
Ke esokan harinya, Di Gedung tempat Ardi berdinas, semua orang dari mulai staf hingga Anggota TNI, mereka saling berbincang tentang kedekatan Bapak jendral Ardiyansah dan Dokter Nissa, yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di klinik.
Gosip tentang kedekatan mereka, bukan tanpa alasan, karena sudah banyak yang tahu akan kebenaran nya, di tambah lagi Ardi begitu terang -terangan pada rekan dan ajudannya. Mengenai ketertarikannya pada Nissa.
Seperti kemarin Ajudan Ardi, yakni Firman di buat melongo, saat di perintahkan oleh Ardi untuk menaruh bucket bunga yang sudah di belinya, agar di simpan dimobil yang akan di tumpangi Nissa saat akan menuju tempat bimbingan.
Firman di buat syok, saat melihat Nama dokter Nissa di sebuah kartu ucapan di bucket bunga itu.
Ardi juga sudah memberitahu suami Fania yakni rekan Ardi sesama Anggota TNI, kalau Nissa adalah orang yang sudah menolongnya saat Ardi mengalami kecelakaan saat pulang dari dinas di daerah jawa barat.
--π»π»π»---
Pagi ini Nissa akan bekerja seperti biasa di klinik, hari ini Nissa mendapatkan shif Siang.
Nissa keluar kamar mesnya pada pukul 12.30 setelah selesai menunaikan solat dzuhur.
Nissa berjalan anggun menuju klinik, banyak pasang mata yang memperhatikan Nissa. Namun Nissa santai berjalan seperti biasa.
Saat tiba di klinik, Nissa langsung di sambut senyuman oleh rekannya yang akan pulang setelah selesai shif nya, ada Desi dan Fajar yang akan pulang, sedangkan Nissa akan bertugas bersama johan dan Dina.
'' Eehh...calon ibu persit sudah datang hehehe'' Seru Desi sambil tersenyum saat Nissa datang memasuki Klinik.
Bukan tanpa alasan Desi menggoda Nissa dengan sebutan ibu persit, karena sebelumnya Desi mendapat informasi dari Fania kalau Ardi telah di tolong oleh Nissa saat mengalami kecelakaan. Dan Fania yakini kalau Ardi menaruh hati pada Nissa, apalagi suami Fania sudah mengetahui kebenarannya. Karena Ardi telah memberitahu rekannya itu, karena tidak mau kalau ada yang menaruh hati pada Nisa, selain dirinya.
'' Siapa mba?? calon ibu persit'' Jawab Nissa bingung, karena hanya ada dia yang baru datang memasuki area klinik.
'' Kamu lah Nissaa... siapa lagi hehehe'' Seru Desi lagi sembari tertawa, namun tawa Desi langsung diam saat Fajar menyenggol tangannya saat melihat ada bapak jendral Ardiyansah memasuki area klinik, tepatnya di belakang Nissa.
Ardi sengaja mendatangi klinik, setelah mengetahui kedatangan Nissa dari jendela tempatnya ruangannya.
Desi dan Fajar langsung memberi hormat pada Ardi di depanya. Sedangkan Nissa di buat bingung dengan tingkah kedua rekannya.
'' Iihh...mba Desi tadi ketawa-ketawa in aku sekarang langsung diam memberi hormat...bikin aku bingung'' ucap Nissa pada rekannya, Desi langsung mengedipkan mata, memberi isyarat pada Nisa agar melihat ke belakang.
__ADS_1
'' Kenapa mba'' Tanya Nisa bibgung, Desi kembali mengedipkan matanya.
Nissa yang mengerti, akhirnya langsung berbalik.
''Astagfirullah.. pak Ardi '' Jerit Nissa dalam hati.
Nissa yang kaget, langsung mundur saat melihat Ardi ada di depannya, agar bisa berjarak, karena tadi jarak mereka begitu dekat.
''Siang Semuanya '' Sapa Ardi pada Nissa dan juga rekan Nissa yang lain.
'' Siang pak'' Jawab Desi dan Fajar bersamaan, Namun berbeda dengan Nissa yang masih diam.
Nissa hanya bisa diam, saat melihat Ardi ada di depannya, pikiran Nissa malah mengingat kembali kejadian kemarin, disaat Ardi memberi bunga padanya dan bertemu Ardi di mall saat Ardi menemui putri nya yang tidak lain, Asyla murid bimbingan praktek Nissa.
