Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
FIRST DATE


__ADS_3

Siang, menjelang Sore tiba, Nissa masih saja berkutat di ruangan nya di klinik, Saat Nissa sedang khusu, merapikan pembukuan Anggota yang sudah melakukan cheek kesehatan.


Tiba-tiba Fania mengetuk pintu ruangan Nissa, segera masuk ke dalam.


''Assalamualaikum Nis'' Sapa Fania dengan senyum lebarnya.


'' Iya bu, wa'alaikumusalam'' jawab Nissa menatap Fania di depannya.


'' Nis, saya kira.. kamu sudah pulang, kamu kan shif pagi, kok masih di klinik?'' Tanya Fania sembari duduk di kursi depan meja Nissa.


'' Tanggung bu, ini lagi rekapitulasi dulu laporan Anggota yang sudah melakukan cheek kesehatan''Jawab Nissa memperlihatkan pembukuan di mejanya.


'' Sudah.. di lanjut besok saja Nis, tadi Pak Ardi menelpon saya, untuk memberikan ijin sama kamu, ayo mending kamu sekarang siap-siap, katanya Pak Ardi akan menunggu di Resto saya'' Cerocos Fania, Nissa yang mendengar hanya mengelus dada, Ucapan Ardi tidak main-main.


'' Saya..sudah bilang gak bisa kok bu.. tadi, kenapa ini jadi kesannya memaksa ya bu, saya jadi bingung'' Ujar Nissa, merasa dirinya belum siap untuk bertemu berdua dengan Ardi di tempat umum.


'' Gak usah bingung Nis, saya yakin Pak Ardi berniat baik sama kamu, jadi kamu jangan Suudzon dulu, kamu jalani saja Nis, sekiranya tidak bisa yah...tidak perlu di lanjutkan'' ucap Fania memberi saran pada Nissa, Nissa pun mengangguk mengerti akan saran Fania atasannya.


Akhirnya Nissa pamit pulang menuju mesnya, Fania tersenyum sesekali menepuk bahu Nissa, memberikan kekuatan untuk Nissa.


---------🌹🌹🌹----


Nissa tiba di mesnya pukul 15.30, berbarengan dengan dering notif pesan di ponsel nya, Ternyata orang yang begitu tegas dan keras mengirim pesan pada Nissa.


Ardi


📩


Saya tunggu anda sekarang di Restoran.


kalau anda tidak datang, jangan salahkan saya, akan langsung menjemput anda ke mes.


Ardi setelah melakukan Cheek kesehatan langsung pulang menuju rumah nya, ternyata perintah Ardi, kepada Nissa untuk bertemu di restoran bukan isapan jempol belaka.


''Astagfirullah ini orang... udah maksa orang, gak sabaran lagi...huuufff'' batin Nissa, ia malas untuk membalas pesan Ardi, Nissa memilih langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sekalian mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat Ashar.


Selesai solat Ashar, Nissa langsung bersiap di depan cermin mungilnya.


Nissa bingung, ia merasa yang di pake olehnya serasa tidak pantas.


Akhirnya Nissa putuskan, untuk memakai baju tunik warna Nude di padu rok span warna hitam dan pasmina warna hitam.


Nissa juga putus kan, untuk menggunakan tas berwarna sama dengan hijabnya, di padu sepatu sneakers warna putih.


Nissa juga memoles wajahnya dengan make up tipis, agar lebih terlihat segar.


Baru saja Nissa keluar dari mesnya, ponselnya kembali berdering, Nissa segera menekan lambang telepon warna hijau untuk menerima panggilan.


📞Masih di mana?


📞Saya sedang menunggu mobil online datang pak.

__ADS_1


📞Batalkan saja, saya akan menjemput kamu ke sana, dari sini tidak jauh.


📞Tidak perlu pak, saya tidak akan jadi menemui bapak, kalau bapak tetap menjemput saya ke sini. saya bisa berangkat sendiri ke sana.


📞Baiklah, hati-hati di jalan Assalamualaikum


📞iya wa'alaikum salam


Akhirnya Nissa tiba di Depan Restoran milik Fania, Nissa langsung masuk ke dalam area Restoran.


