
Sudah tiga hari sudah Nissa melakukan bimbingan praktek di sebuah sekolah SMA.
Nissa sekarang bersedia menggunakan jasa supir dan mobil dari klinik. karena kalau Nissa masih menggunakan transportasi umum. Ardi memberi peringatan akan mengantarnya setiap hari.
Jadi, mau tidak mau Nissa memilih menggunakan mobilitas dari klinik, dari pada harus di antar oleh Ardi. Peringatan Ardi melalui pesan singkat membuat Nissa tidak berkutik.
📩Assalamualaikum dokter Nisa
saya hanya ingin memberitahu pada dokter untuk segera menggunakan mobilitas dari kantor mulai besok. Karena kalau dokter masih menggunakan transportasi umum saya pastikan saya sendiri yang akan mengantarkan dokter setiap hari.
Isi pesan Ardi saat Nissa tiba di mes dua hari lalu saat pulang dari bimbingan.
Nissa di buat syok akan peringatan Ardi, Sekarang Ardi sudah mulai terang-terangan di depan umum kalau dirinya mengenali Nissa.
pov Nissa
Hari Ini, hari pertama aku akan memulai beraktivitas kembali setelah pulang dari kampung halaman ku. Aku akan menjadi pembimbing praktek di sebuah sekolah.
Aku berjalan ke klinik untuk untuk membereskan ruangan ku terlebih dahulu sembari menyiapkan bingkisan oleh-oleh untuk rekan-rekanku.
Aku juga menyiapkan bingkisan untuk pak Ardi atasan di area klinik ku yang tak lain orang yang dulu sempat ku tolong.
Aku menitipkan bingkisan itu pada ajudannya saja, aku tidak berniat untuk memberikan nya sendiri.
Aku berangkat menuju tempat bimbingan sengaja menggunakan transportasi ojek online, karena tidak mau merepotkan orang klinik padahal sebelumnya atasan di klinik yakni ibu Fania sudah menyiapkan supir untuk mengantarku ke tempat bimbingan.
Saat akan berangkat di depan gerbang aku di hampiri oleh Pak Ardi, aku tidak menyangka pak Ardi mulai terang-terangan di depan umum untuk berkomunikasi dengan ku.
Sejujurnya aku sangat tidak nyaman akan tindakan pak Ardi, walaupun aku bekerja sebagai nakes di Area tempat berdinas, namun sepertinya tidak pantas kalau kami terlalu saling berinteraksi, karena hubungan antara pekerjaan kami bertolak belakang.
Aku memilih untuk berbicara secukupnya pada pak Ardi, bukannya aku tidak sopan namun aku lebih tidak nyaman apalagi di depan orang berlalu lalang akan memasuki gedung.
Bimbinganku hati ini berjalan lancar, aku juga bertemu dengan seorang teman yah tepat nya siswi SMA yang aku bimbing saat praktek.
__ADS_1
Saat aku pulang menuju mes tempat tinggal ku sekarang, aku di kagetkan lagi dengan pesan dari pak Ardi yang secara tidak langsung mengancamku secara halus agar aku mau menggunakan fasilitas kantor seperti supir dan mobil untuk mobilitas ku dinas pembimbing.
Karena kalau aku masih menggunakan transportasi umum, di pastikan pak Ardi akan mengantar aku setiap hari katanya. Aku di buat bingung ini ancaman atau perintah, namun dipastikan akan di taruh dimana wajahku bila aku di antar oleh Pak Ardi. Makannya dengan senang hati aku memilih menggunakan mobil dan supir dari klinik saja dari pada harus diantar oleh pak Ardi.
------🌹🌹------
keesokan harinya dimana hari terakhir Nissa melakukan bimbingan praktek. Nissa begitu semangat untuk berangkat. Nisa juga sudah menyiapkan kado sebagai kenang-kenangan untuk para siswa dan siswi untuk perpisahan mereka hari ini.
Nisa menyiapkan kado spesial untuk Asyla, siswi teladan yang begitu kompeten mengikuti praktek yang di bimbing Nissa.
