
Tidak terasa sudah Lima hari, Nissa menghabiskan cuti kerjanya di kampung halamannya, Nissa banyak menghabiskan waktu di di rumahnya dan juga klinik nya.
Nissa begitu senang, bisa menghabiskan waktunya di klinik, ia bisa berbincang dan saling curhat dengan Sinta temannya, sekaligus penanggung jawab klinik kecilnya.
Nissa sedikit kaget, saat mendengar curahan hati Sinta yang akan di jodohkan oleh orang tuanya, Sinta akan di jodohkan dengan anak kepala desa.
'' Beneran Sin? kok baru cerita sihh? '' tanya Nissa penasaran.
'' Bener teh, maaf baru cerita teh.. aku juga bingung, tapi mau gimana lagi, itu udah pilihan orang tuaku'' Ucap Sinta tertunduk, menahan air di pelupuk matanya.
Nissa langsung refleks, untuk memeluk Sinta, Nissa begitu kaget, Masih saja ada perjodohan seperti jaman Siti Nubaya,di jaman yang kini serba moderen.
'' Kamu, udah mengenal pria itu Sin'' tanya Nissa, setelah Sinta tenang.
''Sudah teh, Dia anak pak kepala desa yang kedua, terus dia seorang Duda teh'' Ucap Sinta pelan, Nissa tambah kaget dan kembali mengajukan pertanyaan pada Sinta.
'' Duda Sin! duda Mati atau cerai? ada anak atau tidak?'' Nissa begitu banyak bertanya pada Sinta.
'' Ihh.. teteh, kenapa udah kaya reporter aja..meni banyak nanya'' seru Sinta yang merasa lucu akan tingkah Nissa yang begitu penasaran.
'' Ayoo Sin... buruan di jawab atuhh'' seru Nissa lagi tak sabar.
'' Duda mati teh, terus gak ada anak, katanya istrinya meninggal saat melahirkan anaknya yang pertama, anaknya tak lama meninggal setelah beberapa hari meninggal ibunya '' ucap Sinta dengan mata berkaca-kaca.
'' Aduhh.. kasian juga yah Sin?'' ucap Nissa yang ikut terharu mendengar cerita Sinta.
'' Eehh... kalau kamu menikah, gimana dong klinik...gak ada yang bantu'' Nissa teringat kliniknya, ia tak mungkin menutup kliniknya,bagaimana nasib warga di sini.
'' Tenang teh, kalau aku jadi menikah, In sya Allah aku tetep di ijinkan untuk mengabdi di klinik teteh... udah jangan khawatir '' ucap Sinta, membuat Nissa tersenyum senang.
Obrolan mereka berakhir, di saat ada pasien yang akan berobat.
------🌹🌹🌹----
Sore hari tiba, Nissa tiba di rumahnya, ia langsung masuk mencari keberadaan sang ibu, ia sudah tak tahan ingin memberi tahu Sang ibu, mengenai Sinta yang akan menikah, karena di jodohkan.
Terdengar Bu Inayah menjawab salam Nissa di arah dapur, Nissa langsung menuju dapur menuju sang ibu.
'' Bu, tau gak? Sinta akan menikah?''tanya Nissa, membuat sang ibu tersenyum.
'' kok, ibu malah senyum bukannya kaget gitu'' tanya Nissa lagi.
'' Ibu sudah tahu neng, Sama anaknya pak kades kan?'' jawab Ibu Inayah, Nissa mengangguk.
'' Kok.. ibu udah tahu, emang acaranya sebentar lagi bu?'' Tanya Nissa penasaran, karena Sinta tidak memberitahunya akan hari pernikahan nya.
'' Iya neng, katanya ibu denger bulan depan neng'' jawab bu Inayah. Nissa mengangguk mengerti, ia ikut bahagia akan jalan hidup temannya Sinta.
__ADS_1
'' Bu, memangnya tidak apa-apa yah? seorang gadis menikah sama duda? di jodohkan lagi!'' Tanya Nissa pada ibunya, ia juga langsung teringat lamaran Ardi tempo hari kepadanya lewat telepon.
'' Ya, tidak apa-apa atuh neng, itu kan sudah takdir dan jodohnya, semua sudah ada dalam garis hidup seseorang, yang sudah di atur oleh Alloh SWT neng, kita hanya tinggal menjalankannya, kalau masalah di jodohkan itu kembali lagi pada individu orang itu sendiri neng'' jawab bu Inayah bijak, Nissa hanya mangut-mangut tanda mengerti.
Mengingat Sinta akan menikah dengan seorang duda, jadi semakin mengingatkan Nissa pada sosok Ardi, Nissa akhirnya putuskan untuk menceritakan lamaran Ardi kepada ibunya, Nissa merasa sudah tak kuat memendamnya sendirian, Sudah waktunya ia menceritakan pada ibunya, sebelum dirinya kembali pulang menuju jakarta.
'' Bu, Nissa mau cerita sama ibu'' seru Nissa lembut.
'' Boleh pisan atuh geulis, sini sama ibu cerita'' jawab Bu inayah tersenyum merangkul putrinya untuk duduk di sofa ruang keluarga.
'' Bu, jangan bilang sama ayah dulu yah, Janjiii'' tawar Nissa pada sang ibu.
'' Iya neng, ibu gak akan cerita'' jawab bu inayah pada sang putri.
Kebetulan sore itu, pak Zaenal sedang keluar dengan mang Tisna.
