
Seminggu kemudian setelah Nissa menjawab Lamaran Ardi, Ardi sekarang lebih intens selalu memperhatikan perihal Nissa, dari mulai mengetahui tugas Nissa, selalu mengirim makan siang dan malam untuk Nissa. Sampai untuk kebutuhan Nissa sehari-hari Ardi kirimkan melalui ajudannya Firman.
Pov Nissa
Semenjak Aku menjawab perihal lamaran Pak Ardi, membuat Pak Ardi merasa aku sudah separuh miliknya, semuanya yang aku lakukan akan selalu dalam pantauannya, saat aku tanyakan padanya mengenai itu, Pak Ardi beralasan karena aku calon istrinya, jadi segala sesuatu yang bersangkut paut dengan ku, itu sudah menjadi tanggung jawab nya.
Aku sempat menolak apa yang di lakukan Pak Ardi, namun orang yang berpengaruh itu, malah menjawab '' Yang pasti.. apa yang saya lakukan, tidak melanggar tiga point syarat dari anda'' uuhh iya sih tidak melanggar, tapi itu membuat aku tidak nyaman, apalagi Fania yang sepertinya sudah mengetahui, membuatku sedikit malu terhadapnya.
Tiga hari, sebelum kepulanganku ke kampung, aku berniat ingin mencari kado pernikahan untuk teman ku Sinta.
Namun bukan hanya itu, aku juga ingin menemui Putra-putri Pak Ardi, yakni Azka dan Asyla, Hatiku ini masih merasa kurang dan tidak tenang, setelah bersedia menerima lamaran dari Pak Ardi, namun aku belum tahu perihal hati dan jawaban anak-anak Pak Ardi mengenai itu.
Kebetulan, hari ini aku mendapat shif pagi untuk berjaga di klinik, jadi pukul satu siang aku sudah Free. Aku mengirim kan pesan pada Asyla untuk mengajaknya bertemu. Kebetulan beberapa hari yang lalu, Asyla menagih janji padaku, untuk kembali bermain Battle Basket di Arena Permainan di sebuah Mall.
📩Assalamualaikum..Asyla, masih di sekolah atau sudah di rumah?
📩Wa'alaikum salam kak... aku sudah di rumah, ada apa?
📩kakak mau ngajak Asyla bertemu..bisa tidak? Sekalian kakak mau penuhin janji kakak buat Battle basket, kita ketemu di Mall waktu itu saja...kebetulan kakak taunya mall itu saja..wkwkk
📩Oke siap.. kapan kak?
📩Setengah jam lagi kakak OtW dari Klinik, kita ketemu di sana yah.
📩Aku ajak kak Azka boleh yah? soalnya papa gak akan izinkan kalau aku berangkat sendiri, kebetulan supir sedang tugas keluar.
📩Tidak masalah...kakak senang, kalau kak Azka ikut, kita bertemu di sana...see youu Assalamualaikum.
📩ok... wa'alaikum salam.
Aku berangkat menggunakan Ojek online, karena dengan menggunakan motor online akan lebih meminimalisir waktu dari pada mobil online.
Aku sengaja tidak memberitahu Pak Ardi, kalau aku mau bertemu anak-anak nya, kalau aku memberitahu nya, bisa dibayangakan dia akan ikut juga kesana. Yang ada..nanti aku tidak bisa menanyakan perihal apa yang aku ingin tanyakan.
Alhamdulillah, aku tiba di Mall tepat tiga puluh menit, kerena jalanan sedikit macet.
__ADS_1
Saat ku lihat ponsel, ternyata Asyla mengabari kalau dirinya dan Azka juga sudah sampai dan sekarang mereka sudab berada di Food court dekat Arena bermain.
Aku langsung menuju ke lantai tiga, dimana mereka sudah menunggu.
'' Aaahh... kakak'' ucap Asyla saat melihat aku tiba di sana, ia begitu antusias akan kedatangan ku, berbeda sekali dengan Azka yang begitu cool dan santai, tidak berbeda jauh dengan Pak Ardi sikapnya.
'' Maaf yah... kakak membuat kalian menunggu'' ucapku sembari mencium pipi Asyla, pipinya sudah kembali gembil setelah sembuh dari sakit tifus nya beberapa waktu lalu.
'' Kita juga baru sampai kok'' ucap Azka bersuara merentangakan tangannya, Aku tersenyum dan menjabat tangannya, rupanya ia juga bisa welcome kepada ku, kebetulan ini adalah pertemuan kedua dengan Azka, setelah pertemuan pertama saat Azka ikut mengantar pelepasan Ardi saat akan berdinas ke Aceh.
Mereka mengajak aku makan di Foodcourt di sana, aku putuskan setelah makan untuk mengajak mereka berbincang akan apa yang ingin aku bicarakan.
'' Asyla dan Azka...boleh kakak cerita, ada sedikit yang kakak ingin tanyakan sama kalian...boleh'' tanyaku menatap dua anak di depanku.
'' Boleh kak'' jawab Asyla dan Azka kompak, aku tersenyum sesaat, terlintas di benakku, kalau aku jadi menikah dengan Pak Ardi, berarti mereka akan menjadi Anak-anakku juga.'' Ma Sya Allah'' batinku melihat mereka.
'' Sebelelumnya kakak minta maaf, kalau kakak menanyakan soal ini pada kalian, tapi kalau kalian tidak mau menjawab, its ok tidak masalah jangan di paksa untuk menjawab'' ucapku hati-hati.
