Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
MENENANGKAN DIRI


__ADS_3

Dua minggu sudah, setelah Nissa, di lamar secara tidak terduga oleh Ardi lewat sambungan telepon.


Nissa akhirnya mengajukan cuti, kepada Atasannya di klinik yakni Fania, Nissa sudah tidak sungkan lagi pada Fania, yang sudah Nissa Anggap seperti kakaknya sendiri.


Nissa akhirnya memilih untuk mencurahkan isi hatinya pada Fania mengenai Ardi. Nissa merasa semakin tidak nyaman terus memendam beban di hatinya, Fania tersenyum mendengar penuturan Nissa, yang kini telah di lamar oleh Ardi, secara mendadak lewat telepon.


'' Sudah Niss, aku yakin akan ada jalan keluarnya akan kebingungan kamu'' seru Fania tersenyum. Mengingat keberanian Ardi,tiba tiba melamar nakes nya.


'' Nissa masih bingung bu! makannya minggu ini...Nissa mau minta ijin untuk pulang ke kampung dulu untuk memikirkannya, boleh ya bu?'' Pinta Nissa pada Fania, agar ijinnya di terima.


'' Iya Nis, saya ijinkan kamu untuk pulang ke kampung, semoga di kampung kamu mendapatkan jalan terbaik untuk kebaikan kamu, tapi kalau menurut saya sih.. terima saja Nis... biar saya ada temannya di sini sebagai ibu persit dan bhayangkari!'' Seru Fania tertawa lepas, begitu senang bila Nissa menjadi istri Ardi.


'' Bu Faniaaaa, Nissa mohon jangan sampai rekan-rekan mengetahui ini semua, Nissa gak bisa bayangkan...mau ditaruh mana muka Nisaa bu'' Pinta Nissa pada Fania yang terus saja tersenyum mendengar cerita nya.


'' Tenang saja Niss, semuanya akan aman...oke'' balas Fania sembari mengacungkan jempolnya.


------🌻🌻🌻🌻------


Keesokan harinya, Nissa pulang ke kampung halaman nya. Nissa berangkat dari mesnya pukul 07.00 pagi setelah berpamitan pada rekannya di klinik, Nissa berangkat menggunakan transportasi mobil online menuju terminal bus, Sampai di terminal Nissa menaiki Bus medal sekarwangi menuju Sumedang.


Sebelumnya Nissa sudah mengabari orang tuanya, Orang tua Nissa yang antusias senang akan kepulangan putrinya, langsung menyuruh Mang Tisna untuk berangkat menjemput Nissa di Terminal Sumedang.


Setelah menempuh perjalanan, kurang lebih empat jam, Nissa sampai di terminal Sumedang, Nissa tersenyum senang, melihat Mang Tisna sudah sampai di terminal untuk menjemputnya.


Selama di perjalanan menuju kampung halaman nya, Nissa terus berbincang dengan mang tisna, Nissa juga bingung, ia begitu antusias membahas tentang Ardi dengan Mang Tisna. Disaat Mang Tisna menanyakan perihal Ardi padanya.


'' Pak Ardi, baik yah neng?'' Tanya Mang Tisna pada Nissa di kursi belakang.

__ADS_1


'' Eumm... baik sih mang, tapi agak keras, terus suka sensian sama baperan sikap nya..Nissa gak suka'' Jawab Nissa mengingat, berhadapan dengan Ardi, selalu tidak ada penolakan. Dan sensian Ardi di saat Nissa mengutarakan ketidaknyaman saat terus di beri perhatian oleh Ardi.


'' Wajar Neng, pak Ardi itu seorang prajurit negara, jadi dia mempunyai sikap yang tegas dan keras. Tapi kalau sensian sama Baperan apa neng? mamang gak ngerti?''tanya Mang Tisna polosnya, tidak mengerti bahasa anak muda jaman sekarang.


'' Hahahha... sensi sama baperan itu sama aja kaya sensitif mang, terus kaya yang suka terlalu diambil hati gitu mang'' ucap Nissa sembari tertawa.


'' Memang Pak Ardi baper sama sensian sama siapa? sama neng Nissa yahh?'' Tanya Mang Tisna penasaran.


