Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
PULANG KAMPUNG (ada yang di tinggal)


__ADS_3

Hari-hari Nisa di klinik AD, semakin stabil dan menyatu dengan nya, teman dokter dan perawat di klinik pun semakin kompak dan care juga saling membantu.


Walaupun kadang-kadang Nisa di buat kesal dan bingung karena Ardi hampir setiap hari mengirimnya pesan.


'' Tidak mengganggu sih... tapi lebih ke tidak perlu...untuk apa juga kirim pesan terus...siapa nya juga aku... huuufft... '' Batin Nisa pada dirinya sendiri, saat kembali melihat pesan dari Ardi di ponselnya.


Pesan Ardi yang berisi uacapan semangat untuk Nisa dan juga bentuk ungkapan Ardi yang memberitahu Nisa akan keberadaanya yang masih di luar kota.


📩


Assalamualaikum..


Lancar dan semangat selalu dokter Nisa.


saya masih dinas di luar kota


besok baru kembali ke jakarta


------🌺----


Nisa menghela nafas..mau tidak mau Nisa tetap harus membalas pesan dari Ardi.


📩


wa'alaikum salam pak Ardi.


🙏🙏🙏


Nisa pun membalas pesan Ardi singkat saja, sekarang Nisa harus lebih menghargai Ardi sebagai Atasan nya di area Pusat kesehatan AD, bukan lagi sebagai orang yang sudah di tolongnya saja.


Nisa sempat ingin mengabaikan pesan pesan dari Ardi, namun Nisa pikirkan lagi akan berdampak kurang baik padanya.


Ternyata Ardi langsung Dinas ke luar kota setelah tepat setelah tiga minggu dari pertemuan mereka di ruangan Ardi waktu itu.

__ADS_1


Siang ini di hari jum'at, Nisa sedang membereskan data klinik di ruangan di temani Dokter Dina dan Desi rekannya di kilinik.


Nisa menyelesaikan pekerjaan nya di hari itu, karena keesokan harinya Nisa berniat pulang ke kampungnya setelah satu bulan lebih Nisa bekerja di klinik.


'' Nis.. besok jadi pulang'' tanya Desi rekannya.


'' Insha Allah jadi mba'' jawab Nisa sembari memprint data yang di butuhkan di klinik.


'' Mau naik apa Nis?.. apa mau di anter aja sama rekan kita Dokter Johan kayaknya besok Free juga gak tugas di klinik'' ucap Desi yang berniat menjodohkan Nisa dan johan.


'' Iya mba Nisa... johan katanya pengen tahu kampungnya mba Nisa lohh..heehe'' Dina juga ikut bersuara sedangkan Nisa hanya tersenyum, karena tahu akan niatan kedua dokter seniornya di klinik yang ingij menjodohkannya dengan dokter johan.


'' Apaan sih mba Desi dan mba Dina..aku besok di jemput mamang aku dari kampung kok... jadi gak mau ngerepotin siapapun heheh'' Nisa hanya menjawab santai godaan rekannya, dan memberitahu akan di jemput mamangnya yakni mang tisna.


Di klinik Nisa mempunyai empat rekan dokter, Ada Desi, Dina dan fajar yang sudah berkeluarga sedangkan Johan dan Nisa yang masih single.


Semenjak Nisa Bergabung di klinik Nisa dan johan selalu di jodoh-jodohkan oleh rekan dokter yang lain.


Nisa bersikap biasa saja namun berbeda dengan Johan yang terlihat begitu senang akan niatan teman-temannya, apalagi melihat kepribadian Nisa yang begitu berbeda dengan perempuan lain membuat Johan tertarik pada Nisa.


Keesokan harinya, Nisa sudah bersiap di depan mes dengan outfit santainya.


Mang tisna juga sedang bersiap mengecheek mesin mobil di parkiran dekat klinik. Mang Tisna semalam tiba dari kampung untuk menjemput Nisa atas perintah pak Zaenal.


Pukul Sembilan sesudah sarapan Nisa menyempatkan pamit pada rekannya dan ibu Fania yang pagi ini sedang sidak di klinik.


Setelah pamit Nisa dan mang Tisna bersiap untuk berangkat.


Saat mobil kijang yang dikendarai mang Tisna berjalan ke luar area klinik, tidak sengaja berpapasan dengan Ardi yang baru saja masuk Area klinik mengendarai mobil Rubicon nya.


