
Seminggu kemudian setelah Nisa menelpon Ardi untuk mengucapkan terima kasih. Secara tidak langsung membuat Hari-hari Nisa semakin semangat dan produktif.
Nisa begitu senang karena barang dan mobil Ambulans yang di berikan oleh Ardi begitu bermanfaat untuk fasilitas warga sekitar klinik.
Apalagi Mobil Ambulans begitu terasa kegunaannya, Seperti kemarin malam harus merujuk ibu yang harus melahirkan secara Caesar di kota karena mengalami darah tinggi dan umur si ibu hamil yang sudah mau 40 tahun. Itu sangat beresiko untuk melahirkan normal.
Pagi ini Nisa sedang bersiap namun tidak akan bertugas di klinik, karena seperti biasa sudah ada Sinta yang bertugas di klinik di temani dokter Dandra.
Nisa pagi ini akan menghadiri seminar dan dirinya sebagai pembicara nya, Nisa berpamitan pada orang orang tuanya dan langsung berangakat ke kota di antar oleh Mang tisna, karena Nisa merasa tak tega jika di Antar sang ayah yang sudah mulai lanjut usia. Nisa akan melakukan bimbingan seminar dokter muda atas permintaan dosennya.
Nisa tampil cantik nan anggun dengan outfitnya kali ini, Nisa menggunakan rok hitam plisket di padu kemeja bermotif bunga warna abu di tambah jas putih dokter kebesaran nya.
Sebenarnya Nisa sedikit tidak siap untuk menjadi pembimbing seminar dokter muda. Menurut Nisa pengetahuan dan jam terbangnya masih minim, namun karena permintaan langsung Dosen pembimbing nya dulu yang menyemangatinya untuk sharing pengalaman nya sebagai dokter umum muda dan juga berjuang untuk gigih mempunyai klinik untuk fasilitas kesehatan warga.
Pukul sebelas siang, Nisa tiba di kota sumedang, jaraknya begitu dekat dengan universitas dimana dia dulu kuliah.
Ternyata dosennya mengadakan bimbingan seminar, yang akan di isi oleh Nisa sebagai pembicara yang di hadiri akademi-akademi perawat muda yang akan di terjunkan ke setiap klinik dan rumah sakit di daerah jawa barat.
Ibu Farida (45) adalah dosen Pembimbing Nisa sewaktu kuliah, ibu farida juga menjabat sebagai dokter dan aktif memberikan bimbingan dan pengarahan pada akademi muda keperawatan dan kedokteran.
'' Syukur alhamdulillah...Nis kamu sudah datang'' Bu farida menyambut kedatangan Nisa.
'' Iya bu... gimana kabarnya ibu... sudah lama kita tidak bertemu '' Nisa langsung menyalami dan memeluk ibu Farida. Ibu farida adalah dosen Nisa yang begitu baik dan dekat dengan Nisa selama Nisa mengenyam pendidikan di kampus.
''Alhamdulillah baik nis... bagaimana klinik kamu... ibu ingin sekali main kesana nis'' bu Farida menanyakan klinik yang dulu di menjadi impian Nisa saat kuliah.
'' Alhamdulillah bu.. ayo bu pintu klinik Nisa terbuka lebar untuk ibu, ya walaupun belum lengkap sih bu... tapi setidaknya bisa membantu warga sekitar yang kurang mampu untuk berobat'' Nisa memberitahu keadaan kliniknya yang masih sederhana.
'' Tak apa nis yang penting bisa bermanfaat...setidaknya kamu sudah berusaha memperjuangkan yang terbaik untuk warga...insya Allah kalau ada waktu ibu akan sempat kan kesana'' Bu Farida mengapresiasi klinik yang sudah di bangun oleh Nisa.
__ADS_1
Setelah obrolah nya dengan bu Farida, Nisa sekarang sudah berada di Aula yang di sediakan pihak klinik ibu Farida, yang bertanggung jawab mengadakan Wabinar kesehatan, karena peserta yang akan menghadiri seminar sudah berada di Aula.
Nisa langsung di persilahkan ke atas panggung kecil di Aula itu. Nisa segera memberi sambutan yang di dahului shalawat dan salam.
Semula Nisa merasakan gugup yang luar biasa, namun setelah Nisa melakukan pembukaan dan memulai menceritakan sedikit perjalanan hidupnya sebagai seorang Dokter yang terjun langsung ke masyarakat, membuat Nisa sedikit tenang untuk memulai nya.
Tema Seminar Nisa kali ini adalah
''Produktifitas, Efisiensi dan kesehatan kerja''
Nisa begitu menyatu dengan peserta seminarnya mungkin karena peserta seminar berumur di bawahnya membuat Nisa bisa berbaur santai dengan peserta. Nisa Adakan beberapa sesi tanya jawab peserta seminar dan ada juga sesi mengeluarkan pendapat para peserta seminar yang langsung di tanggapi Nisa di seminarnya kali ini.
Semua peserta yang hadir, begitu merasa senang mendapatkan pembelajaran dan bimbingan ilmu baru dari Dokter muda dan gigih seperti Nisa.
Sampai ibu Farida tersenyum bangga akan kemajuan Nisa, yang kini langsung terjun ke masyarakat dalam mengembangkan kliniknya membuat Nisa semakin matang dan juga kompeten.
