
Tidak terasa sudah satu bulan Nisa bekerja sebagai tenaga medis di klinik milik Angkatan Darat.
Sudah Tiga minggu juga Nisa selalu beralasan menolak secara halus ajakan Ardi untuk sekedar makan bersama.
Nisa selalu di buat kesal dan jengkel, karena Ardi selalu saja mengirim pesan ajakan kepadanya. Membuat Nisa harus terus mencari alasan yang tepat agar tidak menyinggung perasaan Ardi.
Pow Ardi
Hari-hari ku, setelah kepulanganku dari daerah di mana aku mengalami kecelakan, begitu tak menentu, betapa tidak di dalam pikiranku sekarang terus berputar-putar wajah dokter cantik dan baik hati yang sudah menolongku.
Untung saja aku sempat mengambil foto candid dokter itu diam-diam jadi kapan saja aku bisa memandang potret dokter cantik itu. Terlebih aku juga sudah mendapatkan nomor ponselnya dari Mang Tisna. Namun aku belum berani menghubunginya, jujur aku malu apa disangkanya nanti kalau aku menghubunginya kalau tidak ada kebutuhan.
Tiga hari setelah aku tiba di Jakarta, Ponsel ku berdering yang ternyata si penelpon adalah orang yang begitu aku rindukan. Yakni dokter baik hati yang sudah mau menolongku waktu itu.
Aku begitu senang dan bahagia saat mendapat telepon darinya. Ternyata dia menelpon ingin mengucapkan terima kasih kepada ku atas apa yang aku berikan pada klinik nya.
Yah jujur saja, aku waktu itu berniat memberikan semua barang keperluan klinik dan mobil Ambulans sebagai tanda terima kasih dan juga syukurku pada sang kuasa dan juga keluarga Nisa karena sudah menolongku dan Alloh masih memberiku kesempatan untuk kembali sehat walafiat setelah mengalami kecelakan.
Sambungan telepon waktu itu tidak berlangsung lama, karena Nisa hanya menyampaikan inti nya menelponku, namun itu sudah cukup menghibur hatiku dan pikiranku yang begitu memikirkannya.
__ADS_1
Setelah mendapat telepon dari Nisa hari-hariku begitu bahagia, yah seperti ada angin segar yang membuat aku semangat. Memang untuk masalah umur kita terpaut jauh tapi kalau jodoh tidak ada yang tahu pikirku berhusnudzon (berbaik sangka) kepada Alloh.
Seminggu berlalu saat aku sibuk di kantor dan tidak sengaja melihat Story Whatsapp mang Tisna yang memperlihatkan Dokter Nisa tengah menjadi pembicara di sebuah seminar kesehatan.
Aku seketika tersenyum saat melihatnya, aku begitu terpesona dan bangga pada dokter muda yang satu itu.
Walaupun jujur melihat kepintaran Nisa mengingatkan ku kembali pada Alm istriku Berliana. Namun aku kembali tersenyum karena aku yakin Istriku sudah di tempatkan di tempat terbaik sisi Allah SWT.
Melihat Video Nisa membuat jari-jari ku gemas ingin mengimi pesan pujian untuk Dokter Nisa.
Yah mengirim kan pesan chat... yang berbunyi akan rasa bangga ku padanya dan begitu sedang melihatnya menjadi pembicara di seminar dan berharap suatu saat melihat nya secara langsung.
Aku sedikit kecewa karena pesan chat ku tidak kunjung di balas nya. Aku berusaha legowo mungkin dia sibuk atau cape tidak sempat membalas pesanku.
Namun kejutan di mulai, Seminggu setelah aku melihat mobil yang begitu mirip dengan mobil yang di miliki ayah Nisa, dan berbareng setelah aku melalukan dinas ke luar kota aku begitu syok, senang dan bahagia saat bertemu dengan dokter Nisa di ruangan ku.
Sebelumnya aku di buat penasaran oleh perkataan dan pembicaraan Anggota dan rekan-rekanku termasuk bawahanku yang membicakan Kehadiran dokter cantik dan baik hati di klinik.
Ternyata apa yang ada dalam bayanganku benar, orang itu ternyata Dokter Nisa.
__ADS_1
Saat Dokter Nisa memberikan berkas data dirinya ke ruangan ku yang saat itu adalah pertemuan kami untuk pertama kalinya, Pandangan ku sempat tercekat karena begitu kaget bercampur bahagia namun entah dengan dokter Nisa.
Dokter Nisa kembali mengucapkan terima kasih kepadaku dan meminta maaf akan pesanku yang tidak sempat di balasnya.
Aku juga sempat mengajaknya untuk makan siang bersama namun ternyata tidak bisa terlaksana karena dokter Nisa sedang berpuasa.
Namun saat aku makan siang di kantin, aku mendengar Sesama dokter di klinik tengah memesankan makanan untuk Nisa, yah terdengar dari obrolan dua dokter yang terlihat sudah berumuran di atas Nisa.
Saat tiba di ruangan aku kembali melihat data diri Nisa di berkas datanya, Mmm namanya Khairunnisa Azzahra nama yang begitu cantik sama seperti orang nya menurutku. Tak lupa aku mengirim pesan pada dokter Nisa agar semangat puasanya yang pasti aku ingin menggoda nya, mengingat tadi temannya memesankan makanan untuk nya membuat aku berpikir dokter Nisa sengaja berbohong berpuasa karena menolak tidak mau makan siang denganku.
Tidak menunggu waktu lama, pesanku langsung dibalas oleh nya. Dan balasannya membuat aku tersenyum malu karena balasan dokter Nisa yang baru saja kedatangan tamu bulanannya.
Huufft... aku malu sekali sudah mengirim pesan pada nya, namun aku senang Dokter Nisa membalas pesan ku tidak seperti waktu itu.
Hari-hari ku begitu semangat setelah mengetahui kehadiran Dokter Nisa di klinik, seperti akan ada secercah harapan untuk diriku yang kini mulai membuka hati setelah kepergian Alm Istriku.
Mulai saat itu aku tidak pernah Absen selalu mengirim pesan pada dokter Nisa, seperti mengirim pesan ucapan selamat pagi, selalu semangat bekerja, jangan lupa makan dan solat hingga sesekali mengajaknya makan bersama, Balasan pesan dokter Nisa membuat Aku sedikit tersenyum akan balasannya yang hanya membalas dengan menggunakan emoticon saja tanpa tulisan. Yah mungkin Dokter nisa sibuk.
Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku berdoa berharap yang terbaik untuk aku dan dokter baik hati itu, yah sedikit memaksakan namun aku yakin jodoh di tangan tuhan.
__ADS_1
( Bersambung dulu)
Love you... sorry yah author jarang update story, karena authornya lagi sibuk banget akhir-akhir ini-