Kenangan

Kenangan
Malam Minggu Yang Kelabu...


__ADS_3

Aku sudah bersiap-siap sore itu, menggunakan baju kemeja yang cerah dan celana jean serta penampilan yang rapi ingin menyambut malam minggu dengan mengajak ratih untuk bertemu dan menikmati malam minggu bersama, dengan perasaan yang senang aku meraih Hp dan menghubunginya...


" tuut... tuut... tuuut..


" Hallo... (jawabnya)


" Hallo juga... kamu ada waktu gak malam ini ??? gimana kalau kita pergi bareng (balasku)


" hmmm,,, maaf ya boy, bukannya aku gakmau, tapi aku lagi gak enak badan ney, gimana kalau lain waktu aja (jawabnya)


" oouuh gitu ya, yaudah gakpapa kok...


emangnya kamu sakit ya ??? udah minum obat ?? gimana kalau aku kerumahmu aja ??


" gakusah deh, kayaknya aku cuman mau istirahat aja, habis tadi aku capek banget (timpalnya)


" yaudah deh kamu istirahat aja kalau gitu, semoga cepat sembuh ya.... ( kataku )

__ADS_1


" iyya,,, makasih boy... (sambil tutup telpon)


setelah mematikan hp, lalu aku merasa sedikit kecewa tidak dapat mengajak ratih untuk pergi bermalam minggu disebabkan dia lagi kurang enak badan, lalu aku menghubungi arul untuk menikmati malam minggu dengan senang dan ceria...


kami memutari sepanjang jalan malam itu lalu berhenti disalah satu cafe dimana cafe itu banyak dikunjungi oleh pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran, kami dengan santai memilih tempat duduk yang nyaman sembari menikmati suana cafe yang di iringi alunan musik menambah kemerduan bagi pasangan yang sedang dimabuk asmara.


sesekali mataku melirik orang-orang pengunjung di cafe itu, samar-samar dari kejauhan aku melihat sepasang kekasih sedang berduaan terlibat pembicaraan yang serius, aku melihat seorang gadis yang memakai baju putih yang mirip dengan ratih dan berbicara dengan cowoknya dengan serius, jantungku berdetak kencang setengah percaya kalau itu bukan dia, namun lama-kelamaan aku memperhatikannya dan berusaha meyakinkan bahwa itu adalah dia, lalu aku mencoba menghubunginya untuk meyakinkan kalau itu dia atau orang lain...


tuut... tuut... tuut...


spontan saja cewek yang sedang kuperhatikan itu mengambil hp dan lama tidak mengangkatnya dengan sikap yang gelisah, beberapa kali aku menghubunginya namun dia tetap tidak mengangkatnya juga...


sengaja aku tak memberitahukan kepada arul agar tidak menimbulkan masalah, hati serta berpikiranku mulai berkecamuk antara kesal dan benci menyadari aku dibohongin oleh ratih, hatiku disulut emosi sehingga membuat suasana yang tadinya senang menjadi muram..


lalu aku menyadari bahwa aku belum sah menjadi pacarnya, kenapa harus terbakar cemburu, namun dengan kejadian barusan membuatku membenci kepada ratih, walau bagaimanapun dia telah membohongiku dengan berpura-pura sakit namun dia malah jalan dengan cowok lain, mungkin ratih tidak pantas untuk kucintai begitulah kesimpulanku padanya malam itu, namun dengan suasana galau lalu aku mencoba menggoda cewek pelayan cafe itu yang telah kukenal karena cafe tersebut adalah langganan kami...


pelayan itu bernama yani, lalu aku memanggilnya dan mengajaknya untuk menemani kami, dia serta merta menemani dan duduk disampingku, arul yang paham akan situasi itu mencoba menghindar dan memilih untuk masuk kedalam ruang karaoke untuk menghibur dirinya sembari bernyanyi...

__ADS_1


yani mempunyai tubuh yang menggoda, wajahnya yang pas-pasan namun dia sangat ramah dan mau menghibur pelanggan cafe jika sedang kesepian, awalnya aku tidak bermaksud untuk menggodanya namun karena suana hati yang sedang galau aku menggombalnya sehingga dia termakan gombalanku...


lalu tanpa kami sadari tubuhku sudah menempel dengan tubuhnya tanganku sudah memeluknya dengan wangi parfum bunga sakura yang lembut membuatku terangsang akan aromanya, lalu mulutku bercumbu dengan mulutnya dengan penuh emosi dan liar, setelah aku menikmatinya dan berhenti sejenak aku tersadar bahwa aku melakukannya hanya dengan nafsu dan emosi bercampur perasaan yang sedang galau...


" kenapa berhenti mas ?? tanya yani


" oouuh sebenarnya aku sedang emosi yani, aku sedang dibohongin oleh seorang cewek yang baru kukenal.. ( lalu akupun menceritakan padanya apa yang sedang kurasakan)


" oouuh begitu ya mas, gakpa2 yani mau ngehibur mas malam ini...


" aah sudahlah yan, perasaan ku sedikit lega sudah menceritakannya padamu dan makasih ya udah nemanin aku...


" yaudah deh mas gakpa2 (sahutnya)


" ini untuk jajanmu, anggap ja sebagai ucapan terimakasihku udah menghiburku malam ini (menyodorkan uang 100ribu padanya)..


Lalu kamipun beranjak dari tempat itu, walau aku menyadari bahwa yani sudah memendam perasaan kepadaku telah lama dengan tatapannya ketika aku pergi ke cafe itu, namun aku takbisa menyukainya karena aku tak memiliki perasaan suka terhadapnya..

__ADS_1


malampun semakin larut dengan tempat itu sudah mulai sepi dengan pengunjung, lalu akupun mengajak arul untuk kembali kerumah.


__ADS_2