Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
KEMBALI KE IBU KOTA


__ADS_3

Sudah dua hari sudah, Nisa menghabiskan masa liburnya di kampung halaman nya, Dan hari Senin besok Nisa berencana akan kembali ke ibu kota Jakarta, untuk kembali beraktivitas bekerja di Pusat Dinas kesehatan AD.


Nissa sesekali merasa bingung, memikirkan rutinitas yang akan di lakukannya kembali saat sampai ibukota.


Betapa tidak Nisa merasa bingung, karena Nisa pastikan akan ada rintangan nantinya, bukan masalah pekerjaan nya nanti di klinik melainkan atasannya yang berada di Area klinik yakni Bapak mayor Jendral Ardiansyah.


Nissa terus memikirkan alasan apa lagi untuk menghindari Ardi, namun Nissa juga harus propesional dalam melakukan tanggung jawab nya sebagai Nakes di sana.


--------🌹-----


Hari Senin tiba, di dapur bu Inayah sedang menyiapkan makanan khas jawa barat untuk di bawa Nisa sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di jakarta, Tidak lupa juga ibu Inayah menyiapkan oleh-oleh juga untuk Ardi.


Nisa Setelah solat subuh, langsung bersiap membereskan perlengkapan yang akan di bawanya.


Nissa juga menyempatkan sarapan bersama bersama kedua orangtua nya sebelum berangkat.


Nissa juga hari ini berniat hanya diantar mang Tisna sampai terminal sumedang saja, dan melanjutkan menggunakan Bus menuju jakarta.


Semula pak Zaenal sang ayah tidak memperbolehkan Nisa untuk naik Angkutan umum, namun Nisa meyakinkan sang Ayah kalau dirinya akan baik-baik saja.


Selesai sarapan Nisa bersiap di teras rumah untuk berangkat ke terminal di antar mang Tisna.


Mang Tisna juga membereskan koper dan juga tas yang berisi oleh-oleh ke dalam mobil kijang milik pak Zaenal.


'' Yah.. bu.. Nissa pamit yahhh'' Nisa berpamitan memeluka kedua orangtua nya bergantian.


'' Ayah sama Ibu sehat sehat yah... Nissa minta restu ayah sama ibu biar semuanya di lancarkan selama Nissa di jakarta'' Nissa meneteskan air matanya meminta doa dan restu kedua orangtuanya.


'' Iya geulis... Ayah sama ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk kamu sayang... Insya Allah Allah akan permudah pekerjaan Nissa di sana'' Bu inayah memeluk erat putri bungsunya.


'' Iya neng... ayah juga selalu mendoakan yang terbaik...semoga Allah selalu melindungi neng di sana... Ayah sama ibu bangga sama kamu sayang...sudah jangan menangis lagi nanti matanya sembabb. '' ucap Pak Zaenal setelah bergantian memeluk erat putrinya.


'' Terima kasih yah.. Ayah sama ibu... Nisa pamit.'' ucap Nisa beranjak naik ke dalam mobil kijang yang sudah bersiap di kemudiakan mang Tisna.


'' Iya neng.. hati hati di jalan... hubungi Ayah kalau ada apa-apa di jalan. '' seru pak Zaenal pada sang putri.

__ADS_1


'' iya neng titip juga oleh-oleh untuk teman-temang Nisa disana, ada juga untuk pak Ardi salamkan juga salam kami semua pada pak Ardi dan teman-teman Nisa di jakarta'' tambah bu Inayah memberi pesan pada sang putri.


'' Iya Nanti Nisa sampaikan.... Nisa pamit yah... bu Assalamualaikum.... daahhh'' Nisa pamit sambil melambaikan tangannya.


Mobil yang di kemudikan mang Tisna pun berjalan ke luar dari kampung menuju terminal, dimana tempat Nissa akan menaiki Bus menuju kota Jakarta.


Selama di perjalanan menuju Terminal, Nisa banyak bertanya pada mang Tisna mengenai rute dan Bus yang akan di naiki Nisa menuju Jakarta.


Ini adalah pertama kalinya Nisa menggunakan transportasi Umum menuju Jakarta.