Pagi ini Nisa berangkat sendiri dengan mobil dan supir dari klinik.
'' Mari pak, kita berangkat sekarang '' ajak Nisa pada supir yang sudah di siapkan pihak klinik.
'' Iya, mari dok'' pak supir masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Nissa.
Saat akan masuk ke dalam mobil, Nissa di kejutkan dengan adanya bucket bunga yang cukup besar.
'' Masya Allah...pak ini bunga punya siapa?'' tanya Nissa kaget melihat bucket bunga di kursi penumpang yang akan ia duduki. Nissa pun menggeser bucket bunga itu agar dirinya bisa duduk.
'' Ajudan mayor jendral... bukannya Pak Firman yah... '' batin Nissa bingung bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Nissa pun tak ambil pusing, Nissa memilih membereskan kado untuk siswanya agar posisinya tidak berantakan.
Saat Nissa tengah membereskan kadonya, terdengar notif pesab beberapa kali di ponselnya, Nissa pun segera mengechek ponsel pintar nya.
📩Assalamualaikum dokter Nissa, semoga harinya selalu lancar dan menyenangkan.
📩 Dokter Nissa...semoga anda menyukai bucket bunga yang sudah saya siapkan di dalam mobil yang anda tumpangi saat ini.
Nissa melototkan matanya, Nisa benar-benar di buat bingung dengan tingkah Ardi yang semakin membuat Nissa bingung.
'' Astagfirullah... ternyata dari pak Ardi'' batin Nissa prustasi akan ada kejutan apa lagi dari orang yang dulu pernah di tolongnya.
__ADS_1
'' Ya Allah... kalau dulu aku gak ketemu sama pak Ardi... pasti aku kerja nyaman gak akan ada gangguan kayak gini'' Batin Nissa merasa tak nyaman di perlakukan spesial oleh atasan di area klinik tempatnya bekerja.
Nissa pun mengambil bucket bunga yang cukup besar dan begitu wangi dan indah.
🌹🌹🌹Dear Dokter khairunissa... you are so special in my life🌹🌹🌹
'' Ya Ampun... gimana kalau ada yang lihat'' Nissa segera mencabut kertas yang tertulis kata-kata romantis untuknya, yang menempel dalam bucket bunganya.
Nissa langsung panas dingin melihat itu semua, sesaat jantungnya seperti berhenti berdetak saat membaca kata-kata romantis yang tertulis di dalam kertas.
Tak terasa Mobil yang di tumpangi Nissa tiba di sekolah tempat Nissa memberi bimbingan. Berbarengan juga dengan dering ponselnya yang memperlihatkan nama Pak Ardi memanggil di ponsel Nissa.
Nissa yang gugup, langsung menekan lambang merah telepon di ponselnya untuk menolak panggilan Ardi, dan segera menonaktifkan ponselnya.
Nissa mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya dengan pelan untuk menenangkan hatinya.
Setelah tenang Nissa pun turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan tempatnya memberi bimbingan.
Diruangan Ardi
Setelah menyuruh Firman menaruh bunga di mobil yang akan ditumpangi Nissa, Ardi sengaja duduk di balkon ruangan nya untuk memastikan Nissa menaiki mobil yang sudah bersiap dengan bunga di dalam nya.
Ardi ternyata melihat Nissa menaiki mobil tersebut dan segera mengirim pesan pada Nissa, memberitahu kalau dirinya yang memberikan bucket bunga itu untuk nya.
Ardi duduk di kursi kebesarannya, Ardi tersenyum lebar saat pesannya sudah terbaca oleh Nissa.
Cukup lama Ardi menunggu balasan pesan dari Nissa, namun setelah cukup lama pesan nya tidak di balas juga oleh Nissa.
Ardi yang penasaran langsung menekan nomor ponsel Nissa untuk menghubunginya.
Namun Ardi di buat kesal, karena Nissa telah menolak panggilan darinya.
🌸🌸🌸
__ADS_1
Bersambung dulu yaaa