Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
MENENGOK ASYLA


__ADS_3

Nissa yang merasa tak enak hati, mendengar Asyla demam, langsung menelpon Asyla, kebetulan Nissa sudah mempunyai nomor ponsel Asyla.


Namun saat Sambungan telepon tersambung, terdengar suara ibu Prita, ibunya Ardi yang menjawab.


Assalamualaikum


Wa'alaikumsalam... dokter Nissa yah?


Iya bu Prita...ini saya Nissa, saya dengar Asyla sedang kurang sehat yah? Bagaimana keadaan nya sekarang?


Iya Dokter, Asyla sepulang dari Resto semalam, badannya demam dan kepala pusing, Alhamdulillah sekarang sudah membaik...orang nya sedang istirahat sekarang.


Syukur alhamdulillah bu Prita kalau begitu...Niatnya saya pulang dinas mau menjenguk Asyla, Namun saya bingung mau meminta alamatnya bu.


Ma sya Allah..terima kasih banyak dokter Nissa.. ibi senang sekali...kalau dokter Nissa mau kesini, nanti ibu kirimkan yah alamat rumah Ardi...ibu tunggu kedatangan nya ya dokter.


Iya Bu Prita... terima kasih kembali.. Assalamualaikum


Iya Wa'alaikum salam


----🌳🌳🌳-----


Sepulang dinas, Nissa bersiap menuju alamat yang di kirim oleh Bu Prita.


Saat Nissa Menunggu cukup lama kendaraan onlinenya, ternyata tidak kunjung datang juga, Nissa mendapatkan pemberitahuan kalau orderannya di Cancel sepihak. Karena drivernya mengalami pecah ban.


Belum sempat memesan kembali, terdengar suara Johan memanggilnya.


Mendengar Nissa sedang memesan kendaraan online dan malah di Cancel oleh drivernya karena pecah ban, membuat johan dengan senang hati, menawarkan diri untuk mengantar Nissa menuju tujuannya.


Nissa sempat menolak, namun karena takut terlalu sore, ia akhirnya putuskan untuk ikut menaiki mobil Johan.


Johan mengantarkan Nissa ke tempat alamat yang Nissa maksud, setelah tiga puluh menit karena Macet, akhirnya mereka sampai.


Nissa beralasan ingin menjenguk temannya yang sakit, ia tak mungkin memberitahu Johan, kalau dirinya mau menengok putri Ardi.


Saat Nissa turun dari mobil johan, tepat di depan rumah Ardi yang ternyata masih dalam satu Komplek perumahan elite dengan rumah ibu Prita.


Tanpa di duga, saat Nissa turun, ada mobil Ardi yang baru datang ingin memarkirkan mobilnya di depan rumah nya.


Sore itu, Ardi pulang lebih cepat, mengingat putrinya sakit, sekaligus Ardi mampir dulu ke Showroom Mobil miliknya, untuk sekedar mengecheek keadaan di sana nya.


Saat Nissa masuk ke area rumah Ardi yang di jaga oleh Anggota TNI. Ia langsung kaget melihat Ardi yang ternyata sudah tiba dirumahnya.


Ehh... perasaan mobil Pak Ardi masih di kantor tadi... ini tau-tau ada di rumah aja..Pikir Nissa bingung, Niat hati ingin menengok Asyla mumpung Ardi masih di kantor, tau-taunya bertemu juga.


'' Diantar siapa tadi? sepertinya bukan mobil online'' Ucap Ardi saat Nissa tiba di depan rumahnya.


''Assalamualaikum Pak Ardi, tadi saya diantar rekan saya, kebetulan rumahnya searah'' Ucap Nissa sembari mengucapkan salam.


'' Iya Wa'alaikum salam...laki-laki atau perempuan ? ucap Ardi sinis.

__ADS_1


'' laki-laki pak, itu rekan saya di Klinik yang tadi duduk bersama saya di kantin gedung.


'' Oh.. kenapa tidak bilang sebelumnya, kalau mau datang ke rumah saya, kita bisa berangkat bareng tadi.


'' Mohon maaf Pak, saya kira bapak masih ada pekerjaan, jadi saya inisiatif sendiri berangkat ke sini.


'' Lain kali kabari saja, saya pasti akan usahakan untuk mengantar.


'' Terimakasih pak Sebelumnya.


Mendengar Nissa sudah datang, bu Prita langsung keluar untuk menyambut Nisa.


'' Ardi tamunya malah di ajak ngobrol di luar, bukannya di suruh masuk'' seru Bu Prita, Nissa langsung menyalami bu Prita di ikuti Ardi.


''Assalamualaikum bu''


''Wa'alaikum salam dokter, selamat datang di rumahnya Ardi, kalian datang bersama?''


'' Tidak bu, saya diantar rekan saya di klinik''


'' Oh.. kirain barengan Ardi, Ayo dokter Asyla sudah menunggu'' ajak bu Prita, Ardi sudah lebih dulu masuk menuju kamar Asyla untuk mengetahui kondisi nya.


Di ikuti Nissa juga bu Prita, Asyla tersenyum senang, melihat kedatangan Nissa untuk menjenguknya.


'' Sudah sehat anak cantik'' ucap Nissa.


'' Alhamdulillah dokter khairun... aku udah baikan'' ucap Asyla senang.


'' Iya syukur alhamdulillah Syl.. udah adem demamnya'' ucap Nissa memegang kening dan leher Asyla


''Makan nya yang lunak dulu yah....biar recoverynya cepat, terus jangan makan dulu makanan cepat saji gak baik yah'' ucap Nissa memberi nasihat.


