
Ardi dan ibunya akhirnya kembali pulang ke Jakarta, setelah urusan mereka selesai. Dengan hasil akhir pertemuan Ardi dan orang tua Nissa menyepakati Dua minggu setelah Sidang pernikahan, mereka akan langsung menggelar akad Nikah juga resepsi pernikahan di kampung halaman Nissa.
Ardi juga tidak lupa mampir untuk melihat pembangunan rumah sakit yang sebentar lagi akan segera rampung pembangunannya.
'' Insya Allah Pak.. akan selesai sesuai jadwal yang bapak mau, ini tinggal Finishing dan mengisi barang untuk kelengkapan rumah sakit saja'' ucap Kontraktor yang Ardi percayakan untuk menghandle pembangunan rumah sakit.
'' Terima kasih pak.. kabari saya kalau ada kendala apapun, saya ingin semuanya berjalan seperti rencana'' ucap Ardi menjabat tangan kontaraktor dan segera pamit untuk kembali pulang kejakarta.
Ibu prita begitu bangga akan apa yang di lakukan putra nya, apalagi tangisnya pecah saat Ardi menceritakan awal pertemuannya dengan Nissa yang telah menolongnya dari kecelakaan beberapa bulan yang lalu yang hampir saja merenggut nyawanya. Hingga akhirnya sekarang Ardi dan Nissa akan di pertemukan kembali dan akan menyatu dalam akad pernikahan.
Ardi begitu bahagia, semua yang di rencanakannya berjalan dengan lancar.
Keesokan harinya, Ardi yang semalam baru tiba di Jakarta setelah perjalanan dari kampung halaman Nissa. Memilih langsung masuk kerja ke Gedung Administratif untuk kembali berdinas setelah kemarin Ardi sempat ijin tidak bekerja.
Sebenarnya Ardi merasakan begitu lelah pada tubuhnya, namun misi ingin segera merampungkan pekerjaan dan ingin segera melakukan sidang pernikahan membuatnya semangat tidak merasa kelelahan.
Apalagi semenjak semalam dalam hatinya terus hadir sosok Nissa dalam mimpinya.
Saat melihat ponsel tidak ada respons dari orang yang dia rindukan, Padahal sudah terlihat foto kiriman darinya telah centang biru terbaca oleh Nissa.
Tak menunggu lama, setelah sarapan bersama kedua putranya dan ibunya yang semalam menginap dirumahnya, Ardi segera berangkat menuju Gedung pusat TNI AD.
-----🌻🌻🌻-----
Di Mes
Nissa baru bangun dari tidurnya, semalam dia tidur malam sekali setelah menelpon kedua orang tua nya, hari ini Nissa sedang halangan tidak solat jadi ia sengaja mengundurkan bangun tidurnya.
Bangun tidur Nissa kembali mengingat obrolannya dengan orang tuanya semalam. Nissa kaget Ardi tidak main main begitu sat set sat set tanpa sepengetahuannya segera merencanakan untuk acara akad Nikah.
Apalagi saat mendengar dari sang ibu nominal uang dalam koper yang diberikan Ardi untuknya, yang jumlahnya tidak sedikit membuat Nissa bergidik ngeri.
'' Huuhhh... kayak jual beli kesannya, pake dibawakan uang sekoper segala iiiiihh'' batin Nissa bergidik masih menyandarkan badannya di dinding di kasur mesnya sembari mengumpulkan nyawanya sebelum beranjak ke kamar mandi.
Nissa hari ini santai sekali, karena ia akan masuk sedikit siang dari jadwal kerjanya, ada file pengunduran diri yang harus diselesaikan dulu untuk diserahkan pada Fania atasan nya di Klinik.
__ADS_1
Mood Nissa pagi ini sedikit kurang nyaman, mungkin karena ia sedang kedatangan tamu bulanannya sedari kemarin di tambah rasa tidak karuannya mengingat sebentar lagi ia akan menikah dengan Ardi.
Nissa merasa waktu begitu singkat, bahkan ia tidak ada waktu barang sedikitpun untuk menikmati karir pekerjaannya di jakarta, baru beberapa bulan bekerja sudah dilamar atasan untuk menjadi istri.
Selesai mandi dan bersiap, Nissa menyempatkan untuk sarapan dan langsung stanby di depan laptopnya, ia mulai menyelesaikan file pengunduran dirinya yang kemarin sempat ia buat namun belum selesai.
'' Euumm...baru juga beberapa bulan kerja udah mnegundurkan diri aja... hadeeeehh'' batin Nissa sembari mengetik di keyboard laptopnya.
Setelah tiga puluh menit, akhirnya file pengunduran dirinya selesai di buat, Nissa tinggal memprintnya nanti di klinik dan segera di serahkan pada Fania.
