Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
KEGELISAHAN NISSA


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Semua keluarga para Anggota prajurit yang akan menyambut kepulangan Anggota yang sudah bertugas di luar kota, sudah memenuhi lapangan di area Gedung pusat kesehatan AD.


Tak lama, Bus-bus yang membawa para Anggota dari Bandara tiba.


Tangis haru, tawa dan bahagia menyeruak di sana, Semua para nakes yang ikut menyaksikan begitu terbawa rasa haru di dada mereka.


Namun ada yang semakin membuat Nissa merasa haru dan gelisah.


Tidak adanya keberadaan Ardi, dan keluarganya untuk menyambut, membuat Nissa tak tenang hati.


''Kemana pak Ardi!... kok tidak ada'' Batin Nissa saat semua Armada bus yang telah tiba, namun tidak melihat keberadaan Ardi di sana.


Semua para Nakes kembali ke klinik, setelah menyambut kepulangan para Anggota.


Nissa terlihat terus melamun, hingga Dina rekannya menyadari itu.


'' Kenapa Nis... ada problem?'' tanya Dina, ia merasakan perbedaan Nissa.


'' Tidak mba, aku tidak apa-apa'' Jawab Nissa, Dina pun mengerti, mereka kembali keruangan mereka masing-masing untuk bersiap melakukan pelayanan kesehatan pada para Anggota yang baru tiba, sebelum mereka akan pulang ke rumah mereka masing-masing.


Para Anggota mulai berdatangan ke dalam area klinik, Satu persatu Anggota memasuki ruangan di mana para Nakes sudah bersiap.


Pagi ini semua nakes ikut andil melakukan pelayan kesehatan pada para Anggota. Agar tidak terjadi antrian, Semua nakes ikut pelayanan kesehatan pagi ini.


Di ruangan Nissa, ia sedang melakukan pelayanan pada Anggota, sesekali hatinya bertanya-tanya, mengapa Ardi tidak ikut bergabung bersama Anggota lain.


Sampai akhirnya, pukul 14 siang, mereka baru selesai memeriksa Semua Anggota yang kini sudah kembali pulang ke kediamannya masing-masing. -


Di ruangan Nissa, ia terlihat mengotak-atik ponselnya, ia begitu bingung ingin menelpon atau sekedar mengirim pesan pada Ardi.


Namun Nissa tak jadi melakukannya, ia begitu bingung, menelpon Ardi terlebih dahulu, pasti akan terkesan membuatnya begitu perduli akan Ardi.

__ADS_1


'' Telpon gak yahh... '' Batin Nissa, sampai ia tidak mendengar suara Fania memanggilnya.


'' Niss... Nissa.. '' Panggil Fania masuk ke ruangan Nissa.


'' Eehh... maaf bu, aku gak denger'' jawab Nissa beranjak dari duduknya, setelah sadar dari lamunannya.


'' Lamunin apa Nis, ngeleg banget kayanya, dari tadi saya ketuk pintu ka nyaut?'' Tanya Fania tersenyum, Fania mengerti akan kekhawatiran Nissa sedari pagi.


'' Enggak bu, aku cuman cape aja'' ucap Nissa sembari membereskan mejanya.


'' Udah kamu tenang aja Nis, Pak Ardi baik-baik aja kok'' seru Fania, Nissa langsung malu, Fania mengetahui kekhawatiran hatinya.


'' Sudah jangan khawatir Nis, kata suami saya, Pak Ardi ada urusan dulu ke luar kota, jadi tidak langsung ke jakarta'' Ucap Fania, Nissa tersenyum dalam hati, apa yang ia khawatirkan tidak terjadi.


'' Aku...gak mikirin itu kok bu'' Ucap Nissa beralasan.


'' Udah gak usah bahas itu Nis, ayo kita makan bersama di kantin, yang lain sudah menunggu'' Ajak Fania, Nissa akhirnya ikut bersama dengan yang lainnya.


-----🌻🌻🌻-----


Pak Zaenal dan Ibu Inayah begitu senang, akan kedatangan Ardi kembali ke rumah mereka.


Ardi sebelumnya sudah mengabari keluarganya akan keterlambatan kepulangannya, Ibu Prita yang mengerti misi putra nya ke rumah Nissa, begitu mendoakan yang terbaik untuk Ardi dan Nissa.


