
Tiga hari setelah pertemuannya dengan Ardi dan anak-anaknya, Nissa berencana untuk pulang menuju kampung halamannya. Karena satu hari lagi temannya yang bernama Sinta akan melangsungkan pernikahan.
Pagi-pagi sekali Nissa sudah bersiap untuk berangkat, Nisa memutuskan berangkat menuju Terminal Pagi sekali sekitar pukul 06.30. Tidak mau bertemu dengan Ardi adalah alasan pertama Nissa berangkat pagi sekali, ditambah Keadaan klinik dan area Gedung Administratif masih sepi dari para Anggota yang bertugas di sana. Membuat Nissa lebih leluasa.
Nissa juga sebelumnya sudah meminta ijin kepadan Fania atasannya di Klinik. Namun Nissa tidak memberitahu Ardi akan kepulangannya ke kampung halaman. Walaupun beberapa waktu lalu Ardi sudah mengingatkan Nissa, untuk memberitahunya bila akan pulang ke kampung halaman nya.
Namun Nissa merasa masih belum siap, bila harus pulang bersama Ardi untuk sekarang ini, walaupun Nissa sudah menjawab lamaran Ardi, tapi Nissa masih ingin memberi jarak pada Ardi, alasannya Nissa begitu jelas, karena Nissa belum sempat memberitahu kedua orang tuanya. Bisa di bayangkan bila Nissa ujug-ujug membawa Ardi pulang kampung bersama, takutnya membuat orang tuanya kaget pikir Nissa.
Nissa ingin menceritakan dulu akan hubungannya dengan seorang Abdi negara itu. kepada kedua orang tuanya dan tak lupa kepada kakak nya iwan.
Pukul 07.30 Nissa sudah dalam perjalanan menaiki Bus jurusan Sumedang. Nissa duduk di depan dekat dengan supir bus. Nissa semula merasa mengantuk, namun karena duduk di depan membuat nya terjaga, karena terus melihat pemandangan di depannya.
Tiba di terminal, Mang Tisna sudah tiba untuk menjemput Nissa, KIni Nissa menuju kampung halaman nya.
-------🌺🌺🌺---
Pov Ardi
Hari-hari ku setelah bertemu Nissa dan juga anak-anak di Mall waktu itu, membuat Mood ku selalu semangat dan bahagia.
Jalanku untuk segera menikahi Nissa, sudah sangat berjalan baik sesuai rencana. Melihat anak-anakku begitu dekat dengan Nissa dan melihat usaha Nissa dekat dengan anak-anak membuat ku semakin bersyukur. Akan semua jalan yang begitu di lancarkan oleh Allah.
Aku tiba di ruangan ku pukul 08.00 pagi, Saat waktunya makan siang, aku seperti biasa akan menyuruh Firman ajudanku untuk mengirim makanan kepada pada perempuan yang tidak mau di publikasikan keberadaan di sampingku sebelum kami resmi menikah.
Perempuan yang aneh pikirku, dia begitu berbeda dengan perempuan lain, yang dimana perempuan normal pada umumnya, begitu menyukai dan senang bila ia di publikasikan oleh pasangan nya dan dianggap keberadaannya.
Tapi tidak dengan Perempuan pintar pilihanku, ia begitu tidak mau keberadaan dan statusnya di ketahui oleh orang-orang di sekitar ku.
Aku begitu kaget saat mendengar ucapan ajudanku Firman dan melihat bok makanan yang masih dibawanya, dia mengatakan kalau Nissa tidak ada di klinik. Aku semakin kaget dan sedikit kesal saat Firman kembali memberitahu kalau Nissa ijin untuk pulang ke kampung halamannya.
'' Mohon maaf pak, Bu Nissa sedang tidak berada di ruangan nya, di klinik'' ucap Firman saat memasuki ruangan ku dengan paperbag berisi bok makanan di tangannya
'' Mungkin sedang ke toilet man, taruh saja di mejanya, nanti aku akan mengabari lewat pesan padanya'' ucapku pada Firman.
'' Tapi Pak, saya dengar dari rekannya..Bu Nissa sedang ijin pulang kampung hari ini Pak'' ucap Firman, sontak membuat ku kaget dan kesal.
Tidak menunggu waktu lama, setelah Firman keluar dari ruangan ku, aku segera menekan nomor ponsel Perempuan yang begitu membuatku kaget dan kesal.
Mengingat aku sudah memberitahunya, kalau dirinya akan pulang untuk memberitahuku. Namun tanpa kuduga dia memilih untuk pulang sendiri tanpa memberitahu ku.
📞Assalamualaikum
📞Iya wa'alaikumusalam Pak
__ADS_1
📞Sedang dimana? Saya menyuruh Firman ajudan saya untuk mengirim makan siang, tapi kata ajudan saya, anda sedang tidak berada di klinik.
📞Iya mohon maaf Pak, Sekarang Saya sedang berada di kampung, ini baru saja sampai.
📞Kenapa anda tidak memberitahu saya? saya kan sudah bilang akan mengantar.
📞Sekali lagi saya mohon maaf Pak, Saya tidak mengabari Bapak, jujur saya tidak siap pulang bersama Bapak sekarang, orang tua saya takutnya kaget Pak.
📞Kenapa kaget? Saya kan sudah mengenal orang tua anda, saya yakin orang tua anda akan mengerti.
📞Pak udah dulu yahh... saya cape baru sampai, jadi saya tidak mau berdebat dulu sama Bapak. Saya mau istirahat dulu Pak.
