
Nissa di antarkan pulang oleh Ardi pukul 20.00 malam, mereka berbincang di cafe cukup lama, Ardi terus menekan Nissa agar menjawab mengenai lamarannya.
Ardi sudah tidak sabar, bila harus terus membiarkan Nissa tanpa ikatan dengan dirinya.
Apalagi bila Nissa dimiliki oleh orang lain, itu menjadi ketakutan untuk Ardi. Namun Ardi tetap yakin pada pendiriannya, akan terus menunggu Nissa bersedia menerima lamaran nya.
Nissa akhirnya pasrah, ia meminta waktu selama tiga hari pada untuk memberikan jawabannya.
Ardi tersenyum, ia sudah tidak sabar menunggu hari itu.
'' Terima kasih, anda sudah mau meluangkan waktu, untuk menemui saya dan keluarga saya, Saya tunggu jawaban anda segera'' ucap Ardi, saat Nissa turun dari mobilnya.
'' Sama sama Pak, beri waktu saya tiga hari untuk memberi jawabannya'' jawab Nissa, ia keluar dari mobil Ardi, bergegas menuju mesnya.
Ardi setia menunggu, hingga punggung Nissa sudah masuk ke gedung mes dan tidak terlihat lagi, barulah Ardi putar balik ke luar area gedung, menuju pulang ke rumah nya.
---🌸---
Tiba di kamar mesnya, Nissa segera mengganti bajunya dan masuk ke kamar mandi mengambil air wudhu, untuk menunaikan solat Isya.
Sesudah solat isya dan berdoa, Nissa tidak langsung beranjak dari sejadahnya, melainkan ia kembali melanjutkan dengan solat Istikharah, Nissa yang merasa masih ragu dan bingung akan Ardi, ingin meminta petunjuk kepada Allah, agar hatinya di mantapkan pada pilihan terbaiknya.
Karena sejatinya, manusia hanya bisa berencana dan hanya takdir Allah yang menentukan, Nissa yakini kalau yang ia Inginkan, belum tentu baik baginya, namun kalau sudah Allah takdirkan dan siapkan, Nissa yakin itu yang terbaik untuknya.
Termasuk dengan Nissa melakukan solat Istikharah, semata-mata Nissa ingin meminta petunjuk yang terbaik untuk pilihan yang ada di depannya ini. Antara menerima lamaran Ardi atau sebaliknya.
----🌷----
Pagi hari tiba, Mata Nissa terlihat sembab, Nissa merasa sedih akan mimpinya tadi malam, ia begitu kasian dengan Ardi yang hadir di mimpinya, Ardi terlihat begitu kesusahan merawat dan membesarkan kedua putra-putrinya tanpa bantuan pasangannya.
Nissa merasa menerima lamaran Ardi, akan menjadi keputusan yang tepat, namun Nissa masih ingin memantapkan lagi keputusan, Ia berniat akan melakukan kembali solat istikharah untuk meyakinkan hatinya.Mengingat ia sudah meminta waktu tuga hari kepada Ardi.
Pagi ini setelah sarapan sereal di mesnya, Nissa langsung bersiap menuju klinik.
Pagi ini, Nissa di jadwalkan berdinas bersama Johan rekannya yang juga masih Single di antara rekannya yang lain.
Nissa tampil simple dengan OOTD nya pagi ini, ia menggunakan bloues polos yang berwarna senada dengan celana panjangnya, di padu model hijab segiempat yang bermotif bunga-bunga.
__ADS_1
Tiba di klinik, Nissa langsung menuju ruangannya, mengingat masih ada beberapa pembukuan yang belum sempat di selesaikan nya kemarin.
Tidak terasa waktu istirahat tiba, Nissa yang hanya sarapan sereal di mesnya, begitu kelimpungan merasakan perutnya yang sudah keroncongan.
Keluar dari ruangan nya, Nissa berpapasan dengan Johan yang juga baru menyelesaikan pekerjaan.
'' Nis, udah lama gak ketemu, Gimana kabarnya?'' tanya Johan, saat melihat Nissa saat keluar dari ruangannya.
'' Alhamdulillah baik kak'' jawab Nissa pendek, ia berniat ingin segera menuju kantin.
Mereka berbincang sebentar, johan memutuskan ikut ke kantin, setelah Nissa memberitahu akan niatannya makan siang di kantin Gedung.
Nissa yang semula merasa tak enak berbarengan dengan johan, karena tidak ada rekannya yang lain, namun mengingat perutnya yang sudah meminta di isi, mau tak mau ia berjalan berbarengan dengan johan yang akan berniat menuju kantin.
Nissa sedikit menjaga jarak dengan johan, namun johan sengaja berjalan lambat agar bisa berbareng dengan Nissa.
Tanpa di sadari oleh mereka berdua, beberapa meter dari mereka, ada dua orang Anggota yang mengikuti mereka menuju kantin, ternyata dua Anggota tersebut Ardi dan ajudannya.
