
Ardi memilih untuk membiarkan emosi Nissa reda terlebih dahulu, karena pikir Ardi berbicara dengan orang yang sedang emosi tidak akan ada gunanya. Mengingat tadi Nissa begitu meluapkan emosinya.
Saat waktu makan siang tiba, Ardi segera memerintahkan Ajudannya Firman untuk segera mengantar makan siang untuk Nissa, sekalian juga untuk mengambil berkas pengunduran diri dari ruangan Nissa.
Ardi memesan berbagai macam makanan untuk dibawa Firman kepada Nissa. Dari mulai makanan pembuka, utama dan penutup.
Perempuan yang habis marah-marah.Biasanya akan begitu merasa lapar, perlu asupan makanan mengandung gula untuk menetralkan rasa kesal dan lelahnya setelah emosi.
Tak lama Ajudan Ardi, Firman datang ke ruangan Ardi tanpa membawa berkas pengunduran diri dari Nissa. Sontak membuat Ardi bertanya-tanya.
'' Mana berkasnya man?'' Tanya Ardi saat firman masuk ke dalam ruangannya dengan tangan kosong.
'' Katanya nanti saja Pak, mau diantar sendiri oleh ibu Nissa, tadi bu Nissa juga bilang terima kasih atas makanannya'' Lapor Firman pada Ardi. Membuat Ardi tersenyum dalam hati.
'' Sepertinya marahnya sudah reda hehehe'' batin Ardi tersenyum geli mendengar ucapan Ajudannya kalau Nissa sendiri yang akan mengantarkan berkasnya.
Setelah Firman kembali ke kubikelnya, Ardi kembali melanjutkan pekerjaannya setelah sebelumnya melaksanakan solat dzuhur diruangannya terlebih dahulu.
Pukul Dua siang, saat Ardi masih fokus memeriksa dokumen yang harus di selesaikannya hari itu, terdengar ketukan pintu ruangan nya oleh Firman ajudannya.
''Pak..ibu Nissa ingin bertemu!'' Seru Firman memberitahu.
'' Suruh langsung masuk saja man!'' Sahut Ardi dari dalam ruangannya.
__ADS_1
Tak lama suara Salam merdu terdengar berbarengan dengan pintu ruangannya yang terbuka.
Ardi menjawab salam Nissa sembari memilih pura-pura Fokus melihat laptop di hadapannya, padahal hati kecilnya kini sedang bersorak gembira, bisa kembali mendengar secara langsung suara merdu orang yang begitu di rindukannya.
'' Mohon maaf.. bila saya mengganggu Pak'' Ucap Nissa setelah melihat Ardi yang fokus hingga terlihat mengabaikan keberadaannya.
'' Tidak mengganggu, silahkan duduk'' Suruh Ardi yang kini hanya menatap sekilas pada Nissa dan kembali matanya menatap ke laptop didepannya.
'' Ini Pak, berkas pengunduran diri saya yang perlu bapak tanda tangani'' Ucap Nissa menyimpan berkas di meja Ardi, Nissa enggan untuk duduk di kursi di depan meja Ardi, ia memilih berdiri menunduk seperti menahan kesal.
'' Nanti saya akan tanda tangani, Sepertinya Anda marahnya sudah reda?'' Tanya Ardi tersenyum menatap perempuan di depannya. Yang sedari tadi keberadaannya sudah ia nantikan.
'' Siapa yang marah? saya tidak marah'' Jawab Nissa sedikit ketus, membuat Ardi langsung mode on untuk menggodanya.
'' Oh... anda tidak marah, tapi kenapa tadi dua kali sambungan telepon saya anda matikan saat saya belum selesai berbicara?'' Tanya Ardi lagi, Ardi bangkit mendekati Nissa membuat Nissa akhirnya duduk di kursi ruangan Ardi.
