
Fania benar benar berniat menjodohkan Ardi dan Nissa, Saat mendengar Ardi pamit pada Suami Fania untuk pulang. Fania tak tinggal diam, langsung bersuara meminta Ardi untuk pulang bersama Nissa.
'' Pak Ardi mau pulang ya! sekalian Pak, Saya mau titip Nissa...boleh kan pak?'' Tanya Fania yang langsung di angguki oleh Ardi.
'' Eehh... ga usah bu! Saya bisa pulang sendiri, nanti saya pesan mobil online saja'' ucap Nissa yang merasa tak enak dengan Ardi.
'' Udah Nis, ikut Pak Ardi saja, kebetulan rumah Pak Ardi melewati pusat kesehatan AD...Ayoo.. '' ajak Fania, agar Nissa mengikuti langkah mereka menuju parkiran untuk mengantar Ardi pulang.
Tiba di parkiran Resto, Ardi langsung membukakan pintu mobil sedan BMW nya di bagian penumpang untuk Nissa, Ardi yakini pasti Nissa tidak akan mau duduk di depan bersebelahan dengan nya.
Saat tiba di Parkiran, Fania sengaja menutup pintu belakang penumpang yang sudah di bukakan oleh Ardi, beralih membuka pintu depan samping, agar Nissa bisa duduk bersebelahan dengan Ardi.
'' Mami... kamu bisa saja!'' Seru Fery, suami Fania, saat melihat tingkah istrinya yang begitu mendukung mendekatkan Ardi dan Nissa.
Ardi hanya bisa tersenyum dalam hati, saat melihat aksi Fania yang begitu mendukung kedekatannya dengan Nissa.
Nissa pun akhirnya pasrah, Ia masuk ke dalam mobil duduk bersebelahan dengan Ardi.
Nissa...kamu harus tenang dan bersikap seperti biasa...Batin Nissa yang sudah tak menentu, kini untuk pertama kalinya ia duduk berdua dalam satu mobil bersama Ardi.
'' Pasang sabuk pengaman nya!'' Seru Ardi, membuat Nissa tersadar dari lamunannya.
'' Ba..baik pak'' jawab Nissa cepat, langsung memasang sabuk pengaman pada tubuhnya.
Ardi dan Nissa pamit, mereka melambaikan tangan pada Fania dan Fery yang terus menguntai senyum pada Ardi dan Nissa.
Selama di perjalanan, mereka saling diam tidak ada yang bersuara, Mereka berdua begitu gengsi satu sama lain untuk bersuara, Ardi sesekali mencuri-curi pandang melihat wajah Nissa dari spion atas mobilnya.
Sedangkan Nissa, pandangannya terus saja melihat ke arah pinggir jalan, melihat pemandangan jalanan dari kaca mobil Ardi.
Di pertengahan Jalan, Ardi membelokkan mobilnya menuju retoran Siap saji.
__ADS_1
'' Saya mau mampir dulu sebentar, Asyla putri saya minta di bawakan makanan ke rumah'' Ucap Ardi memberitahu niatnya mampir ke Restoran cepat saji.
'' Iya Pak, silahkan'' jawab Nissa sembari menganggukan kepalanya.
Ardi tanpa di duga, berjalan ke samping mobilnya, Ardi membuka pintu mobil samping di mana Nissa duduk.
'' Ayo! ikut saya ke dalam... jangan menunggu di mobil'' ajak Ardi tegas, Nissa tak kuasa menolak, pintu mobilnya sudah di bukakan oleh Ardi.
Ardi begitu terlihat keren dan cool, berjalan tegap dengan outfit santainya, Nissa yang mengikuti Ardi di belakang di buat kagum Oleh perawakan Abdi negara di depannya itu.
Ardi membukakan pintu Resto untuk Nissa masuk, Nissa hanya menunduk, keadaan nya bersama Ardi saat ini, betul-betul di luar dugaannya.
Ardi memesan beberapa macam makanan, Dan meminta pada kasir untuk membuat Dua bungkus pesanan nya. Nissa memilih duduk di bangku kosong sembari menungu Adri memesan.