'' Eehh... enggak mang... itu penilaian Nissa aja...mang Tisna jangan perpikir ke situ..'' Nissa malu, tak mau Mang Tisna mengetahui lebih lanjut, Nissa tak mau keceplosan memberitahu mang Tisna, Nissa berpikir saatnya belum tepat.


Di dalam hati mang Tisna tersenyum senang, mengingat kedekatan Putri pak Zaenal bosnya dengan Ardi, orang yang beberapa bulan di tolong Nissa dan keluarganya.


Padahal tanpa Nissa ketahui, Mang Tisna sering berkomunikasi lewat pesan dan telepon, bahkan Mang Tisna sudah mengetahui kalau Ardi sudah melamar Nissa walaupun belum di jawab oleh Nissa.


Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih, Akhirnya mobil yang di kendarai mang Tisna tiba di rumah Pak Zaenal orang tua Nissa.


Nissa yang begitu merasa lelah, langsung pamit pada Mang Tisna, untuk segera masuk ks dalam rumah.


Setelah berbincang sebentar dengan kedua orangtua nya, dan tak lupa menunaikan solat dzuhur, Nissa akhirnya bisa menjatuhkan tubuh lelahnya, untuk tidur siang di ranjang yang begitu ia rindukan.


Nissa di bangun oleh ibunya pukul 16.30 sore, Nissa bergegas untuk membersihkan diri sekalian untuk mangambil air wudhu.


Nissa menunaikan solat ashar di kamar nya, tak lama terdengar sang ibu, memanggil Nissa untuk segera makan, agar tidak makan terlalu malam.


Ibu Inayah tahu betul, kalau putrinya tidak akan makan berat lewat pukul enam sore. Maklum putri seorang dokter, berbeda dengan orang tuanya yang masih melakukan makan malam seperti pada umumnya.


Selesai makan, Nissa mendekat ke arah kedua orangtua nya yang kini tengah melihat Televisi di ruang keluarga, terlihat juga barang-barang Nissa yang sudah di turunkan oleh mang Tisna dari mobil.

__ADS_1


'' Sudah makannya neng? '' tanya Bu Inayah.


'' Sudah bu, alhamdulillah nikmat sekali... di jakarta susah sekali menemukan masakan rumahan, seperti masakan ibu'' seru Nissa pada orang tuanya.


'' Yah..gak ada atuh neng...wong itu masakan ibumu, tidak akan ada yang bisa menyerupainya'' Balas pak Zaenal, membuat ibu Inayah tersenyum.


'' Iya yah, betul juga yah'' Nissa begitu bahagia melihat kedua orang tuanya yang begitu bahagia dan sehat walafiat.


'' Gimana kerjaan neng di jakarta? terus kabar pak Ardi bagaimana? '' tanya Pak Zaenal pada Nissa.


'' Alhamdulillah lancar yah, eeumm pak Ardi sekarang lagi dinas ke Aceh yah'' jawab Nissa sembari bersiap ingin merebahkan kepalan dipangkuan sang ibu.


'' Iihhh... baru habis makan, jangan langsung tiduran neng, gak bagus buat kesehatan! udah duduk dulu sebentar '' Seru bu Inayah, menyuruh Nissa untuk duduk tidak jadi merebahkan tubuhnya.


''Iya ibu, Nissa tahu, tapi Nissa udah kangen tiduran di pangkuan ibu'' Jawab Nissa Pasrah, akhirnya duduk tegas di tengah-tengah antara orang tuanya.


'' Sejak kapan Neng? Ardi dinas ke Aceh?'' tanya Pak zaenal.


'' Sudah dua bulan lebih yah, kalau tidak salah beberapa minggu lagi pulang'' jawab Nissa asal.


'' Semoga Ardi di lancarkan tugasnya di sana, terus Neng dapat cuti berapa hari di sini '' tanya pak Zaenal.


'' Maunya sih seminggu yah... '' jawag Nissa sembari menatap layar televisi di depan nya.


'' Alhamdulillah... dapet lama cutinya neng?'' Seru Bu Inayah senang.


'' Iya Bu... Nissa lagi pengen menenangkan diri dari hiruk pikuk pekerjaan Nissa di jakarta'' Ucap Nissa beralasan, padahal ingin menenangkan pikirannya dari ajakan lamaran Ardi yang tiba-tiba.

__ADS_1


Bersambung dulu


like,vote and coment yaahh


__ADS_2