Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
MENGENAL ibu ARDI


__ADS_3

Nissa langsung membuka pintu ruangan nya, dan kini tampaklah ibu Ardi bersama Fania.


Ternyata Ibu Prita meminta tolong pada Fania, bahwasanya ia ingin bertemu dengan Perempuan yang baru beberapa bulan bekerja di klinik, tepatnya orang yang di temuinya saat mencari toilet.


Fania yang mengerti Nissa yang di cari, setelah melepas para Anggota berangkat mereka langsung menuju ke klinik.


'' Nissa, Ini ada yang mau bertemu!'' Seru Fania, Saat Nissa keluar dari ruangannya.


'' Oh.. ibu iya...ada yang bisa saya bantu'' jawab Nissa dengan senyum lebarnya.


'' Iya nak, ibu mau sekalian cheek up di sini, tapi maunya di tangani oleh kamu nak!'' Seru ibu Ardi, dengan suara lembutnya. Membuat Fania dan Nissa tersenyum dengan tingkah ibunya Ardi.


'' Masya Allah... mari masuk bu, biar saya periksa '' ucap Nissa pada ibunda Ardi, Fania pamit menuju area lapangan kembali, karena keluarga nya masih berada di sana.


Tak lama, Asyla masuk ke dalam ruangan Nissa, setelah di beritahu perjaga Klinik, Saat Masuk Asyla langsung tersenyum senang, Karena mengetahui Nissa yang di cari nenek nya, juga orang yang pernah menjadi guru pembimbing nya.


'' Assalamualaikum '' sapa Asyla memasuki ruangan Nissa.


'' Wa'alaikum salam'' Jawab Bu Prita dan Nissa berbarengan, Nissa tersenyum bisa bertemu kembali dengan Asyla.


'' Dokter..khairunnissa.... aaa kita ketemu lagi'' ucap Asyla memeluk Nissa, Nissa merangkul membalas pelukan Nissa, membuat ibu Prita bingung dengan tingkah Nyosor cucu perempuan nya.


'' Masya Allah..Senang sekali bisa bertemu lagi Syla'' Ucap Nissa saat pelukan mereka terlepas.


'' Aku juga dokter... seneng banget'' Balas Asyla tersenyum senang.


'' Kalian... sudah saling mengenal?'' suara Bu Prita membuat Asyla dan Nissa saling menatap. Mereka lupa di samping mereka ada ibu Prita yang sedari tadi bengong karena tak di anggap keberadaannya.


'' Astagfirullah...aku lupa sama nenek...iya Nek, Dokter Nissa pernah jadi guru pembimbing aku di sekolah'' jawab Asyla sembari duduk di dekat sang nenek, yang akan bersiap melakukan Cheek up.


'' Tadi papa kamu, sekarang kamu syla, semua mengenal dokter.. siapa tadi?'' Tanya Bu Prita lupa nama Nissa, orang yang ternyata sudah di kenal putra dan cucunya.


'' Dokter khairunnissa nek... tapi papa bilangnya dokter Nissa...betulkan dok ?'' tanya Asyla pada Nissa, Nissa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


'' Kamu..sudah tahu papa kamu mengenal dokter Nissa?'' tanya Bu Prita penasaran pada Asyla.


'' Sudah nek, aku bahkan sudah jalan barengan mereka ke mall, sama papa dan dokter Nissa'' jawab Asyla gamblang, membuat Nissa malu, namun membuat Ibu Prita tersenyum, sepertinya Nissa pantas menjadi istri Ardi pikir Ibu Prita dalam hati.


'' Enggak Syl... waktu itu gak sengaja bu bukan sengaja pergi bersama!'' seru Nissa yang malu pada Ibu Prita.


'' Gak papa dokter... lain kali kita bisa jalan bersama lagi, nanti tunggu anak ibu pulang dari dinasnya yah.. '' Ucap Ibu Prita membuat Nissa malu, merasa tak enak, takut ibu Ardi berpikir yang tidak-tidak.


'' Betul nek... Kasian dokter Nissa.. jarang sekali jalan-jalan selama bekerja di jakarta'' Asyla ikut bersuara mendukung niatan sang nenek, membuat Nissa gemas pada putri bungsu Ardi itu.


