
Sebulan, setelah kepergian Ardi dinas ke luar kota, hari-hari Nissa begitu terasa berbeda, Nissa sering sekali merasa ada yang kurang, di setiap hari-harinya itu.
Pov Nisaa
sudah satu bulan, Pak Ardi meninggalkan Jakarta, tepatnya Gedung pusat kesehatan AD, aku merasa begitu kehilangan sosoknya, entahlah karena apa aku pun bingung, hari-hariku terasa kurang, Padahal ia bukan siapa-siapa untuk ku.
Satu bulan yang lalu, ia mengirim pesan pada ku, saat ia akan berangkat menuju Aceh, ia berterimakasih atas pelayananku melayani ibunya, ia juga meminta maaf tidak sempat pamit pada ku.
Jujur aku begitu senang akan pesannya, Namun aku tetap membalasnya dengan simple saja.
Nissa
📩
Sama-sama pak Ardi, itu sudah jadi tugas saya, semoga pak Ardi dan semua Anggota di berikan kelancaran dan juga kesehatan selama bertugas.
Satu bulan Setelah Pak Ardi bertugas keluar kota, Aku beberapa kali berkunjung ke rumah ibunya, yakni ibu Prita, aku berkunjung ke sana bukan tanpa alasan, melainkan untuk memeriksa kesehatan ibu Prita yang sedikit menurun.
Aku di perintahkan oleh Ibu Fania, untuk memberikan pelayanan kesehatan pada ibu Prita.
Aku begitu senang bercampur malu, saat aku tiba di rumahnya, Ibu Prita begitu antusias menyambut kedatangan ku.
Disana aku bukan hanya memeriksa kesehatan nya, tapi juga menjadi tamu penting untuk beliau.
Rumah orang tua Ardi begitu nyaman dan Asri, disana terdapat bunga-bunga dan juga berbagai sayuran yang sengaja di taman di pekarangan taman depan dan belakang rumah ibu Prita.
Disana juga, aku lihat beberapa Foto Pak Ardi bersama keluarga kecilnya, Alm Istri pak Ardi begitu cantik, aku sesaat terharu melihat Fotonya, apalagi saat Alm menggunakan baju hijau muda kebanggaan istri tentara, mendampingi Pak Ardi menggunakan baju dinas TNI, mereka begitu serasi sekali.
Ada juga Foto mereka bersama Asyla dan Azka, itu sepertinya Foto terakhir sebelum ia meninggal, terlihat di foto itu Asyla menggunakan baju Sekolah menengah pertama.
Azka sedari kecil begitu mirip pak Ardi, Namun Azka begitu dekat dengan Alm ibunya sedangkan Asyla lebih dekat dengan Pak Ardi.
Keluarga bahagia batinku... begitu terharu akan kebahagiaan mereka.
Saat aku selesai melakukan pemeriksaan pada ibu Prita, ibu Prita langsung mengajakku untuk berbincang sembari menawariku makan siang, akub tidak kuasa untuk menolak, beliau sudah menyiapkan berbagai macam makanan yang cukup banyak.
Sembari aku makan, beliau terus menceritakan akan keluh kesah hatinya, bu Prita begitu khawatir pada cucu-cucunya, yang kini sudah hampir lima tahun tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu, apalagi Asyla ucapnya, ia begitu sedih Asyla cucu perempuan nya begitu sering merasa kesepian semenjak sepeninggal ibunya.
Aku hanya bisa mendengar kan ucapan curahan hati ibu Prita.
Beliau juga bilang, kalau Ardi begitu susah dekat dengan lawan jenisnya semenjak di tinggal meninggal oleh istrinya. Apalagi sudah beberapa kali ibu Prita mencoba menjodohkan Ardi dengan perempuan pilihannya, namun Ardi sama sekali tidak mau menemuinya.
Dalam hati aku tersenyum getir, saat mendengar ucapan ibu Prita mengenai Ardi putranya.
__ADS_1
Aduuhh...untung ibu prita tidak tahu, dengan perilaku Ardi kepadaku, dari mulai memberi perhatian, baranga-barang di klinik, bunga, dan selalu mengirim pesan yang begitu menjurus akan ketertarikan nya kepadaku... uuuffhhh... batinku.
Tak terasa waktu Sore tiba, aku pamit pulang pada bu Prita, beliau sempat merasa sedih katanya, saat aku akan pulang, namun aku beri pengertian pada bu Prita, kalau aku akan sering datang ke rumahnya untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk nya.
Semula aku harus di antarkan pulang oleh supir kepercayaan nya, namun dengan lembut aku menolak, aku lebih nyaman menggunakan kendaraan online saja, jujur aku tidak mau merepotkan orang lain.
