanyakan kepadaku tanggapan cewek itu


akupun menceritakan jawabannya.


" kalau gitu kita tunggu aja kabar dari dia

__ADS_1


" ya begitulah rul..


__ADS_2