'' Okk.. dokter'' ucap Asyla mengacungkan jempolnya.


Setelah berbincang dengan Asyla, Nissa di ajak oleh ibu Prita untuk berbincang di ruang keluarga, mereka berbincang sembari minum teh hangat yang sudah di sediakan. Ardi terlihat masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti baju.


Ada rasa yang aneh di hati Nissa, apalagi saat melihat begitu banyak foto- fotoAlmarhumah ibu Berliana, istri Ardi di setiap sudut rumah.


Nissa merasa sedih ''Eummm... cantik sekali beliau, sebegitu sayangnya Ardi dan putra putrinya, hingga setiap sudut ruang keluarga, memajang foto Almarhum'' Batin Nissa sendu.


Nissa berbincang dengan ibu Prita cukup lama, hingga suara Ardi terdengar saat keluar dari kamarnya.


Ibu Prita yang mengerti, pamit ke kamar Asyla beralasan ingin mengecheek keadaan Asyla yang tengah beristirahat, padahal bu Prita ingin memberikan waktu Ardi dan Nissa untuk saling berbincang tanpa adanya dirinya.


'' Anda sudah makan?'' Tanya Ardi pada Nissa.


'' Sudah pak'' jawab Nissa Singkat


'' Bagaimana kerjaan di klinik, ada kesulitan?'' tanya Ardi berjalan duduk di sofa berhadapan dengan Nissa.


Ardi terlihat sudah berganti baju, dengan baju santainya.

__ADS_1


'' Alhamdulillah.. semua terkendali Pak'' jawab Nissa singkat.


'' Kapan pulang ke kampung?'' tanya Ardi kembali.


'' Eumm... niatnya sih dua minggu lagi Pak, kebetulan teman saya mau melangsungkan pernikahan'' jawab Nissa, mengingat Sinta akan menikah dengan putra kepala desa.


'' Biar saya antar, saya juga ada keperluan ke sana'' jawab Ardi, membuat Nissa langsung menatap ke arahnya.


'' Bapak ada perlu apa?'' Tanya Nissa penasaran.


'' Bertemu dengan calon mertua saya lah, untuk bersilaturahmi dengan mereka'' jawab Ardi santai. tatapan Ardi juga menatap Nisa dengan penuh senyuman.


Nissa begitu kaget, karena takut ucapan Ardi di dengar oleh Bu prita '' Bapak jangan terus-terusan bercanda Pak... belum tentu saya bersedia'' ucap Nissa sedikit mendelikan matanya ke arah lain.


'' Saya sangat yakin sekali, anda pasti akan menerima lamaran saya'' ucap Ardi dengan percaya diri.


'' Percaya diri sekali bapak'' ucap Nissa pelan.


'' Tentu...saya sangat percaya diri, anda sudah ada di sini sekarang, itu sudah meyakinkan saya'' ucap Ardi lagi.


Nissa sudah tidak mau lagi menanggapi obrolan Ardi '' Eumm...terserah anda'' Pikir Nissa dalam hati.


Melihat jam sudah menuju pukul Lima sore, Nissa berjalan menuju kamar Asyla untuk pamit pulang pada Bu Prita dan Asyla.


'' Diantar Ardi saja pulang yah dokter'' suruh Bu prita, di angguki Asyla yang menyetujui ucapan sang nenek.


'' Tidak perlu bu, takutnya merepotkan, saya mau pesan kendaraan online saja'' ucap Nissa tak mau Ardi mengantarnya.


'' Saya antar, kebetulan saya mau ke Apotek untuk menebus Vitamin untuk Asyla'' seru Ardi terlihat sudah menggunakan celana panjang dan jaket hijau bercorak khas tentara.


Nissa tidak bisa berbuat apa-apa, kini ia harus kembali satu mobil dengan Ardi.


''Sering-sering main ke sini yah...dokter khairun'' ucap Asyla saat Nissa pamit pulang mencium pipinya.


'' In sya Alloh anak manis, cepet sehat yah.. nanti kita Battle basket lagi '' ucap Nissa tersenyum. Di acungkan jempol oleh Asyla.


Bu Prita memeluk Nissa cukup lama '' Terimakasih banyak yah dokter, sudah menjenguk cucu saya'' ucap Bu Prita.


'' Sama sama bu, ibu Prita sehat selalu yah'' Pamit Nissa. Bu Prita mencium pipi Nissa, Nissa tersenyum senang akan perhatian ibunda Ardi kepadanya.


Ardi sudah berada di dekat mobil rubiconnya, ia membukankan pintu untuk Nissa, Nissa tampak kesulitan menaiki mobil Ardi, Ardi sigap membantu memegang pundak Nissa saat akan menaiki mobilnya yang cukup tinggi.


Bu Prita tersenyum sembari melambaikan tangan pada Nissa. Ardi menjalankan mobilnya menuju jalaanan untuk mengantar Nissa.


'' Jangan lupa kabari saya.. kalau anda mau pulang ke kampung'' seru Ardi sambil menyetir.


'' Saya tidak bisa janji Pak, kita lihat nanti saja jawaban apa yang akan saya berikan pada Bapak'' ucap Nissa menatap lurus ke jalan.


Menatap Ardi membuatnya tidak stabil, Ardi begitu terlihat gagah membuat Nissa tak tahan bila terus melihat pesona duda di samping nya.


Ardi hanya bisa tersenyum, Nissa masih saja merasa kaku ketika di dekatnya.

__ADS_1


Bersambung


Haturnuhun


__ADS_2