
Keesokan harinya, tepatnya di hari Senin, Semua Anggota TNI AD yang berdinas di kantor Administratif, mengikuti apel Senin sekaligus untuk pelepasan Anggota yang akan di pindah dinaskan ke luar kota.
Disana juga sudah di hadiri, oleh keluarga Anggota yang akan di tinggalkan.
Terlihat para istri, anak dan orang tua Anggota menghadiri acara pelepasan Anggota pada Senin pagi itu.
Tidak terkecuali di sana juga hadir Asyla, Azka putra putri Ardi dan juga Ibu Pritasari ibunda Ardi, yang juga ikut menghadiri pelepasan keberangkatan putranya, untuk mengikuti kewajibannya sebagai Abdi negara.
Fania juga terlihat hadir bersama putra putrinya, ia lengkap dengan baju kebanggaan nya sebagai ibu persit.
Terlihat Ardi menaiki podium yang tersedia, untuk memberikan sambutan pada semua Anggota dan keluarga Anggota yang hadir.
Ardi selaku senior, sekaligus penanggung jawab di Kantor Administratif di Pusat Kesehatan AD, juga memberikan emban tugas, pada Ajudannya untuk mangatur dan menanggung jawab di Area gedung dan klinik selama dirinya bertugas keluar kota.
Ardi begitu Gagah dengan baju seragam dinas kebanggaan nya, Ia tak lupa memberikan salam hormat pada semua Anggota yang hadir di acara apel sekaligus pelepasan, yang di adakan di Aula Kantor.
Setelah acara Apel dan ramah tamah pelepasan Anggota usai, mereka beralih menuju Lapangan yang di sana sudah tersedia Armada Bus yang akan mengantar mereka menuju Kota tujuan Dinas mereka.
Kebetulan Anggota yang akan berdinas di bagi menjadi dua Kota tujuan, yakni Aceh dan papua.
Ardi dan bawahannya akan di tugaskan, untuk mengamankan di daerah Nanggroe Aceh Darusalam, sedangkan Fery suami Fania akan di pindah tugas kan sementara di daerah Papua.
Semua Anggota mulai berpamitan, pada keluarganya masing-masing yang akan di tinggalkan untuk menjalankan Dinas.
Tangis haru, dirasakan oleh para Anggota dan keluarganya.
Kini semua Anggota yang sudah berpamitan, berkumpul di lapangan Area gedung, sebentar lagi mereka akan berangkat menuju Bandaran di antar oleh mobil unimog milik TNI.
Di Area klinik, Nissa sudah tidak bisa menahan tangis dari matanya, Hati dan matanya kini sudah tidak bisa menyembunyikan rasa harunya akan keberangkatan Ardi, untuk Dinas ke luar kota.
Nissa yang merasa tak nyaman karena menangis, memilih pergi ke toilet di area klinik, Nissa tiba di toilet kembali menumpahkan air matanya.
Lebay sekali kamu nissa... kenapa juga harus menangis....'Batin Nissa yang terus saja merasa sedih.
Cukup lama Nissa menangis, Setelah merasa tenang, Nissa segera mencuci wajah sembabnya, dan segera keluar dari toilet.
__ADS_1
Saat keluar dari toilet, Nissa berpapasan dengan seorang ibu paruh baya, yang sedang mencari Toilet, Nissa yang merasa kasihan langsung mengantar Perempuan paruh baya tersebut.
'' Terima kasih yah...nak? ''
''Sama sama bu, saya pamit...mau kembali ke klinik ''
'' Nak..kamu dokter di klinik ini yah? tapi kok ibu baru melihat? "
"Iya bu, saya baru beberapa bulan dinas di klinik ini"
" Pantas saja nak, ibu baru melihat, ibu biasanya Cheek up di klinik ini, kebetulan putra ibu berdinas di kantor ini, namun sekarang harus ikut dinas keluar kota"
" Oh begitu ya bu, jadi ibu sedang mengantar putra ibu, semoga putra ibu dan Anggota lain yang dinas ke luar kota di berikan kesehatan dan kelancaran yah bu"
" Iya Nak, Aamiin... terima kasih yah''
'' Iya bu... sama sama... saya pamit.
Nissa pun pamit pada perempuan paruh baya itu, setelah mengantar nya masuk ke toilet, ia akhirnya kembali ke klinik untuk melakukan pembukuan kesehatan Anggota.
Nissa yang menyadari Ardi di depannya, langsung menyapa Ardi, Nissa bingung tak mengerti dengan perasaan yang ia rasakan sekarang.
Nissa merasa senang bisa bertemu Ardi di depan klinik, ia jadi bisa menyapa Ardi sebelum keberangkatan nya ke luar kota.
'' Pak Ardi... ada yang bisa saya "
" Ehh dokter Nissa...saya sedang mencari keberadaan ibu saya, tadi beliau ijin untuk ke toilet" Ucap Ardi tersenyum, ia begitu senang bisa bertemu Nissa, sebelum keberangkatan nya.
Saat mereka sedang saling sapa, tiba-tiba datang dari arah belakang, seorang ibu paruh baya yang tadi bertemu Nissa.
'' Ardi kamu di sini...eehhh ini yang tadi yah?''
Tanya ibu prita pada putranya Ardi dan Nissa. Nissa hanya membalas dengan tersenyum dan mengangguk.
'' Bu, Ardi mencari ibu, sebentar lagi Ardi akan berangkat menuju bandara'' Jawab Ardi pada sang ibu, Nissa tampak bingung mencerna apa yang di dengar nya.
__ADS_1
Ternyata beliau, ibunya pak Ardi Batin Nissa sedikit kaget.
'' Ya Sudah, ayo bu kita kesana'' Ajak Ardi pada sang ibu.
'' Mari dokter.. kami duluan'' ucap Ardi dan ibu prita pada Nissa. Nissa hanya menganggukan kepala dan tersenyum.
Sembari berjalan menuju lapangan, Ibu Prita terus bertanya-tanya pada Ardi putranya.
Bu Prita begitu penasaran, saat melihat Ari bertegur sapa dengan Dokter klinik yang mengantarnya ke toilet.
'' Ardi, sepertinya kalian sudah saling mengenal?'' tanya bu Prita putra semata wayangnya.
'' Iya tentu bu, dia adalah dokter di klinik'' Jawab Ardi, membuat sang ibu tersenyum.
'' Wahh... ibu lihat dia masih single di, kamu pantas sama dia'' Ibu prita terus bersuara, Ardi belum sempat menjawab, karena mereka sudah sampai di area lapangan, dimana Ardi akan siap berangkat.
Ardi langsung berpamitan pada ibu, dan putra putrinya, Asyla tampak menangis akan di tinggalkan tugas oleh sang papa.
Berbeda dengan Azka yang tampak tenang memegang bahu sang nenek yang tampak terharu melepas keberangkatan Ardi dan para Anggota lain.
Diruangan Nissa, Ia tampak gundah dan bingung, antara ingin mengirim pesan pada Ardi atau tidak.
Semenjak sikap Ardi berubah, Nissa tampak terus merasa bersalah, ia tampak sudah berlebihan tak mau menjalin silaturrahmi dengan Ardi.
Tak lama, terdengar suara ramai, dari luar ruangannya, Nissa segera beranjak dari duduk nya.
Ternyata ada Fania datang bersama, Ibu dan Putra, putri Ardi.
Ibu Ardi sengaja bertanya pada Fania, ingin bertemu dengan Nissa.
Asyla tampak tersenyum saat sadar Nissa yang di cari neneknya.
...Bersambung ...
jangan lupa like, vote and coment readers
__ADS_1