Sebelumnya Mang tisna sudah menawarkan diri untuk mengantar Nisa ke Jakarta, namun Nisa gigih ingin mencoba transportasi umum agar nanti terbiasa, karena ini akan jadi rutinitas Nisa setiap bulan pulang kampung menjenguk klinik dan kedua orang tua nya di kampung.


Terlebih lagi Nisa tidak mau terus merepotkan mang Tisna untuk mengantar jemputnya dari Jakarta- sumedang dikala Nisa mendapatkan libur.


'' Neng Nisa.. beneran mau naik bus Aja?'' tanya Mang Tisna yang merasa khawatir pada anak majikannya.


'' Iya mang... insya Allah semua akan baik-baik aja... nissa harus mandiri dari sekarang...ini bakal jadi rutinitas Nisa setiap bulan mang'' ucap Nisa mantap, karena tidak mau terus merepotkan orang lain.


'' Ya sudah neng.. mang tisna percaya sama neng Nisa'' Mang Tisna yakin Nisa akan bisa baik-baik saja.


Nisa juga bersiap untuk menaiki Bus yang sebentar lagi akan bersiap berangkat karena penumpang sudah mulai penuh.


Mang Tisna memasukan barang kedalam bagasi Bus di bantu kernet Bus.


I


'' Mang..makasih banyak sudah mengantar nisa... titip ibu sama bapak yah'' Ucap Nisa pada mang tisna saat akan naik kedalam bus


'' Iyah neng Nisa tidak usah khawatir...neng Nisa hati-hati di jalan.. kabari ke kampung kalau sudah sampai Jakarta '' seru mang Tisna sembari melambaikan tangannya.


Bus yang membawa Nisa pun berangakat menuju Jakarta, mang Tisna pun kembali pulang menuju kampungnya kembali.


-----------🍀-------


Setelah menempuh perjalanan empat jam akhirnya Bus yang di tumpangi Nisa sampai di terminal bus jakarta.

__ADS_1


Nisa pun turun dari Bus bergantian dengan para menumpang bus yang lain, Kini Nisa sedang membereskan barang bawaannya sembari mencari Taksi menuju Mes tempat nya bekerja.


Tidak menunggu lama Taksi yang di tunggu akhirnya datang juga, Nisa pun menaiki taksi menuju mesnya, selama di perjalan Nisa memberi pesan pada ayahnya kalau dirinya sudah sampai Jakarta dan kini menuju mesnya.


Setelah Tiga puluh menit akhirnya Taksi yang di tumpangi Nisa sampai di gedung dan klinik tempat Nisa bekerja, Nisa memilih turun di depan gerbang saja, karena ini hari senin pasti di dalam baru saja bubar pelaksanaan apel Senin Para Anggota TNI AD.


Setelah selesai membayar, Nisa berjalan memasuki gerbang yang disana sudah ada penjaga.


Nisa memperlihatkan ID card nya sebagai petugas Nakes di sana dan di perbolehkan masuk oleh penjaga.


'' Apa perlu saya bantu dok? '' tanya Anggota penjaga saat melihat Nisa kerepotan dengan tas ransel di bahunya juga tas tangan yang cukup besar.


'' Tidak..terima kasih banyak pak... saya bisa sendiri'' Seperti biasa Nisa berusaha mandiri tidak mau merepotkan orang.


Nisa pun pamit pada Anggota penjaga dan mulai berjalan menuju Mesnya yang berada di samping Klinik dimana ia bekerja.


Saat Nisa berjalan menuju mesnya ada sepasang mata memperhatikan Nisa dari balkon ruangannya.


'' Itu sepertinya dokter Nissa...'' gumam Ardi yang sedang menerima Telpon di balkon ruangan nya.


Ardi pun segera menyudahi sambungan nya dengan koleganya.


Ardi segera mengirim pesan pada Nisa, jujur hatinya merasa gembira melihat Nissa sudah sampai di Jakarta.


📩Assalamualaikum dokter.


Alhamdulillah sudah kembali ke jakarta yah.


Bagaimana kabarnya semoga sehat selalu yah dok.


Nisa yang baru saja sampai di kamar mesnya langsung melotot kan matanya melihat pesan dari Ardi.


'' hahh... tau dari mana pak Ardi aku udah sampai di jakarta'' Batin Nisa bingung memilih mengabaikan pesan Ardi.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Welcome back...semoga suka para readers


__ADS_2