'' Sepertinya... mobil pak Zaenal'' gumam Ardi melihat mobil di depannya.


''Teeeett... teeet'' klakson mobil Ardi menggema dan Ardi langsung membuka kaca mobilnya untuk menyapa orang di dalam mobil kijang di depannya.

__ADS_1


Mang tisna yang mendengar langsung membuka kaca mobilnya juga dan langsung kaget saat melihat orang berseragam di balik kemudi mobil yang pernah di lihatnya.


'' Masha Allah...Pak Ardi '' ujar Mang Tisna, sontak membuat Nisa yang duduk di belakang ikuut melihat ke arah jendral mobil.


'' Iya mang Tisna, gimana kabarnya? kapan datang mang? '' Ardi langsung keluar dari mobilnya untuk menyapa mang Tisna yang sama ikuy keluar dari mobil kijang pak Zaenal.


''Alhamdulillah pak Ardi, saya datang semalam, pak Ardi sendiri gimana kabarnya? kok bisa yah kita bertemu lagi di sini?'' Jawab mang Tisna yang sumbringah bertemu kembali dengan Ardi.


''Datang sendiri mang kesini? Alhamdulillah kabar saya Baik, kantor dinas saya di sini mang jadi kalau tidak dinas ke luar kota saya berdinas di sini'' jawab Ardi sopan sembari berjabat tangan dengan mang tisna.


'' Oh.. ini Kantor dinas pak Ardi yah... jadi pak Ardi kantornya deket klinik neng Nisa kerja yah... saya sendiri atas perintah pak Zaenal, mau menjemput Neng Nisa pulang..'' Ucapan mang tisna terjeda karena Ardi langsung bersuara.


'' Memang Dokter Nisa kenapa? kok pulang nya dadakan? '' Ardi menyela ucapan Mang tisna, karena khawatir akan Nisa yang mendadak di jemput mang Tisna pulang. Nisa di dalam mobil hanya bisa menahan senyum mendengar nya.


'' Neng Nisa tidak apa-apa pak Ardi, memang ini jatah neng Nisa pulang ke kampung...iya kan neng? '' Ucap mang Tisna sembari mengarah pandangan pada Nisa di dalam mobil. Membuat pandangan Ardi beralih ke jendela mobil kijanh di mana Nisa ada di dalam nya.


Nisa pun membuka jendela mobil nya, niat Nisa untuk turun dari mobil di urungkannga, mengingat ini masih area kantor dan klinik AD, masih banyak orang berlalu lalang takutnya menimbulkan hal yang tidak -tidak.


'' Iya pak Ardi... saya mau sekalian pamit pulang dulu, sebelum nya saya sudah mendapat ijin dari ibu Fania'' ucap Nisa sembari menangkupkan tangan nya di dada. Ardi terdiam sesaat menatap Nisa, sudah mau lima hari ia tidak ke kantor karena harus dinas ke luar kota.


'' Iya pak Ardi kami pamit sekarang..takutnya macet di jalan '' ucap Mang Tisna yang ingin segera berangkat karena takut terkena macet di jalan.


'' Oh.. silahkan kalau begitu dokter...eehh. iya mang tisna hati-hati di jalan..titip salam untuk pak Zaenal dan ibu'' Ucap Ardi yang tersadar dari terpesona memandang Nisa.


Ternyata oh ternyata...Ardi yang biasanya tidak masuk kantor Di hari sabtu, sekarang berbeda setelah mengetahui kehadiran Nisa Ardi selalu Full di kantor dari hari senin sampai sabtu dan hanya libur di hari Minggu.


Sama seperti hari ini, Ardi begitu semangat ke kantor padahal baru saja tiba dari Dinas di luar kota.


Namun nyatanya orang yang di rindukannya akan pulang menuju kampung halamannya.


Mang Tisna menjalankan mobilnya dan segera keluar menuju jalanan kota jakarta menuju sumedang. Ardi hanya menatap sampai mobil yang dikendarai mang tisna sudah tidak terlihat lagi.


Ardi yang lelah dan mengetahui Nisa pulang kampung, masuk kembali ke dalam mobilnya dan memutar balik pulang menuju rumah nya tidak jadi masuk ke kantor.

__ADS_1


(Bersambung dulu)


Like dan coment biar Author makin semangat


__ADS_2