
Nisa Dan Sinta tiba di klinik. Disana sudah menunggu beberapa pasien yang sedang di tangani Dr. Dandra Nugraha (27) berperawakan putih, tinggi dan menggunakan kaca mata. Dandra adalah kakak senior Nisa sewaktu kuliah dan Sekarang Dandra adalah dokter obgyn yang ikhlas mengabdi di klinik milik Nisa.
Dandra bukan orang asing bagi Nisa. Karena sudah hampir tiga tahun mereka saling mengenal sejak mereka masih kuliah di universitas yang sama. Namun Dandra lebih dulu lulus dua tahun sebelum Nisa Lulus. Walaupun sudah tidak bertemu karena Dandra sudah lulus namun mereka masih suka terus berkomunikasi saling memberi kabar lewat telpon dan chat.
Hingg akhirnya Dandra menawarkan diri menjadi tenaga dokter di klinik milik Nisa. Setelah Dandra tahu Nisa membuka klinik untuk orang tidak mampu.
Di klinik warga ramai, mereka mendatangi dengan bermacam keluhan. Ada yang sakit, memeriksa kandungan dan ada juga untuk berkhitan.
Pukul 12.00 Nisa tengah beristirahat di ruangannya di temani Sinta, karena pasien yang sudah berobat sudah tidak ada, jadi mereka bisa santai sejenak.
Dr. Dandra akan mendatangi ruangan Nisa dengan membawa tiga bungkus makanan untuknya Nisa dan Sinta.
Saat Dandra sedang berjalan menuju ruangan Nisa Di depan klinik Dandra bertemu dengan mang Tisna yang sengaja mendatangi klinik untuk membawa makan siang untuk Nisa dari ibu Inayah.
''Ehh... ada mang Tisna'' Dandra menyapa Mang tisna dan pandangan nya beralih ke Orang di sebelah mang Tisna.
'' Iya dok... ini saya mau cari neng Nisa...ada di dalam kan dok? '' Mang tisna menanyakan putri majikannya, yang takutnya sedang keluar klinik.
__ADS_1
'' Ada mang... tunggu saya panggilkan...dia sedang diruangannya'' Dandra pamit pada Mang Tisna. Untuk memanggil Nisa di ruangannya.
Mang Tisna ternyata tidak datang sendiri, Ardi yang sudah baikan juga ikut dengan mang Tisna. Saat tahu mang Tisna mau mengantarkan makanan untuk Nisa. Karena Ardi juga sudah sangat ingin tahu banyak tentang Nisa.Termasuk klinik miliknya.
'' Mang....dia siapanya Nisa?? '' Ardi menanyakan perihal Dr. Dandra orang yang tadi di lihatnya.
'' Oh... itu Dr. Dandra pak ardi... dia dokter yang ikut mengabdi bekerja di klinik ini...katanya sih orang kota... teman neng Nisa waktu kuliah'' Mang Tisna Memberitahu perihal dokter Dandra.
'' Ohh... temannya '' Ardi hanya bergumam, Tidak di dengar oleh mang Tisna.
'' Mang... ada apa?? '' Nisa mendekat kearah mang Tisna keluar dari ruangannya'' Ehhh ada pak Ardi juga yah... kenalkan Dra ini Pak Ardi orang yang kamu maksud'' Nisa mengenalkan Ardi pada Dandra... ternyata Dandra tadi penasaran menanyakan orang yang datang bersama mang Tisna pada Nisa.
'' Saya Dandra teman Nisa.. sekaligus dokter obgyn di sini'' Dandra mengulurkan tangannya, yang langsung di sambut tangan kekar Ardi.
''Saya Ardiyansyah Argadinata... oranga yang telah di tolong Nisa'' Ardi bergantian mengenalkan dirinya pada Dandra yang terlihat memandangnya sebelah mata. karena Ardi hanya mengunggunakan baju oblong polos warna putih dan celana training warna hitam milik pak Zaenal.
'' Oh...jadi ini orang yang kamu tolong nis'' Dandra menatap ke arah Nisa. Nisa mengagukan kepalanya.
__ADS_1
Melihat kecanggungan itu Mang Tisna langsung bersuara.
'' Neng...ini makan siang dari ibu buat neng Nisa'' Mang Tisna menyerahkan rantang dua susun pada Nisa. Nisa tersenyum mendapat kiriman makan siang dari Sang ibu.
'' Oh iya mang.... makasih yah.'' Nisa meraih rantang dari mang Tisna. '' Ehh...Nisa lupa mau tanya... emang pak Ardi sudah baikan yah'' Nisa menyapa Ardi yang akan beranjak dari tempatnya berdiri, Karena Ardi merasa malas melihat Nisa dan Dandra.
'' Hem..Iya...Alhamdulillah saya sudah baikan'' Ardi langsung berbalik menatap ke arah Nisa saat Nisa menyapanya. '' Tinggal sedikit pegal saja dan lemas'' Ardi menambahkan keluhan yang masih dirasakannya.
'' Oh.. syukur Alhamdulillah kalau gitu... kalau pegal nanti biar di pijat saja sama Mang Tisna...iya kan mang?'' Nisa menyarankan Ardi untuk di pijat mang Tisna. Mang tisna pun langsung menganggukan kepalanya'' Terus untuk lemasnya, Nanti pas pulang dari klinik nisa bawakan obat ke rumah, agar di minum sebelum pak Ardi tidur'' Nisa memberi solusi untuk obat di minum oleh Ardi. Ardi tersenyum senang. Dokter cantik di depannya begitu baik hati. Sedangkan Dandra sudah kembali keruangannya karena merasa tak suka.
'' Ya udah kalau gitu neng... sekarang kami pamit pulang... neng Nisa cepat makan siang takutnya makanannya keburu dingin '' mang Tisna dan Ardi akhirnya pamitan untuk pulang.
'' Iya mang dan pak Ardi...terima kasih banyak sudah mau mengantarkan makan siang untuk Nisa... hati-hati di jalan... bawa motornya pelan saja mang kasian pak Ardi yang masih dalam pemulihan'' Nisa kembali mengingatkan. Ardi mengembangkan senyumnya mendengar perhatian Dokter cantik itu.
( Segitu duluu...... nanti kita lanjutkan)
By.....
__ADS_1