Nissa langsung tersadar dari lamunannya, Saat Ardi menyodorkan bucket bunga Anyelir yang di padu mawar merah dan putih.
'' Ini dokter Nissa.. saya ucapkan terima kasih, atas bimbingannya disekola anak saya'' Ucap Ardi menyerahkan bucket bunga pada Nisa. Membuat Desi dan Fajar saling tatap akan apa yang mereka lihat.
Seorang Mayor Jendral yang tidak pernah masuk klinik kalau tidak ada kepentingan, namun hari ini dengan santai nya Ardi memasuki klinik dengan membawa bucket bunga.
Nissa semula bingung tidak mau menerima bunga pemberian Ardi, walaupun Ardi atasannya, Nissa tidak mau menimbulkan pembicaran yang simpang siur, Nissa pun berbicara sopan untuk tidak menerimanya.
'' Sebelumnya terima kasih banyak pak, tapi sepertinya tidak perlu pak... terima kasih, itu sudah jadi kewajiban saya memberikan bimbingan di sekolah anak bapak'' Ucap
''Tidak ada penolakan dokter Nissa.... ini untuk anda'' ucap Ardi lagi tegas. Membuat Nissa tak bisa menolak.
Nissa yang canggung dengan Ardi dan rekannya yang ada di sana, memilih segera pamit menuju ruangan nya.
'' Kalau begitu saya pamit semuanya... maarii'' ucap Nissa pamit dan segera berjalan menuju ruangan nya setelah menerima bucket bunga dari Ardi.
Di ruangan Nissa
Pov Nissa
__ADS_1
Sudah dua hari ini, hati dan pikiranku di buat lelah dan letih seperti melakukan marathon puluhan kilometer.
Aku benar-benar tidak habis pikir, pagi kemarin Ardi memberiku bucket bunga yang cukup besar, di tambah ternyata Asyla murid bimbingan ku adalah putri Ardi atasan ku di Area klinik AD itu.
Aku mengetahui itu saat Ardi mendatangi putri nya di Mall, Yah putrinya sedang bermain dengan ku di arena bermain saat itu.
Aku sempat syok sekali, namun aku berusaha seperti biasa, karena aku tidak mau ada kesalah pahaman dengan Ardi, di tambah aku tadi paginya sempat merijeck panggilan telepon dari Ardi.
Di tambah lagi pagi ini, Saat aku akan bertukar shif dengan rekanku di klinik, akh di kejutkan dengan kedatangan Ardi.
Aku kaget karena Ardi sudah ada di belakangku. Ditambah lagi Ardi memberikan bucket bunga lagi kepada ku.
Sontak membuat hatiku aku campur aduk di buatnya, yang pasti membuatku malu, karena Ardi memberikan bucket bunganya persis di depan rekan-rekanku yang akan pulang setelah bekerja shif pagi.
Aku yang sudah ketiban malu dan bingung, aku lebih memilih pamit masuk ke ruangan ku, pantas saja temanku Desi menggodaku dengan sebutan ibu Persit, ternyata gosip itu sudah menyebar.
'' OMGGGG'' Batinku berteriaak.
Aku pasrah dan bingung, aku sepertinya tidak akan kuat untuk meneruskan pekerjaan ku di klinik ini, sudah cukup tinggah aneh Ardi kepadaku yang membuatku bertekad meninggalkan klinik ini.
Apa coba maksudnya seperti itu kepada ku. aku benar-benar bingung menghadapinya.
------πππ---
Ardi Kembali keruangannya, Ardi langsung mengirim pesan pada Nissa. Setelah sebelumnya Ardi berniat akan menghubungi Nissa. Namun diurungkannya mengingat Nissa baru saja masuk di jam kerjanya.
π©
Semoga anda suka dokter dengan bunganya, saya sengaja memberikan lagi bunga pada Anda, karena bunga yang kemarin anda sudah berikan pada putri saya Asyla.
Di ruangan Nissa, Nisa menyadari ada pesan masuk di ponselnya, Nissa malas membuka kotak pesan nya saat melihat nomor ponsel Ardi yang mengirimnya.
Nissa yang lelah, berniat nanti malam setelah pulang bekerja akan menelpon Ardi untuk meminta kejelasan tentang apa yang di lakukan padanya.
__ADS_1
πΌπΌπΌ
Bersambung dulu yaaa