Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
MENUJU KELUARGA BAHAGIA


__ADS_3

Pov Nissa


Aku dan Pak Ardi tiba di depan tenda besar di depan Aula kantor kepala Desa, dimana menjadi tempat di langsungkannya pernikahan Sinta dan anak Kepala desa.


Semula aku akan berjalan memasuki Aula sendiri ''Eehh'' aku lupa kalau aku datang dengan Pak Ardi, Aku segera berbalik menunggu Pak Ardi mengunci mobil dan membawa kado besar milikku untuk Sinta.


Sekarang aku berjalan sejajar dengan Pak Ardi, Pak Ardi tampak tersenyum saat kita berjalan sejajar. Membuatku bertanya-tanya.


'' Kenapa.. Bapak senyum-senyum?'' tanya ku.


'' Tidak..saya ingin senyum saja..memangnya tidak boleh '' jawab Pak Ardi, tampak senyumnya semakin mengembang.


'' Aneh lah Pak... kalau senyum-senyum tiada ada sebab'' ucapku yang kesal akan senyuman Bapak abdi negara di sampingku ini.


'' Berapa tinggi badan Anda? '' Tanya Pak Ardi kepada ku.


'' Isttt... berarti sedari tadi bapak menertawakanku yah... karena aku pendek?'' ucapku sedikit kesal, Pak Ardi menanyakan hal yang sensitif untuk kaum perempuan. Belum sempat Pak Ardi menjawab, kami tiba ke dalam Aula tempat acara.


Namun aku tetap bertanya-tanya..Apa Aku begitu terlihat pendek sekali berjalan berbarengan dengan Pak Ardi, Sepertinya Pak Ardi tersenyum melihat perbedaan tinggi badan diantara kami, Namun benar juga sih mengingat Pak Ardi postur badannya menjulang tinggi, sepertinya tinggi badan Pak Ardi di kisaran 180 cm, Sedangkan aku yang kerdil ini hanya mempunyai tinggi 158 cm.


Aku hanya tertawa menerka pikiran Pak Ardi, bisa di bayangkan aku lebih mirip anaknya kalau berbarengan dengan Pak Ardi, padahal sekarang aku sudah menggunakan sepatu pesta yang berhak 5 cm, ya kalau di gabung tinggiku sekarang jadi163 cm masih kalah jauh dengan tinggi Pak Ardi.


Tiba di tempat Acara, aku segera memasuki tempat dimana pengantin perempuan bersiap, karena aku akan menjadi pengiring pihak pengantin perempuannya, saat menuju meja akad nanti, Suara MC pembuka acara sudah terdengar dilanjut pembacaan ayat suci Al qur'an sudah di terdengar di kumandangkan oleh salah satu Ustadz.


Sebelumnya aku pamit pada Pak Ardi untuk menemui Sinta.


Saat aku berjalan tiba tiba aku begitu kaget, saat seseorang menepuk kedua pundakku dari belakang.


'' Niss'' ucapnya, suaranya begitu tidak asing, aku begitu mengenal suara itu.


Aku segera berbalik, dan betapa kagetnya saat aku berbalik terlihatlah Dr. Dandra, orang yang menepuk pundak ku tadi.


Ternyata dia datang, memenuhi undangan pernikahan Sinta, aku kaget sekaligus senang bisa bertemu dengan Dr. Dandra, karena begitu banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada nya.


'' Dr. Dandra... '' ucapku gamang akan kekagetanku.

__ADS_1


'' Iya Dr. Nissa...Senang bertemu kamu di sini, saya kira kamu tidak pulang dari jakarta'' ucap Dandra tersenyum senang bisa bertemu denganku.


'' Dra.. kamu kemana aja? kok kemarin main ngilang gitu aja...gak ada konfirmasi dulu sama aku'' Tanya ku spontan mengenai apa yang aku ingin tanyakan, dia tampak bingung untuk menjawab.


Sebelum Dandra menjawab, aku melihat Pak Ardi jalan menuju ke arah aku dan Dandra.


Dia langsung merengkuh bahuku, hampir tubuhku mengenai dadanya bidangnya.


'' Degg'' hatiku berdegup kencang, saat tangan kekar Pak Ardi merengkuh pundaku, agar mendekat ke arahnya.


Whattt.. apa apaan Pak Ardi pikirku, namun aku langsung mengerti saat melihat tatapan Pak Ardi yang begitu tegas kepadaku. Dia sepertinya tidak suka melihat akan kedekatanku dengan Dandra yang sedari tadi berbincang.


" Katanya mau menemui pengantin perempuan? Kok masih di sini?" ucap Pak Ardi terasa sekali ia begitu merengkuh pundakku dengan kuat. Dia seperti ingin memperlihatkan kedekatan kami pada Dandra.


" Dr. Dandra perkenalkan ini Pak Ardi...beliau atasan saya di Jakarta" ucapku pada Dandra, terlihat dari tatapan Dandra, ia begitu bertanya tanya akan apa yang ia lihat di depannya.


Pak Ardi bijak langsung mengulurkan tangannya. Kemudian langsung disambut uluran tangan Dandra.


" Saya Ardi..calon Suaminya Dr. Nissa" Ucapnya Pak Ardi begitu jelas.


