
Nisa dan mang Tisna akhirnya tiba di kampungnya, dan langsung menuju rumah orang tua Nisa berbarengan di waktu pukul 17.00 sore.
Nisa sudah tidak sabar ingin memberitahu kedua orang tuanya akan penawaran yang di berikan oleh Ibu Farida Dosennya sewaktu kuliah.
Nisa selama di perjalanan begitu memikirkan dan mempertimbangkan akan apa yang di tawarkan oleh Ibu Farida.
Di sisi lain Nisa harus meninggalkan klinik dan orang tuanya di kampung, bila mana dirinya nanti bekerja di pusat pendidikan kesehatan Angkatan Darat di jakarta.
Namun di sisi lain, Nisa bisa menambah ilmu dan pengalaman nya juga di tambah Nisa bisa menabung dari uang hasil jeripayahnya selama bekerja untuk merenovasi kliniknya agar semakin besar dan bisa semakin bermanfaat untuk banyak warga.
Saat tiba di rumahnya Mang Tisna segera memakirkan mobil kijang kesayangan pak Zaenal di halaman luas yang begitu asri banyak bunga-bunga mermekaran.
'' Mang maksih yah udah anter Nisa ke kota... ini ada uang bonus untuk mang Tisna...ambil mang'' Ucap Nisa memberi amplop putih berisi uang tips untuk mang Tisna.
'' Makasih banyak ya neng... semoga semakin sukses dan berkah neng Nisa'' Mang Tisna menerima amplop dari Nisa.
Nisa begitu baik hati pada semua orang yang di kenalnya, Nisa begitu sederhana tidak pernah neko-neko dalam hidupnya.
__ADS_1
Tiba di dalam rumah, Nisa di sambut kedua orang tuanya yang tengah bersantai di ruang keluarga sembari menonton acara di Televisi.
''Assalamualaikum yah... bu'' Nisa langsung menyalami kedua orang tuanya.
''Wa'alaikum salam geuliiisss'' jawab Kedua orang tuanya berbarengan.
''Baru sampai neng? kenapa macet yah jam segini baru sampai? tanya bu inayah pada sang putri yang langsung duduk di samping nya.
'' Iya bu..macet pisan.. untungnya mang Tisna tahu jalan lain jadi bisa kehindar dari macet di kota huufff.. '' Nisa Menghela nafas mengingat begitu macetnya tadi di perjalanan.
'' Terus udah solat ashar belum neng... kalau belum solat dulu.. baru nanti cerita lagi '' Tanya pak Zaenal mengingat sudah pukul Lima sore.
Kedua orang tuanya menggelengkan kepala melihat tingkah putri kesayangannya, yang kini sudah tumbuh dewasa dan sukses menggapai cita-citanya sebagai seorang dokter.
Nisa setelah membersihkan diri dan selesai melaksanakan solat maghrib di mushola dengan orang tuanya, kini kembali berbincang sembari menunggu waktu solat isya.
'' Gimana tadi seminarnya neng? tadi ayah sama ibu lihat di video yang di kirim mang Tisna seperti begitu lancar... ayah dan ibu begitu bangga sekali sama kamu neng'' Suara pak Zaenal membuka obrolan sembari menunggu solat isya.
__ADS_1
'' Alhamdulillah semuanya lancar yah.. bu, Nisa juga sekalian cerita kalau Nisa di tawari pekerjaan menjadi tenaga medis di salah satu klinik yang bernaung di kantor pusat Angkatan darat di jakarta '' Nisa menceritakan Tawaran bu Farida dosennya waktu kuliah.
'' Syukur alhamdulillah kalau begitu... terus neng sendiri gimana...berminat tidak? '' Tanya pak Zaenal yang ikut senang mendengarnya.
'' Yahhh.... gimana yah....Nisa sih sebenarnya mau tak mau yah.. bu menerimannya... Satu sisi aku begitu tertarik dengan pekerjaan itu, karena itu fashion ku, aku bisa semakin bermanfaat bagi orang banyak juga bisa menambah wawasan untuk pengalaman ku, tapi sisi lain aku harus jauh dari ibu sama bapak terus harus meninggalkan klinik untuk sementara waktu...huuufff pilihan yang berat untuk aku yah.... buuu'' Ujar Nisa sembari nyaman bersandar di pangkuan sang ibu.
'' Yah..menurut ayah itu udah jadi pilihan buat Nisa yang harus di pilih... jujur kalau ayah sama ibu sangat mendukung apa yang Nisa pilih'' Pak Zaenal begitu mendukung akan pilihan sang putri Nantinya.
'' Jujur sih yah.. bu..., Nisa ingin mencoba menerima tawaran itu, apalagi Nisa dengar gaji nya juga lumayan Trus Nisa juga mendapat mes untuk tempat tinggal.. jadi uang Nisa cepat terkumpul untuk menabung agar bisa merenovasi klinik biar semakin besar dan berkembang'' ujar Nisa memberitahu niat hatinya.
'' Ya sudah di ambil dan di coba saja neng, Apalagi niat Neng bekerja di sana begitu baik dan mulia, ayah dan ibu selalu mendoakan yang terbaik buat neng kedepannya'' Bu inayah juga ikut mendukung dan menyemangati niat Baik putri nya.
'' Ya sudah...Nisa insya Allah akan mencobanya... ini semua atas ijin dan Restu ibu sama ayah... teru nanti ayah sama ibu gimana kalau Nisa merantau ke jakarta? tanya Nisa akan kekhawatiran nya akan kedua orang tuanya.
'' Neng gak usah khawatir sama ayah dan ibu, kan ada mang Tisna dan istri nya... neng kan juga bisa pulang menengok kalau sedang libur'' Pak Zaenal menyakinkan sang putri agar tidak khawatir pada mereka.
Obrolan mereka berakhir saat terdengar suara adzan isya. Mereka pun segera solat berjama'ah setelah suara adzan usai.
__ADS_1
( Bersambung dulu yah....)
dukung terus author yah...