📞Ya sudah, nanti saya telepon kembali setelah anda beristirahat, tolong sampaikan salam saya kepada Bapak dan ibu.
📞Iya Pak, nanti saya sampaikan.. Assalamualaikum
Iya Wa'alaikumusalam
Rasa kesal ku pun luluh lantah setelah mendengar suaranya di sambungan telepon.
Rasa senang dan tenang mendengarnya sudah sampai di kampung halaman nya, membuat aku lupa akan rasa kesal dan kecewaku terhadapnya.
Aku bersyukur mendengar dia sudah sampai dengan selamat, namun apa tadi katanya, dia beralasan belum siap membawaku ke rumah orang tuanya, apalagi akan membuat kaget orang tuanya.
Sekarang aku sudah mulai menyiapkan berkas yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan pernikahan, sesuai prosedur di TNI AD.
Sekarang tinggal menunggu berkas dari dia yang belum, karena akan ada berkas mengenai ijim orang tua dari pihak calon pengantin perempuan.
Aku mengirim pesan mengenai berkas apa yang harus di persiapkan. Mumpung dia berada di kampung pikirku, aku ingin semuanya segera siap.
📩Nanti tolong di persiapkan.
Akta kelahiran, FC KTP, SKCK anda dan orang tua, ijazah pendidikan terakhir anda, surat kesanggupan anda, surat pernyataan ijin dari orang tua, surat keterangan belum menikah, surat domisili.
📩Ada tambahan.. Pas Foto anda menggunakan baju persit dan Pas Foto gandeng dengan saya, nanti kalau bertemu saya berikan Setelan baju Persitnya, ukuran bajunya apa? biar nanti langsung di persiapkan.
Aku hanya bisa tersenyum saat mengetika pesan untuknya, bayangan bersanding dengan orang yang telah menolongku di pelaminan, membuatku tak sabar ingin segera mewujudkannya.
Tidak terasa waktu sudah menuju sore, aku segera bersiap untuk pulang, namun tidak ada tanda balasan pesan dari dia membuat aku sedikit tidak semangat namun aku positive thinking mungkin dia masih beristirahat jadi belum sempat membalas pesanku.
Tiba di rumah, anak-anak sedang bersantai di ruang keluarga menonton acara di televisi.
Aku menghampiri mereka untuk menanyakan keseharian mereka.
__ADS_1
Saat berbincang dengan kedua anakku, aku sesekali menghela nafas melihat belum juga ada balasan pesan dari Nissa. Membuat Azka bertanya kepadaku.
'' Kanapa Pah... ada kerjaan berat di kantor?'' tanya Azka kepadaku.
'' Tidak ka, papa sedang menunggu pesan dari calon Bunda kalian, dia pulang ke kampung nya tanpa memberitahu papa'' jawab ku memberitahu Azka di balik rasa tak nyamanku.
'' Kenapa tidak papa susul saja kesana, Azka dan Asyla bisa ikut papa untuk menemani'' ucap Azka membuat aku tersenyum, akan ide menyusul Nissa.
'' Kamu mau ikut ka? memang tidak ada jadwal kuliah?'' tanyaku padanya. Ingin menyusul Nissa bersama anak-anak akan aku pertimbangkan.
'' Iya Azka sedang senggang di kampus, De kamu mau ikut gak?'' ucap Azka pada Asyla.
'' Kemana?'' tanya Asyla yang sedang fokus menonton Tv.
'' Ke kampungnya Bunda'' jawab Azka, aku tersenyum mendengarnya.
'' Ke kampung Bunda...iya aku mau kak... kapan kita kesana'' Ucap Asyla antusias, aku hanya mendengar kan interaksi kedua anakku.
'' Besok saja Pah, Besok kan weekend Asyla libur sekolah '' seru Asyla menyadarkan ku.
'' Iyaa.. nanti papa kabari dulu Bunda kalian.. papa ke kamar dulu yah'' ucapku beranjak untuk membersihkan diri ke dalam kamarku.
Di kamar, aku tidak langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, aku malah langsung mengirim pesan pada Nissa calon Bunda kedua anakku.
📩Saya dan anak-anak.. akan menyusul anda besok ke kampung.
Belum ada lima menit, Ting... ting terdengar notif balasan, aku tersenyum dari tadi tidak dibalas, giliran di beritahu aku dan anak-anak akan menyusul kesana langsung di balas.
📩 Bapak dan anak-anak mau ngapain?
📩 Saya besok akan sibuk...mau ikut membantu menyiapkan pernikahan teman saya.
Whattt... balasan apa ini, menanyakan mau ngapain aku dan anak-anak akan menyusul kesaana. Aku gemas langsung membalas pesannya.
📩 Saya bukan mau menemui anda, saya kesana mau bertemu ibu dan bapak mertua saya, terus anak-anak akan ingin bertemu dengan nenek dan kakeknya.
📩Saya hanya mengabari saja, kalau anda besok sibuk di pernikahan teman anda, itu tidak masalah.
Baru pesanku terkirim dan terbaca olehnya, tak lama Ponselku berdering menandakan ada panggilan, ternyata orang yang baru aku balas pesannya, langsung menelpon ku setelah dia membaca pesan balasanku.
Aku yang sudah melepas baju dinasku, lebih memilih berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku tersenyum ingin menguji kesabaran perempuan yang juga sama suka menguji kesabaran pada ku.
Bersambung
__ADS_1
Coment, like dan vote yah, biar author makin semangat.