Ardi sengaja berjalan di belakang Nissa dengan sedikit lambat, ia tak mau Nissa menyadari keberadaannya.
'' Ekheeemm'' deheman Ardi di dekat Nissa dan johan, saat akan memasuki kantin. Ardi merasakan cemburu, melihat Nissa berbarengan dengan pria lain di depannya.
Tiba di kantin, Nissa memilih duduk satu meja dengan Johan atas ajakan johan, Nissa tak bisa menolak, mengingat meja-meja lain sudah terisi para Anggota dan para pekerja area gedung.
Namun tanpa Nissa duga, Ardi dengan santainya ikut duduk, di tempat duduk dimana, Nissa dan johan duduk dalam satu meja.
Johan yang mengerti, mengingat ia juga sudah pernah mendengar, akan gosip tentang kedekatan Nissa dan Ardi, akhirnya johan memilih pindah ke meja yang masih lain, walaupun harus ikut satu meja dengan orang-orang yang akan makan siang juga di kantin.
Nissa kaget dengan adanya Ardi, ia juga merasa tidak enak dengan johan yang harus pindah meja, karena tidak enak dengan Ardi.
'' Mau pesan apa? Biar saya pesankan'' Tanya Ardi, membuyarkan lamunan Nissa.
'' Tidak perlu Pak terima kasih, saya bisa pesan sendiri'' jawab Nissa ingin bangkit dari duduknya, ia berniat ingin memesan langsung ke area kasir, Nissa juga berusaha bersikap biasa saja, walaupun dirinya kini tengah menjadi pusat perhatian di kantin, karena satu meja dengan Ardi.
Namun belum Nissa berjalan, Ardi spontan langsung memegang tangannya, meminta Nissa untuk duduk kembali, karena pelayan kantin sudah datang untuk menanyakan pesanan di meja Ardi.
Seketika Mood Nissa langsung hancur, Ardi sudah berani begitu terang-terangan di depan umum, ingin memperlihatkan kepada umum, akan kedekatannya dengan Nissa.
__ADS_1
Ardi memesan beberapa makanan untuk dirinya dan Nissa.
Nissa tak kuasa menolak, akhirnya ia makan bersama dengan Ardi dalam satu meja, di kantin Gedung untuk pertama kalinya.
Selama mereka makan, tidak ada obrolan atau perbincangan diantar mereka.
Hanya saling tatap dan saling lirik saja di sela-sela makan mereka. Ardi tersenyum terus memperhatikan Nissa yang terlihat begitu lahap menyantap makanannya. Berbeda dengan Nissa yang begitu cuek dan datar berhadapan dengan Ardi di depannya.
Ardi juga yakini, Nissa kini tengah merasa kesal kepada nya, mengingat dia sudah berani memegang tangannya di depan umum.
Akhirnya Ardi hanya diam, melihat respon Nissa cuek dan datar terhadapnya, sebelumnya Ardi ingin sekali berbincang dengan Nissa.
Selesai makan, Ardi langsung membayar semua makannya dan Nissa. Nissa semula menolak, makanan nya di bayar oleh Ardi, namun berdebat dengan Ardi, begitu tidak akan ada gunanya untuk Nissa.
Nissa memilih keluar dari area kantin, berada dekat dengan Ardi dalam satu meja, apalagi di lihat dan di perhatikan banyak orang, sungguh membuat Nissa tidak nyaman.
'' Kenapa buru-buru?'' Tanya Ardi, mengikuti langkah Nissa keluar dari area kantin.
'' Pekerjaan saya, sudah menunggu'' Ucap Nissa terus berjalan menuju Klinik.
'' Ada yang ingin saya bicarakan'' ucap Ardi, ingin menahan Nissa.
'' Pak, saya sudah minta waktu tiga hari pada bapak, jadi mohon selama tiga hari kedepan jangan ganggu saya dulu pak'' ucap Nissa tegas, ia benar-benar tak nyaman dengan semua Ardi. Yang begitu tidak sabar terus menanyakannya akan jawaban mengenai lamarannya.
Ardi langsung diam, membiarkan Nissa berjalan menuju klinik. Ardi berbelok menuju ruang dinasnya.
Saat Nissa tiba di ruangan nya, terdengar notif pesan di ponsel nya. Saat Nissa membacanya, Nissa langsung merasa tak enak, karena sudah berburuk sangka akan Ardi.
Ardi
📩
Saya hanya ingin memberitahu anda, Asyla dari semalam demam dan terus menanyakan anda.
Nissa yang semula merasa kesal, kini ia merasa menyesal tidak mau mendengar malah mengabaikan Ardi.
Ternyata di balik Ardi mendekatinya, ada sesuatu yang ingin Ardi bicarakan dengan nya.
__ADS_1
Bersambung dulu
haturnuhun