Saat akan bersiap keluar mes, tiingg....notif pesan terdengar dari ponsel di tasnya.
Saat Nissa lihat ternyata dari Ardi, Nissa segera membuka isi pesannya.
📩Berkas pengunduran dirinya langsung bawa saja ke ruangan saya, Biar saya langsung tanda tangani.
''Huuffff...perintah lagi dari bapak Ardi..padahal aku malas sekali kalau harus ketemu'' Batin Nissa dengan mood yang sudah tidak menentu.
Sebenarnya Nissa masih ingin sedikit menjaga jarak dulu dengan Ardi, Niatnya masih ingin ada waktu tenang di klinik sebelum dirinya sibuk sidang pernikahan,namun tau-tau Ardi sudah bertindak duluan merencanakan secepatnya pernikahan mereka. Berangkat menemui orang tuanya tanpa sepengetahuannya.
Nissa membalas pesan Ardi singkat, Moodnya hari ini akan sedikit susah ia kendalikan. Baru pesanya terbaca ponsel Nissa langsung berdering, menandakan ada panggilan. Ternyata Ardi yang menelponnya.
Nissa malas untuk menjawab panggilan Ardi, namun kalau tidak diangkat pasti akan semakin memperkeruh moodnya pagi ini.
📞Assalamualaikum Pak.
📞Iya Wa'alaikumusalam... langsung keruangan saya saja, biar sekalian di print dan saya tanda tangani.
📞Heeumm..bukannya harus di serahkan pada ibu Fania dulu untuk di tanda tangani, baru kemudian di serahakan pada bapak!
📞Tidak perlu, saya sudah kontak Fania dia bilang tidak akan ke klinik pagi ini, jadi langsung bawa saja ke ruangan saya.
📞Saya mau print dulu di ruangan saya Pak. Baru nanti saya antar berkasnya keruangan Bapak.
📞Saya bilang print di sini saja, agar bisa mempersingakat waktu.
__ADS_1
📞Saya ada kerjaan dulu sebentar Pak.. jadi saya harus keruangan saya dulu.
📞Saya bilang langsung keruangan saya, ada yang penting yang harus kita bicarakan.
Nissa yang malas berdebat, memilih memutus sambungan teleponnya, mendengar perintah demi perintah dari Ardi membuat moodnya naik turun.
''Kalau bisa, maunya gak masuk kerja hari ini mending rebahan di kasur... enaknya aja nyuruh print diruangannya..yang ada nanti malah jadi fitnah, kalau sudah nikah sih mending huuufff '' Batin Nissa menghela nafas merasa malas harus keluar dari mes mungilnya.
Nissa memilih masuk ke Klinik, mengabaikan perintah Ardi yang menyuruhnya untuk langsung keruangannnya.
Sampai di ruangannya Nissa langsung memprint file pengunduran diri dari laptopnya. Terdengar kembali dering ponselnya, ternyata lagi lagi Ardi yang menelponnya.
📞Saya bilang segera keruangan saya, ada banyak hal yang harus kita bahas. Saya mohon pada anda untuk sedikit kooperatif agar semuanya bisa segera selesai, sebelum senin besok kita sidang pernikahan.
📞Bapak bilang saya untuk kooperatif, tapi bapak sendiri tidak kooperatif, bapak warass???
📞Maksud anda apa??
📞Bapak pikir saja sendiri, bapak itu main memutuskan sendiri perihal apapun tanpa memberitahu saya, sebenarnya bapak itu mau mengajak saya atau orang tua saya untuk menikah, saya bingung apa-apa harus tinggal mengikuti, saya juga kan ingin di mintai pendapat oleh bapak.
📞Kok anda jadi emosi begini? saya kan bicara baik baik pada anda, saya juga berniat untuk membahas perihal itu semua sekarang diruangan saya.
📞Saya sekarang sudah tidak mood untuk keruangan bapak, jadi saya mohon suruh ajudan bapak saja untuk mengambil berkasnya dari ruangan saya, sekarang berkasnya sudah selesai saya print.
📞Haloo.. haloo'' Ardi tampak bingung akan emosi Nissa, di tambah sambungan telepon nya sudah terputus kembali begitu saja.
'' Ada apa dengan gadis itu, main langsung marah-marah begitu saja'' Batin Ardi bingung menatap ponselnya.
Ardi begitu bingung dengan Nissa pagi ini, ia merasa ada salah apa pada dirinya, ia merasa apa yang dilakukanyaa sudah sesuai dengan apa yang perlu ia lakukan.
🌹🌹🌹🌹
Ada yang lagi emosi jiwa...bersambung dulu yah
buat semua Readers haturnuhun atas dukungannya 🙏🙏
__ADS_1