Nissa menengok ke kanan dan kekiri tidak terlihat ada orang yang di carinya. Namun tiba-tiba pelayan yang mengetahui langsung mengarahkan Nissa ke sebuah ruangan privat dimana Ardi sudah menunggunya.


'' Mba Nissa yah?'' sapa pelayan restoran.


'' Iya mba'' jawab Nissa ramah


'' Mari mba Nissa, sudah di tunggu oleh Bapak Ardi di ruang privat khusus keluarga '' ajak pelayan restoran, Nissa sempat bingung, namun tetap tenang mengikuti pelayan restoran yang berjalan di depannya.


Ternyata Nissa di arahkan menuju ruangan khusus di area Restoran, ruangan yang biasanya di pesan oleh orang yang tidak mau berbaur dengan tamu yang lain, bisa juga di gunakan untuk acara keluarga ataupun meeting.


'' Silahkan masuk mba'' suruh pelayan Restoran.


'' Terima kasih'' balas Nissa dengan senyum ramahnya.


Saat masuk ke dalam ruangan privat, Nissa yang sempat berpikir yang tidak-tidak pada Ardi, karena mengajaknya bertemu di ruang privet berdua, sekarang Nissa langsung tersenyum, merasa lega dan tenang, karena sebelumnya dia pikir hanya berdua dengan Ardi saja ternyata di sana juga ada ibu Prita, Asyla dan juga Azka.


''Assalamualaikum'' Sapa Nissa.


'' Wa'alaikumsalam... Dokter khairunissa'' seru Asyla, di ikuti yang lain ikut menjawab salam dari Nissa.


Ardi tersenyum ia bangkit dari duduknya, untuk menggeser tempat duduk untuk Nissa.


'' Silahkan duduk dok'' ucap Ardi


'' Terima kasih Pak'' ucap Nissa menganggukan kepalanya.


Nissa duduk berjejer dengan Ibu Prita dan Asyla, berhadapan dengan Ardi di depannya dengan Azka.


Ardi begitu terlihat berbeda, ia terlihat begitu tampan dan keren dengan baju santainya seperti anak muda, Ardi mengenakan baju polos warna putih di padu jaket warna hitam dan celana jeans warna biru.


'' Macet ya.. dok'' ibu Prita bersuara, Nissa hanya mengangguk dan tersenyum, ia begitu merasa malu, karena kalau tahu akan bertemu keluarga Ardi Nissa tidak akan memperlambat kedatangan tadi.


Mereka makan sore bersama, sesekali di sela makan, mereka bercanda dan bersenda gurau, Nissa begitu bahagia melihat keharmonisan Ardi bersama ke dua anaknya.


Sosok Ardi di depannya kini begitu berbeda, dengan sosok Ardi yang biasa Nissa kenal di tempat Ardi berdinas.


Ardi adalah sosok ayah yang begitu dekat dengan putra putrinya, Nissa sesekali ikut tertawa terbawa suasana.


Sebelum maghrib mereka pulang terpisah, Ibu Ardi, Asyla dan Azka pulang bersama supir, sedangkan Ardi mengantar pulang Nissa atas perintah ibunya.


Nissa sempat menolak, namun ibu Prita bersikeras membujuk Nissa di antar Ardi, dengan alasan lebih aman karena mau malam. Mobil Ardi dan supir ibunya bepisah di persimpangan jalan.

__ADS_1


Kini Ardi dan Nissa berada satu mobil, Saat adzan maghrib tiba Ardi membelokan mobilnya di berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan solat maghrib.


'' Kita solat dulu ya, kalau di lanjutkan takutnya tidak keburu'' ucap Ardi, mengingat waktu solat maghrib hanya satu jam.


'' Iya pak'' jawab Nissa menyetujuinya.


Selesai melaksanakan solat, Ardi lebih dulu tiba di mobil, Ardi segera membuka kan pintu mobil untuk Nissa saat Nissa tiba.