''Alammaakkk '' batinku, aku rasanya ingin langsung menghilang dari tempat itu. Aku langsung cengengesan menutupi rasa maluku. Dandra tampak semakin bingung Semula aku perkenalkan Ardi sebagai atasanku, namun sekarang Ardi mengenalkan diri sebagai calon suamiku.


" Se.. selamat kalau begitu Niss, semoga kamu segera menyusul Sinta" Ucap Dandra, terlihat dia sedikit kaget akan apa yang di dengarnya.


" Aamiin...terima kasih atas doanya" sahut Pak Ardi, aku hanya mengangguk sudah tak tahan terus di perhatian Dandra yang seperti meminta kejelasan.


Dandra kemudian pamit dari depan ku dan Pak Ardi, langsung berbaur dengan orang yang dikenalnya sewaktu di klinik.


" Bapak kok..main publikasikan hubungan kita sih... aku kan belum mau di publikasikan sebelum kita resmi menikah?" Tanya ku pada Pak Ardi setelah kepergian Dandra.


" Anda bilang kan dulu tidak mau di publikasikan kepada teman dan Anggota di tempat kerja saja kan? bukan di sini" Ucap pak Ardi begitu mengingat apa yang aku ucapkan. Aku tidak mau menjawab, akan butuh waktu panjang bila harus berdebat. Sedangakan Prosesi ijab kabul Sinta akan segera di mulai.


🌸🌸🌸🌸


Tidak terasa acara ijab kabul Sinta sudah sslelsai. Mereka langsung melanjutkan prosesi selanjutnya.

__ADS_1


Setelah selesai aku dan Pak Ardi memberikan selamat pada Sinta dan Suaminya. Dilanjutkan aku dan Pak Ardi ikut berfoto dengan kedua pengantin di pelaminan.


Aku langsung pamit pulang pada Sinta, aku begitu malas berlama lama dengan Pak Ardi di sana, bukan tanpa alasan aku sebenarnya sudah tak tahan menjadi pusat perhatian warga yang menggadiri pernikahan Sinta. Bukannya Perhatian mereka menuju kedua pengantin ini malah menuju aku dan Pak Ardi.


Selama di perjalanan aku tidak banyak berbicara, Sepertinya begitu malas mengingat kejadian tadi. Dandra pasti berpikir yang tidak-tidak mengingat aku tidak pernah perpacaran sekarang tau-tau punya calon suami.


Tiba di depan rumah aku begitu tersenyum,rasa kesalku pada Pak Ardi serasa terobati melihat kedekatan Asyla dan Ayah di teras rumah.


Mereka sepertinya sedang asyik bercengkerama.


" Asyla..." Sapaku pada Asyla. Ia langsung menghampiri ku saat aku turun dari mobil papanya.


" Adeehh.. Bunda cantik banget, Habis kondangan sama Papa yah? "Tanyanya Antusias melihat dandanku dan papanya.


" Iyalah Syl...Bunda kan perempuan sama seperti Syla Cantik dan manis" Ucapku tidak sadar begitu pasih menyebut diriku sendiri sebagai Bunda.


Semua yang ada disitu tersenyum, aku langsung menuju rumah karena marasa malu.


------------🌸🌸🌸🌸-------


Sore hari tiba, aku kini sedang berbincang dengan Asyla dan Ibu di dapur, kami sembari menyiapkan masakan untuk makan malam dan membuat makanan khas kampung halaman ku untuk dibawa oleh Pak Ardi. Kebetulan Pak Ardi akan Pulang besok pagi-pagi setelah solat subuh.


Setelah makan malam aku mengajak Asyla ke ruang praktekku, dimana dulu pernah di tiduri oleh Pak Ardi saat tak sadarkan diri dari kecelakaan. Asyla begitu antusias memperhatikanku. Dia Juga banyak bertanya akan apa yang belum ia mengerti dalam bidang kedokteran.


Diruang tamu Pak Ardi begitu Khusu berbincang dengan Ayah, mang Tisna dan juga Firman. Aku memilih masuk ke dalam kamarku dengan Asyla. Anak itu meminta untuk tidur denganku, aku tersenyum saat Asyla tidak mau jauh dariku.


Sebelum tidur Asyla banyak cerita mengenai Papanya, yang sedari di tinggal meninggal oleh Alm ibunya, tidak pernah dekat dengan perempuan, Namun sekarang Asyla merasa bersyukur melihat Papanya dekat denganku, Katanya dia sudah tidak sabar bisa mempunyai ibu seperti dulu.


Aku sesaat terharu, melihat Asyla yang begitu menginginkan bisa mempunyai seorang ibu. Dia juga mengucapkan terima kasih pada ku karena sudah mau menolong Papanya.


" Kita kan sesama mahkluk Alloh... sudah sepantasnya kita untuk saling tolong menolong" ucapku pada Asyla.


Asyla mengangguk mengerti" Alloh memang baik banget ya bunda.. aku bersyukur Papa di tolong Bunda" Asyla memelukku dengan penuh kehangatan.


Aku dan Asyla akhirnya tertidur saling memeluk menuju alam mimpi.

__ADS_1


Bersambung


maafkan Author baru update... soalnya Authornya lagi gak enak body.


__ADS_2