Ardi begitu di sambut hangat oleh keluarga Nissa, kebetulan kakak Nissa Iwan sedang berada di rumah untuk menjenguk orang tuanya juga.


Ardi tersenyum senang, bisa bertemu dengan kakak Nissa yang bertugas sebagai Polisi.


Ardi sekarang mulai mengungkapkan niatannya, Dimana sebelumnya mereka sudah makan siang bersama di dalam rumah.


Ardi meminta ijin sebelum nya kepada kedua orang tua Nissa, akan Niatnya ingin meminang Nissa. Sekalian Ardi ingin mewujudkan Apa yang menjadi impian Nissa yang belum terwujud.

__ADS_1


Ardi menambahkan, kalau Nissa belum menjawab akan lamarannya.


Namun Ardi tersenyum, saat mendengar Cerita dari ibu Inayah, kalau Nissa sudah menceritakan tentang Ardi yang mengutarakan niatan melamarnya.


Ardi mengerti akan Nissa yang belum mau menjawab lamaran darinya, namun ia berjanji akan berusaha untuk mewujudkan keinginan Nissa.


'' Bapak sih setuju saja nak Ardi, kalau memang jodoh mau gimana lagi, itu kembali lagi pada Nak Ardi dan Nissa'' ucap Pak Zaenal bijak, ia tidak mau membatasi jodoh yang sudah di gariskan Allah.


'' Sebelumnya terima kasih banyak pak, In sya Allah kalau bapak Sudah merestui, jalan saya untuk melamar putri bapak di permudah jalannya oleh Allah'' Jawab Ardi begitu bahagia akan restu dari orang tua Nissa.


'' Iya pak, saya sebagai kakak Nissa juga ikut senang dan restu untuk kalian, Semoga kalau sudah jodoh, Allah segera satukan'' Iwan ikut memberikan restu pada Ardi dan Nissa, Karena orang tuanya sudah memberitahu nya mengenai kepribadian Ardi kepadanya.


'' Terimakasih banyak a iwan, Saya sekalian ingin meminta bantuan anda, untuk mengurus ijin, untuk pembangunan rumah sakit, yang saya ingin bangun untuk memperbesar klinik Nissa'' ucap Ardi memberitahu Niatnya, mendirikan rumah sakit untuk Nissa.


'' Ma sya Allah, Alhamdulillah nak Ardi'' ucap Bu Inayah bersyukur, impian putrinya bisa mempunyai rumah sakit, untuk kemaslahatan warga akan terwujud.


'' Iya Bu...mohon doa nya, Ardi berniat kalau sudah ada ijin, minggu ini sudah mulai membangun rumah sakit untuk memperbesar Klinik Nissa, Syukur alhamdulillah atas bantuan mang Tisna juga yang mengurus, Ardi sudah sah membeli tanah yang berada di belakang klinik Nissa'' ucap Ardi memberitahu, semua yang mendengar begitu kagum pada sosok Ardi.


Semua mengucap syukur, ikut mendoakan semua niatan baik Ardi berjalan dengan lancar.


'' Besok Iwan urus ke kota, semoga tiga hari lagi ijinnya bisa selesai pak'' ucap Iwan pada Ardi.


'' Terima kasih a iwan'' ucap Ardi.


Ardi juga sudah memilih dan menunjuk kontraktor, untuk menangani pembangunan rumah sakit.


Ardi sengaja tidak merobohkan klinik lama Nissa, sebelum rumah sakit jadi, karena Ardi tahu beberapa minggu lagi, Nissa akan pulang ke kampung nya ketika mendapat cuti.


Sebelum Pulang, Ardi menyerahkan oleh-oleh yang dia bawa dari Aceh untuk keluarga Nissa.


Tak lama Ardi pamit untuk kembali pulang ke Jakarta, Sebelum pak Zaenal meminta Ardi untuk bermalam disana saja, namun Ardi menolak halus mengingat keluarga sudah menunggunya di jakarta, apalagi Ardi sudah sangat tidak sabar, ingin segera bertemu dengan Nissa.

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa like, vote and coment


__ADS_2