Setelah mereka puas mengobrol, akhirnya Nissa kembali memeriksa ibu Prita untuk melakukan Cheek up.


Dari mulai tensi darah, cek gula darah, tes frekuensi jantung, dan tes kesehatan yang sering di rasakan oleh ibu Prita.


Selama Nissa melakukan pemeriksaan, Asyla begitu telaten memperhatikan Nissa, pikirannya menjadi melow mengingat kembali Almarhumah sang mama.


Tak lama pemeriksaan pada Ibu Prita selesai, mereka kembali berbincang sembari menunggu lembaran hasil Cheek up yang sedang di siapkan oleh Nissa.


Setelah lembar hasil Cheek up selesai, Nissa menyerahkan lembarnya pada ibu Prita, Nissa Akhirnya mengetahui nama ibu Ardi, setelah ia tanyakan untuk lembar surat hasil Cheek up.


Perawakan Azka begitu mirip dengan ayahnya, ia memiliki tinggi badan tidak jauh beda dengan Ardi sang papa. Begitu juga wajahnya ia begitu mirip dengan Ardi.


'' Eehh...kak Azka!'' Seru Asyla, saat menyadari kedatangan sang kakak. Nissa langsung mempersilakan Azka masuk.


'' Nek.. lama benget... ayo supir sudah datang menjemput '' Ajak Azka yang sedari tadi menunggu adik dan neneknya.


'' Ohh.. iya baiklah ka... sini kenalkan dulu.. dokter Nissa'' Suruh bu Prita pada cucu laki-lakinya.


'' Saya Azka..dokter'' Ucap Azka ramah, memperkenalkan diri pada Nissa.


'' Saya Nissa... sedang bertemu dengan kakak nya Asyla... dan cucu ibu prita'' Jawab Nissa tersenyum sembari menangkupkan tangannya di dada.


Akhirnya mereka pamit keluar ruangan Nissa, Nissa mengantar mereka sampai keluar dari klinik.

__ADS_1


Ibu Prita kembali bersuara saat akan meninggalkan klinik.


'' Dokter Nissa... kalau ada waktu mainlah ke rumah kami, ibu sangat senang kalau dokter bisa bersilaturahmi ke rumah'' ucap Ibu Prita dengan ramahnya.


'' Insya Allah bu... terima kasih banyak sebelumnya..hati-hati di jalan ya bu, semuanya'' balas Nissa tersenyum begitu terharu akan kebaikan ibunya Ardi.


'' Iya dokter... mari Assalamualaikum '' Seru Bu Prita dan Asyla, sedangkan Azka sudah lebih dulu menuju mobil.


'' Iya Wa'alaikum salam... daahh'' jawab Nissa sembari melambaikan tangan.


----------🌸-----


Di Bandara, Ardi tengah menunggu Boarding pass, ia begitu tersenyum senang, saat di kirimi foto sang ibu yang tengah melakukan Cheek up di tangani Nissa oleh Asyla putrinya.


Asyla begitu bisa mengetahui isi hati sang papa, ternyata Saat Nissa telaten melakukan pemeriksaan pada bu Prita, diam-diam Asyla mengambil foto mereka.


Ardi begitu senang, Saat melihat Sang ibu dan putrinya semakin mengenal Nissa, walaupun Ia dan Nissa belum ada kedekatan yang serius, namun Ardi begitu berbaik sangka pada tuhan, bahwa akan ada jalan terbaik mengenai niat baiknya.


Ardi yang kembali mengingat Nissa, apalagi saat kemarin dirinya mengantar Nissa pulang menuju mesnya, ia langsung mengirim pesan pada gadis yang telah membuatnya merasa muda kembali.


Ardi


📩


Terima kasih dokter, Anda sudah memberikan pelayanan pada ibu saya.


Sekalian saya mau minta maaf, saya tadi buru-buru tidak sempat pamit pada Anda, Saya sekarang sudah di Bandara, sebentar lagi akan terbang menuju Aceh.


Ardi tersenyum, bayangan wajah Nissa terus berputar di kepala nya, ia kembali mengingat sikapnya yang sudah dingin dan datar pada Nissa, namun secara tidak langsung sudah membuat Nissa sedikit membuka hatinya untuk mengenal Ardi.


Bersambung..


jangan lupa like, vote and comentt

__ADS_1


''


__ADS_2