Tak lama pesanan yang di pesan Ardi selesai, Ardi menyerahkan satu paper bag berisi makanan kepada Nissa.
'' Ini ambilah, untuk kamu makan di mes nanti'' Suruh Ardi, Nissa tak kuasa menolak pemberian Ardi. Karena melihat wajah Ardi saja, Nissa berasa tidak kuasa lagi.
'' Terima kasih pak'' jawab Nissa lembut.
Bukan lelah karena cape bekerja, namum lelah karena olahraga hati dan jiwanya berhadapan dengan Ardi di depannya.
Mereka keluar dari restoran siap saji, berjalan bersama keluar menuju mobil hitam milik Ardi.
Ardi yang tiba lebih dulu, langsung membukakan pintu untuk Nissa, dan berjalan menuju pintu di balik kemudinya.
Nissa lagi dan lagi di buat kagum oleh sosok Ardi, Nissa merasa menyesal sudah berbicara berlebih pada Ardi sewaktu di sambungan telepon waktu itu.
Di perjalanan Nissa mulai bersuara, rasanya ia harus meminta maaf akan ucapannya di sambungan telepon waktu itu, Nissa yakini Ardi merasa tidak suka dengan presepsi ucapannya waktu itu, sampai-sampai Ardi berubah sikap kepadanya.
Nissa: Pak, saya mau minta maaf sama bapak..(terputus)
__ADS_1
Ardi: (yang gemas langsung menjawab) Atas dasar apa anda minta maaf?
Nissa: Atas ucapan saya waktu pada bapak, saya sungguh minta maaf pak, sudah tidak sopan dan berlebihan.(Nissa sembari menunduk)
Ardi: Sudah, anda tidak perlu minta maaf. (Fokus menyetir)
Nissa: Saya benar-benar minta maaf pak, sudah tidak sopan pada bapak, sampai-sampai sikap bapak berubah dingin pada saya.
Ardi: Bukannya itu mau anda, saya harus bersikap dingin seperti tidak saling mengenal sebelumnya dengan anda, agar perlakuan saya tidak berlebihan, membuat anda tidak nyaman. ( Ardi jadi mengeluarkan unek-uneknya pada Nissa)
Nissa langsung terdiam, yang di ucapkan Ardi padanya benar. Ardi merubah sikap padanya atas ucapan Nissa pada Ardi di sambungan telepon waktu itu.
Tak terasa Ardi sampai di depan gedung anministratif dan klinik pusat kesehatan AD. Ardi langsung masuk ke dalam area gedung, setelah penjaga membukakan pagar akses untuk Ardi masuk.
Ardi langsung memarkirkan mobilnya di depan klinik, di samping mes Nissa.
Nissa yang melamun, tidak menyadari kalau Ardi sudah sampai di depan mes nya. Ardi sesaat menatap ke arah gadis di sampingnya dan kembali bersuara.
" Anda mau ikut ke rumah saya saja! tidak jadi turun ke mes anda" Suara Ardi membuyarkan lamunan Nissa. Nisa kaget membenarkan posisi duduknya.
" Tidak pak.... saya turun di mes saja" ucap Nissa cepat. Ardi tersenyum dalam hati, terhibur oleh tingkah Nissa yang melamun karena memikirkan rasa bersalahnya.
Ardi segera membuka pintu otomatis mobilnya.
" Pak, saya ucapkan terima kasih banyak atas tumpangan dan makanan yang sudah bapak berikan" ucap Nissa sembari membuka pintu mobil untuk keluar.
" Iya... sama-sama" jawab Ardi berpura-pura datar dan dingin, padahal hatinya kini tengah berbunga-bunga bisa mengantar Nissa pulang menuju mesnya.
Nissa yang malu, takut ada yang melihat dia diantar Ardi, langsung bergegas menuju mesnya. Ardi tersenyum lalu putar balik memarkirkan mobilnya menuju keluar gerbang.
*
__ADS_1
**Bersambung dulu
jangan lupa like, vote and coment**