'' Bu, Sebenernya Nissa di lamar sama Pak Ardi... '' ucap Nissa terpotong, Sang ibu begitu kaget bercampur senang.
'' Ma sya Allah neng, beneran??'' ucap BU Inayah penasaran.
'' Iya bu, sebelum Nissa pulang ke kampung, Pak Ardi menelpon Nissa dari Aceh, Katanya dia mau Melamar Nissa secara langsung pada ayah dan ibu'' cerita Nissa mengingat ucapan Ardi di telepon waktu itu.
'' Syukur Alhmdulillah kalau begitu neng, ibumah kembali lagi sama neng, kalau neng bersedia, ibu sama ayah pasti merestui'' ucap Bu Inayah sembari mengusap pipi merona sang putri.
'' Tapi Nissa masih bingung bu, kalau Sinta berbeda calon suaminya duda tanpa Anak, akan sedikit mudah mengayuh roda pernikahan walaupun di jodohkan, tapi kalau aku jadi sama pak Ardi, akan banyak rintangan dan gejoka di dalam rumah tangga bu'' ucap Nissa bu Inayah langsung bertanya.
Menuju maghrib Obrolan ibu dan anak itupun terhenti, mereka langsung membersihkan diri untuk melaksanakan solat maghrib.
-----🌻🌻🌻----
Tidak terasa sudah waktunya Nissa kembali ke jakarta, Nissa sudah mendapat telepon dari Fania, agar segera kembali ke jakarta, karena seminggu lagi, klinik akan di sibukkan untuk melayani pemeriksaan kesehatan kepada para Anggota yang akan tiba dari luar kota.
Seperti biasa Nissa pulang kembali ke jakarta menggunakan moda transportasi umum.
Setelah melakukan perjalanan hampir Enam jam, akhirnya Nissa sampai di depan Gedung pusat kesehatan AD.
Nissa turun dari mobil online yang di tumpanginya dari terminal.
Nissa memilih langsung menuju mesnya, ia malas untuk langsung ke klinik, karena di pastikan akan banyak pertanyaan dari rekanya, mengapa dirinya ijin cuti cukup lama.
Nissa membawa banyak oleh-oleh yang di persiapkan oleh ibunya, Mendengar Nisaa sudah mengenal ibunda Ardi, Bu inayah begitu antusias membawakan oleh-oleh.
Nissa sedikit menyesal banyak mencurahkan curhatan hatinya pada sang ibu, membuat sang ibu berlebihan, menjadikan Nissa malu, di kiranya Nissa yang ingin mendekati ibunya Ardi.
Saat Nissa merebahkan tubuhnya di kasur, Terdengar notif panggilan di ponselnya. Tenyata saat di lihat ada nama Ardi tertera di sana.
Semula Nissa malas, namun mau tak mau ia mengangkat panggilan Ardi, Sudah cukup banyak drama dalam hidupnya.
__ADS_1
📞Assalamualaikum
📞Waalaikum salam
📞Apa saya mengganggu?
📞Tidak, saya sedang berada di mes
📞Syukurlah kalau begitu, Saya dengar sudah beberapa hari, anda tidak masuk ke klinik?
(Tanya Ardi beralasan, padahal dirinya mengetahui Nissa pulang kampung dari Mang Tisna)
📞Memangnya ada apa pak? kebetulan seminggu kemarin saya sedang aya keperluan di kampung.
📞Tidak apa-apa, hanya ibu saya menanyakan anda, katanya setiap ke klinik tidak ada anda yang memberikan pelayanan.
📞Oh ibu bapak, mohon maaf pak, saya kemarin sedang ada keperluan dulu ke kampung.
📞Keperluan apa, apa ada hubungannya dengan niatan saya melamar anda?
📞Ehh.. enggak pak, ngapain bahas itu, saya kan belum menerima lamaran bapak, ngapain saya harus membahasnya.
📞Saya akan mewujudkan apa yang anda inginkan, jadi saya anggap anda sudah menerima lamaran saya. Titik
📞Ehh..bapak jangan asal putuskan gitu dong pak, saya itu bukan barang yang segampang itu anda putuskan untuk di lamar.
📞Siapa yang bilang anda barang, Anda adalah perempuan yang saya ingin jadikan istri, saya pastinya akan melakukan anda seperti layaknya perempuan yang berarti dalam hidup saya.
📞Duhhh...bapak ngomongnya bisa pelanin dikit gakk, bilang istri -istri segala, kalau teman bapak dengarkan tidak enak.
📞Kenapa harus tidak enak, toh nanti semua teman saya akan mengetahuinya.
📞Ya ampun pak, malah makin jadi saja, udah pak saya lelah mau istirahat.
📞Baiklah.. selamat istirahat, nanti kita bertemu seminggu lagi... Assalamualaikum
📞Ihhh terserah bapak...waalaikum salam.
Obrolan mereka berakhir, Nissa begitu semakin bingung dengan perasaan nya, ia rasa semakin lama perasaan semakin merasa nyaman bila berhadapan dengan Ardi. Walaupun itu hanya lewat sambungan telepon.
Ardi tersenyum puas, Nissa sekarang sedikit demi sedikit mau merespon obrolannya, apalagi mengenai lamarannya, Ardi semakin tidak sabar menunggu seminggu lagi, untuk segera bertemu dengan gadis pujaannya.
Bersambung
jangan lupa like, vote and comentt
biar author semangattt
__ADS_1
'