Mereka melanjutkan perjalanan, Mereka tidak saling bicara, hanya suara mp3 yang terdengar di mobil Ardi.


Ardi kembali memberhentikan mobilnya, di depan cafe di jalanan elite jakarta.


Nissa semula bingung, mengira Ardi hanya ingin membeli minum, namun saat Ardi turun, ia langsung berjalan ke arah samping,membukakan pintu Nissa.


'' Ayo turun dulu, ada yang mau saya bicarakan dengan anda di sini'' suruh Ardi, Nissa pasrah, berhadapn dengan Ardi, ia tidak bisa untuk menolaknya.


'' Kan bisa, bicara di mobil... huuff alasan'' batin Nissa menggerutu, sebenarnya ingin melawan.


Mereka berjalan ke dalam area cafe yang begitu indah dan nyaman serta instagramable.


Nissa langsung duduk di meja kosong yang berada di area outdoor. Sedangkan Ardi langsung memesan minuman di area kasir.


Ardi ikut duduk di meja pilihan Nissa, Sesaat tatapan Nissa dan Ardi bertemu, karena posisi duduk mereka saling berhadapan.


Namun tidak lama pesanan Ardi datang, Ardi memesan kopi untuknya, dan satu mangkuk es cream cokelat vanila serta air mineral untuk Nissa.


Nissa memakan es cream yang di pesankan oleh Ardi, Nissa tersenyum dari mana Ardi tahu Es cream kesukaannya.


'' Pak Ardi, mau es creamnya?'' tanya Nissa menatap Ardi yang tengah menyesap kopi panasnya.


'' Tidak, untuk anda saja, di lihat-lihat tiga bulan tidak bertemu anda terlihat kurus sekali.'' Ucap Ardi tersenyum, berbeda dengan Nissa ia sedikit badmood di katakan kurus sekali oleh Ardi.


'' Enggak kok, berat badan saya.. normal seperti biasa'' ujar Nissa cuek, sembari menyendokan es cream ke mulutnya.


'' Bagaimana? dengan lamaran saya waktu itu'' tanya Ardi pada Nissa, Nissa langsung berhenti menyuapkan es cream ke mulutnya.


'' Eumm.. kenapa bapak tidak bilang, kalau bapak mengajak saya untuk bertemu dengan ibu dan anak-anak bapak?'' Ucap Nissa yang malah balik bertanya pada Ardi dan mengabaikan pertanyaan yang diajukan oleh Ardi.


'' Jawab dulu pertanyaan saya, bagaimana dengan lamaran saya pada anda?'' ucap Ardi lagi, ia tak mau menjawab alasannya mempertemukan Nissa dengan keluarganya.


'' Tidak mau, bapak harus jawab dulu, kenapa tadi siang bilang temui bapak, ternyata sama ibu dan anak-anak bapak juga'' ucap Nissa tak mau kalah.


'' Memangnya kenapa? anda maunya hanya bertemu dengan saya saja'' jawab Ardi, Nissa langsung melotot kan matanya.


'' Eehh... Enggak lah Pak, setidaknya saya tadi tidak akan terlambat kalau bapak bilang sebelumnya, akan ada Ibu dan anak-anak bapak, Saya malu sekali sama ibu dan anak-anak bapak atas keterlambatan saya'' ujar Nissa sedikit kesal.


'' Saya sengaja ingin anda hadir di acara makan sore keluarga saya, ibu dan Asyla sangat menyukai anda, makanya saya ingin segera melamar anda'' Ucap Ardi kembali mempertanyakan Lamarannya.


'' Beri saya waktu Pak, tidak mudah untuk saya memutuskan suatu hubungan dengan bapak, perbedaan kita sangat banyak, takutnya saya tidak bisa mengimbangi bapak'' ujar Nissa yang tak mau gegabah menerima lamaran Ardi.


Nissa memilih jawaban paling aman, ia ingin meyakinkan dulu dirinya sendiri sebelum ia memutuskannya. Ardi terlihat sedikit kecewa namun tetap menghargai ucapan Nissa.

__ADS_1


Bersambung dulu


Haturnuhun readers


__ADS_2