Ardi yang sudah pernah berumah tangga, begitu berpengalaman akan sikap perempuan. Ardi memilih mengalah untuk menang untuk menghadapi perempuan di depannya itu, bagi Ardi meminta maaf terlebih dahulu pada Nissa sudah keharusan dan tidak ada salahnya, karena ucapan Nissa waktu di sambungan telepon ada benarnya juga. Ardi terlalu mengandalkan pemikirannya sendiri tanpa melibatkan Nissa dalam persiapan Pernikahan mereka.
'' Saya Minta maaf, saya salah..sudah gegabah bertindak tanpa memberitahu anda terlebih dahulu, jujur sebenarnya saya tidak mau membebani anda untuk urusan persiapan pernikahan, sekali lagi saya minta maaf'' ucap Ardi menatap ke arah Nissa di depannya. Namun Nissa masih memilih diam belum merespon.
'' Mulai sekarang, anda bisa utarakan apa yang ingin anda mau untuk persiapan pernikahan kita, Saya akan ikuti apa yang anda mau'' sambung Ardi lagi, Nisaa terlihat tidak nyaman, saat terus di tatap Ardi.
Mendengar itu semua, Nissa merasa tak nyaman dan tak enak hati, karena tadi sempat emosi pada Ardi.
__ADS_1
'' Sa-saya belum bisa jawab kesimpulannya sekarang, saya mau pamit dulu ke klinik'' Ucap Nissa beranjak dari kursinya karena merasa tidak nyaman, Saat Nissa beranjak Ardi langsung kaget melihat bercak merah di kursi bekas Nissa duduk, pandangan Ardi beralih pada rok Nissa yang berwarna Abu muda juga ada bercak merah darah cukup kentara.
Saat Nissa sudah mau berjalan ke arah pintu, Ardi langsung bersuara menghentikan langkah kaki Nissa.
''Tunggu sebentar, jangan keluar dulu'' ucap Ardi, membuat Nissa diam mematung bingung.
Ardi segera mengambil jaket yang berada di lemari pribadinya dan tanpa menunggu lama langsung memasangkan di pinggul Nissa untuk menutup noda bercak darah yang begitu terlihat jelas.
Nissa kembali diam mematung saat Ardi mengikat lengan jaket di daerah depan perut Nissa. Walaupun tidak sampai bersentuhan, namun tindakan Ardi tadi spontan hampir membuat jantung Nissa berhenti berdetak sejenak.
Setelah selesai, kini dua insan itu saling diam, di satu sisi Nissa begitu kaget, di sisi lain Ardi begitu kagum saat menatap lekat dari dekat seluruh postur tubuh mungil Nissa, apalagi saat mata mereka saling tatap mereka benar-benar saling terhipnotis satu sama lain.
Nissa yang kadung malu, setelah melihat kursi bekas duduknya yang berwarna terang memperlihatkan noda darah, Nissa langsung konek akan tindakan Ardi memasangkan jaket di pinggulnya untuk menutupi noda darah di roknya.
Nissa langsung pamit mengucapkan salam dan terima kasih pada Ardi dan segera keluar dari ruangan Ardi dengan langkah seribunya. Hingga membuat Firman yang berjaga di depan ruangan Ardi bingung melihat Nissa secepat kilat menghilang dari lorong dekat ruangan Ardi.
Diruangan Ardi, kini ia sedang membersihkan kursi yang terkena bercak darah Nissa, dengan tissu basah sebelum nanti office boy membersihkannya lagi.
'' Pantas saja...gadis itu emosi hari ini ternyata sedang PMS hehehe...tadi bikin saya gemas aja make ngelak segala...huuuhhh'' Batin Ardi sembari khusu membersihkan kursi dengan tissu basah.
Di mes
Nissa tadi langsung menuju mesnya untuk berganti baju sebelum kembali ke klinik. Nissa kini sedang menggerutu, karena begitu merasa malu akan apa yang sudah terjadi diruangan Ardi.
__ADS_1
-🌸🌸🌸-
Bersambunggg dulu