------🌺----
Sudah dua bulan Ardi bertugas di luar kota, Nissa yang tengah memberikan pelayanan di klinik, di kejutkan dengan telepon dari Ardi, di ponselnya di atas meja.
Nissa yang gugup, karena di samping nya ada rekan-rekannya dan juga Fania yang sedang memberikan penyuluhan pada para Nakes, sontak secara sponta, langsung merijek menolak panggilan Ardi di ponselnya itu.
'' Angkat aja nis, takutnya urgen'' Seru Fania pada Nissa.
'' Tidak apa-apa bu, Nanti selesai penyuluhan saya akan hubungi kembali'' jawab Nissa sedikit gugup, Dalam hatinya begitu senang, tidak menyangka Ardi kembali menghubunginya, setelah dua bulan mereka tidak saling berkomunikasi.
Setelah Acara penyuluhan Nakes selesai, Nissa kembali keruangannya, ia kembali mengecheek ponsel pintarnya.
Tidak menunggu lama, Nissa langsung mengetik pesan pada Ardi.
Nissa
📩
Pak Ardi saya memohon maaf, tadi telah mengenolak panggilan dari bapak, saya sedang ikut penyuluhan pak, jadinya tidak sempat menerima panggilan dari bapak 🙏.
Di Aceh.
Ardi yang tengah beristirahat, di area Kantin di tempat dinasnya, begitu tersenyum lepas melihat pesan dari Nissa di ponselnya.
Tidak perlu menunggu lama, Ardi langsung menekan nomor ponsel, orang yang begitu di rindukannya.
Pucuk di cinta, ulampun tiba, Nissa menerima panggilan Ardi.
📞Assalamualaikum dokter Nissa.
📞Wa''alaikum salam pak Ardi.
📞Maaf, bila saya mengganggu waktu kerja anda?
📞Tidak pak Ardi, saya sedang beristirahat di ruangan saya, ada yang bisa saya bantu pak?
📞Saya sangat tertarik pada anda dokter, dan saya ingin mengenal anda lebih dekat lagi.
__ADS_1
( Nissa syok mendengar perkataan Ardi)
📞 Saya benar benar bingung pak, tidak mengerti dengan maksud ucapan bapak.
📞Saya sungguh- sungguh dokter, Saya ingin mengenal anda lebih dekat lagi. ibu saya dan Asyla putri saya banyak cerita tentang anda, mereka begitu menyukai anda.
(Nisa mengela nafas panjang dan menghembuskan nya pelan, Ardi di buat penasaran dengan jawaban Nissa)
📞Mohon maaf Pak, Saya tidak bisa berpacaran seperti orang orang pada umumnya.
📞Saya tidak mengajak anda untuk berpacaran, saya ingin langsung melamar anda pada orang tua anda secara langsung dokter.
(Seluruh tubuh Nissa seperti berhenti berfungsi sesaat, di saat mendengar ucapan Ardi yang ingin langsung melamar nya)
(Beberapa menit tidak ada suara diantara mereka, Ardi begitu tidak sabar akan jawaban Nissa akan ucapannya)
📞Bapak jangan main main, itu tidak lucu pak.
( Nissa berusaha tenang padahal hati dan pikiran nya sudah tidak karuan)
📞Sekali lagi saya katakan pada anda, saya sangat bersungguh sungguh akan ucapan saya tadi.
📞Maaf pak, masih banyak impian yang belum saya wujudkan, jadi saya belum bisa secepat itu menerima lamaran bapak.
📞Impian apa? Saya akan bantu untuk mewujudkannya.
(Nissa di buat tak berdaya, Ardi begitu tegas, ingin lamarannya di terima oleh Nissa)
📞Saya ingin membahagiakan orang tua saya terlebih dahulu pak, dan.... Saya ingin memajukan dulu klinik saya di kampung, agar lebih maju, bisa semakin bermanfaat untuk orang orang di sana.
📞Tidak masalah dokter, saya pastikan akan membantu anda untuk mewujudkannya.
📞Tapii pak.... saya rasa itu tidak perlu...
📞Anda tidak perlu khwatir, saya akan ikuti yang anda mau... Assalamualaikum
📞Eehh tunggu pakk...wa'alaikum salam
Sambungan telepon mereka terputus, Ardi tersenyum penuh, akan jawaban Nissa, Ardi akan berusaha mewujudkan apa yang Nissa inginkan, agar bisa menerima lamaran nya.
Berbeda dengan Nissa, ia begitu tak tenang, ucapan spontan Ardi ingin melamar nya, secara tidak langsung telah membuat nya berada dalam posisi yang tidak bisa ia bayangkan.
**Bersambung dulu
__ADS_1
Jangan lupa like, vote and coment
biar author makin semangat update**