
arul menelusi jalanan bersamaku untuk mendatangi awal perjumpaanku kepada ratih, cewek yang menelpon ku kemarin malam, dengan memberitahukan lokasi dimana keberadaannya, dia mengakui sedang berada ditempat temannya di desa ladang, sesampainya kami di simpang rumah yang dimaksud aku lalu menghubunginya.
" kamu dimana ?? kami sudah nyampek ney didepan simpang.
" masuk aja terus, nantik kamu akan menemui kami didepan jalan. sahutnya
kami pun langsung masuk dalam yang tidak terlalu jauh dari simpang tadi sambil memegangi hp ditangan kananku. dan benar saja kami menjumpai dua orang cewek yang sedang memperhatikan kami dari beberapa puluh meter, satu orang cewek memakai baju putih sembari memegang hp ditangannya yang keliatannya bukan seperti yang dimaksud dan yang satunya lagi memakai baju berwarna kuning dengan senyuman yang memikat bagi siapapun yang meliriknya, dari samar-samar cewek yang baju kuning ini memiliki postur tubuh yang sedang dan memiliki kulit sawo matang sehingga sangat serasi dengan busana yang dikenakannya, bulu matanya yang lentik dan tatapannya yang tajam seakan menyimpan sesuatu yang disembunyikannya namun aku terheran orang yang seperti ciri-ciri tersebut yang di katakan rio, tapi anehnya yang memegang hp adalah teman disebelahnya, langsung terlintas dalam benakku, mereka hanya berpura-pura mengelabuiku dengan membuatku penasaran.
apa yang itu kamu ?? yang memakai baju putih atau disampingnya ?? sahutku
iya, yang pakai baju putih, ayo kemarilah jawabnya
kamipun langsung mengikutinya dan memarkirkan motor langsung didepan rumahnya.
langsung kami berkenalan kepada mereka dengan menyalaminya, aku sedari tadi hanya fokus menatap baju kuning masih menyimpan pertanyaan didalam hati, apa cewek ini yang dimaksud rio ?? cewek yang tinggi sedang dengan tubuh yang sedikit langsing dan memiliki kulit sawo matang serta yang terpenting mempunyai senyuman yang memikat bagi siapa yang memandangnya, " ya inilah dia bisikku didalam hati.
sembari kami saling mengenal tiba-tiba mereka menatapku keheranan dengan senyuman yang sedikit licik.
__ADS_1
kamukah yang namanya boy ?? sahut cewek berbaju kuning. sedari aku dikejutkan dengan langsung aku menunjuk arul karena aku juga ingin mengerjain mereka. " dia yang namanya boy.
" hai... sapa arul, dengan cepat respek maksud aku.
" bukannya yang pegang hp nya kamu ?? dia menunjuk ke arahku.
" oouh emang sih, soalnya boy payah pegang hp, karena dia yang mengendarai motor. gantian aku yang ngomong jawabku membenarkan alasanku.
" buaknnya kamu yang namanya lita ?? lalu aku langsung menunjuk kearahnya.
" hmmmm, bukan namaku lian, dia yang namanya ratih sembari menunjuk teman disampingnya.
"sebenarnya aku tidak yakin, yang namanya lita itu adalah kamu ??
" emangnya kenapa kamu gak percaya ??
lalu dia menimpali dengan sedikit senyum dibibirnya
__ADS_1
" ayo ngaku ?? jawabku
" iya, namaku Ratih, tapi kamu jugakan namanya boy ??
karena dia sudah jujur akupun juga jujur.
iya, akulah yang namanya boy jawabku.
begitulah perjumpaan awalku bersama ratih.
setelah beberapa lama lian temannya itu menyadukan kopi kepada kami yang sedang asik bercanda mengenal antara satu dengan yang lain, arul yang sedari tadi hanya diam, akhirnya membuka pembicaraan, oyya, kalau boleh tahu kamu tinggal dimana lita ??
aku tinggal di desa suberang, jawab ratih
kalau kalian tinggal dimana ??
kalau kami tinggal di desa hilir jawabku memotong.
__ADS_1
ooh begitu ya, berarti kalian sama-sama satu kampung donk balasnya.
kami pun bercerita banyak hal setelah beberapa lama kami dirumah lian temannya lita. kamipun pamit sembari dia tersenyum memperhatikan kami berlalu dari rumah itu.