'' Tanya apa kak, sepertinya serius?'' tanya Azka kepadaku, jangan tanya Asyla ia sedang khusu makan, makanan favorit nya sembari mangut-mangut mendengarkan ucapanku.
'' Apa kalian.. mau mempunyai ibu sambung?''tanyaku pelan. Tanpa kuduga mereka memberikan respon dengan tertawa.
'' kalau aku mau kak... kata papa, sebentar lagi aku akan ada yang perhatiin lagi, seperti dulu masih ada Alm mama Berliana'' ucap Asyla antusias, aku tersenyum dalam hati.
'' Aku juga siap kak, papa juga sudah cerita sebelum nya, aku sih sebenarnya ada atau tidak ada ibu sambung sama sekali tidak ada masalah, namun melihat adiku Asyla... aku jadi berpikir, kalau papa menikah lagi itu penting juga agar Asyla ada sosok seorang ibu seperti Alm mama Berliana'' ucap Azka bijak, berarti dugaanku tidak benar, ternyata pak Ardi juga sudah membicarakan itu dengan anak-anak, aku kira belum mengingat sosok Pak Ardi yang begitu diplomatis.
'' Kakak kan orang nya? yang akan menjadi ibu sambung kami'' tanya mereka berbareng.
Jedoooorr....aku serasa seperti di tembakk karena ketahuan. Aku sesaat bengong tak menjawab, muka ku juga sulit untuk di kendalikan karena saking malunya di hadapan anak-anak. Ternyata mereka sudah tahu aku akan menjadi ibu sambung mereka.
'' Papa sudah cerita semua.. pada kami dan nenek, kalau papa akan melamar kakak untuk menjadi ibu sambung kami, bahkan beberapa hari lalu papa juga memberitahu kalau kakak bersedia menerima lamaran papa'' ucap Azka panjanh lebar, membuat aku sudah tidak tahan ingin menutup wajahku karena malu.
'' Iya kak... Syla udah gak sabar, kapan kakak akan menikah dengan papa?'' Tanya Asyla santai, aku sendiri hanya bisa tersenyum tipis, karena sedang kesusahan mengatur nafas, untuk menjawab ucapan mereka.
Belum sempat aku menjawab..aku liat dari kejauhan, Pak Ardi berjalan menuju kearah kami.
__ADS_1
Pak Ardi terlihat sudah tidak menggunakan baju Dinasnya, ia terlihat menggunakan kemeja polos putih dengan celana bahan warna hitam di tambah topi hitam, eummm tumben sekali Pak Ardi pakai topi pikirku, saat Pak Ardi tiba di meja kami. potongan rambut buzz cutnya tidak terlihat lagi.
'' Papa'' ucap Asyla, Pak Ardi langsung mencium kening Asyla dan beralih berjabatan tangan dengan Azka dan memberikan senyuman kepadaku.
Aku hanya menyaksikan pertemuan antara papa dan anak-anaknya di depanku. Sesekali aku menghela nafas, dari mana Pak Ardi tahu keberadaan kami bersama di sini.
'' De...ayooo Battle baskes sama kakak, kakak sudah lama tidak bermain di Arena bermain'' Ajak Azka pada Asyla, Asyla langsung beranjak mengikuti Azka dan melambaikan tangan kepadaku dan Papanya.
Aku sekarang ditinggal kan dua anak itu duduk berdampingan berdua bersama papanya saja.
Ya Ampun...kok jadi begini..aku kan niatnya mau berbincang dengan anak-anaknya... kok sekarang malah sama papanya.... huffff tolongggggg batinku
Pak Ardi hanya memperhatikan ku, membuat aku tidak nyaman terus di perhatikan nya.
'' kenapa gak bilang saya, kalau mau bertemu anak-anak?'' Tanya Pak Ardi setelah puas menatap ku.
'' Hmm.. kenapa harus bilang sama bapak, kan aku maunya ketemu sama anak-anak bapak saja, bukan sama bapak'' ucapku memalingkan pandanganku dari Pak Ardi.
'' Kalau anda bilang, saya bisa mengantar ke sini'' ucapnya masih memandang ke arahku, aku malas untuk menanggapinya.
'' Mereka sudah saya beritahu, anda tidak perlu khawatir, sampai-sampai anda repot-repot menanyakan mereka diam-diam dibelakang saya'' Sambung Pak Ardi, menyindir akan kekhawatiran ku terhadap anak-anaknya.
'' Bapak tahu dari mana? terus ngapain lagi bapak ke sini, bukannya bapak masih harus di kantor?'' tanyaku pada Pak Ardi, jujur aku bingung, ini di luar dugaan ku.
'' Azka memberikan laporan kepada saya, kalau dia dan adiknya sedang bersama calon ibu sambung mereka'' ucap Pak Ardi memperlihatkan Pesan Chat dari Azka.
Alaamakkk...ternyata Azkkaa yang ngaduinnn. Batinku menjerit. Calon anak sambungku ternyata orang nya aduan... auuuhhhh takuttt.
'' Saya kaget tadi...saat mendapatkan pesan dari Azka, Saya pikir siapa yang Azka maksud, karena setau saya anda sedang di klinik...tapi ternyata anda lah yang tengah bersama anak-anak saya'' Sambung Pak Ardi dengan senyum lebarnya. Aku hanya bisa diam seribu bahasa, bibirku benar-benar bingung mau menjawab apa.
Aku hanya bisa menghela nafas berkali-kali untuk menenangkan hati ku.
Bersambung
coment dan sarannya yahh
__ADS_1
jangan lupa like and vote juga