Mang Tisna yang ikut hadir di ruang Aula begitu bangga, melihat Nisa gadis kecil yang dulu di asuh istrinya sudah tumbuh menjadi Dokter muda yang hebat dan baik hati.
Setelah dua jam, acara seminar Di Aula pun kini usai, Nisa tersenyum bahagia mengingat ini kali pertamanya Nisa menjadi pembicara di seminar. Karena dulu biasanya Nisa menjadi peserta yang khusu menyimak dan mendengar saja.
Selesai dari aula, Nisa bergegas mencari mushola untuk melaksanakan solat Dzuhur yang waktunya hampir habis. Sedangkan Mang Tisna sudah terlebih dahulu solat dan sekarang tengah menunggu di palkiran.
Nisa sebelum pamit untuk pulang, kembali berbincang dengan ibu Farida.
Ibu Farida mengutarakan niatnya ingin merekomendasikan Nisa untuk bekerja sebagai tenaga medis di salah satu klinik yang bernaung di markas besar TNI angkatan darat di Jakarta.
Nisa pun menyambut hangat akan niatan ibu Farida. Karena impian Nisa ingin memperbesar kliniknya harus butuh kucuran dana yang tidak sedikit, setidaknya kalau Nisa bekerja dirinya bisa menabung untuk menambah dana merenovasi kliniknya.
'' Iya Nis... itu adik ibu yang menikah dengan Angkatan darat membutuhkan tenaga medis di kliniknya, Insya Allah gaji perbulannya cukup besar dan yang pasti sudah termasuk mes untuk kamu jadi tidak perlu ngekost.'' ucap bu farida. Nisa begitu menyimak dengan seksama'' kalau Nisa mau ibu akan berikan nomor ponsel Nisa pada adik ibu, biar dia langsung mengontak kamu nis, menurut ibu ini kesempatan berharga untuk kamu nis, kamu bisa semakin mengembangkan pemikiran dan pengalaman kamu sebagai dokter muda'' Bu farida begitu menyemangati Nisa agar semakin berkembang dalam karirnya sebagai dokter.
__ADS_1
'' Iya boleh bu.. Nisa akan coba pikirkan terlebih dahulu, banyak sekali pertimbangan yang harus Nisa pikirkan, ada orang tua dan juga klinik, tapi jujur Nisa begitu terpacu bu ingin mengambil pekerjaaan itu, Nisa ingin mengembangkan ilmu yang Nisa punya sekalian juga untuk sarana menabung, agar Nisa bisa merenovasi klinik menjadi lebih besar bu'' Nisa mengutarakan ketertarikan nya, Yang terpenting demi kesejahteraan kliniknya agar semakin bermanfaat.
'' Iya Nis... ibu dukung yang terbaik untuk kamu, ini kesempatan gak datang dua kali nis, ya memang jauh di jakarta tapi tidak ada salahnya untuk mencoba'' Bu farida menambahkan semakin menyemangati Nisa.
Nisa pun mengakhiri obrolannya dengan bu Farida dan sekalian pamit untuk pulang.
Mang Tisna yang tengah berkirim pesan dengan Ardi langsung tersadar akan jehadiran Nisa yang berjalan ke arah mobil di palkiran.
Ardi mengirim pesan pada mang Tisna setelah Ardi melihat Story di Whatsapp mang Tisna mengenai Video Nisa yang tengah menjadi pembicara di seminar kesehatan.
'' Mang maaf yah jadi nunggu lama, habis tadi bu farida ngajak Nisa ngobrol lagi, Nisa gak enak buat nolak hehehhe'' Nisa meminta maaf, karena telah membuat Mang Tisna menunggu lama.
'' Tidak apa-apa neng Nisa...santai saja... sekarang kita lanjut pulang atau bagaimana? takutnya masih ada agenda Neng Nisa di kota'' Mang Tisna menanyakan akan langsung pulang atau tidak.
'' Eumm... pengennya ke rumah dinas a iwan dulu sih mang, tapi lain kali aja deh...takut kesorean sampai ke kerumah, yang ada nanti ibu sama bapak khawatir '' ucap Nisa yang sebenarnya ingin menceritakan niatannya, bekerja sebagai tenaga medis di jakarta pada sang kakak. Namun Nisa kembali berpikir ingin memberitahu kepada orang tua nya terlebih dahulu.
Nisa dan Mang Tisna melanjutkan perjalanan pulang ke kampung. Setelah mereka mampir untuk makan siang terlebih dahulu, karena Nisa tak sempat bila ikut makan jamuan di acara seminar.
Saat di perjalanan Terdengar dering notif pesan dari ponselnya.
Pak Ardi
📩
Bagus sekali dokter menjadi pembicara di seminar, saya sangat bangga menyaksikannya walaupun lewat Video... semoga lain kali..saya bisa menyaksikan seminar dokter secara langsung.
Nisa melototkan matanya melihat pesan yang Ardi kirim kepadanya. Nisa sama sekali tidak berniat membalas pesan Ardi. Nisa tak mau terlalu memberikan peluang apapun di hatinya.
'' Emang pak Ardi tahu dari mana... aku habis jadi pembicara seminar '' Gumam Nisa pelan. Mang Tisna yang mendengar pura-pura fokus melihat jalanan.
__ADS_1
(Bersambung dulu.... nanti aku lanjut lagi)