
Setelah menempuh perjalanan selama Kurang lebih enam jam, akhirnya Mobil yang dikendarai mang Tisna sampai di kampung halaman Nisa.
Nisa segera turun dari mobil sembari membawa oleh-oleh untuk kedua orang tuanya.
Pak zaenal dan bu Inayah yang barus selesai menunaikan Solat ashar, sumbringah begitu senang mendengar akan kedatangan putri kesayangannya.
Sudah sebulan lebih rumah mereka sepi dari suara putri bungsu mereka. Sedangkan Mang Tisna setelah selesai menurunkan tas Nisa pamit pulang ke rumah nya untuk beristirahat.
'' Mang ini oleh-oleh untuk mang Tisna dan keluarga..semoga pada suka yah'' Nisa memberikan oleh-oleh dan juga amplop di dalam paper bag, Mang tisna langsung meraihnya.
'' Haturnuhun neng Nisa...berkah selalu yah neng..mang Tisna pamit... Assalamualaikum '' Mang tisna pamit pulang menuju rumah nya yang tidak jauh dari rumah Nisa.
'' Iya mang.. terima kasih kembali '' Nisa tersenyum...Mang tisna sudah Nisa anggap seperti mamang sendiri.
Setelah mang Tisna pulang, Nisa masuk ke dalam rumah langsung di sambut orang tuanya.
Nisa segera memeluk ibu dan ayahnya sembari menceritakan kegiatan nya selama bekerja di jakarta.
Orang tua Nisa begitu bahagia melihat putri nya begitu senang dengan pekerjaan nya di jakarta.
Nisa juga membawakan banyak oleh-oleh untuk kedua orang tuanya.
Setelah cukup lama bercengkerama dengan orang tua nya, Nisa pamit masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri karena sebentar waktu maghrib tiba.
Tiba di kamar Nisa mengecheek ponselnya, karena selama di perjalanan Nisa memilih beristirahat karena semalaman Nisa tidak bisa tidur.
(maklum mau pulang kampung)
Saat menyalakan ponselnya Nisa kaget karena banyak pesan dari Teman dan juga Ardi, yah lebih banyak Ardi..
Ardi banyak mengirim pesan pada Nisa, Nisa mulai membuka chat pesan Ardi satu persatu.
📩Dokter hati-hati di jalan.
📩Dokter Nisa tidak bilang hari ini pulang, padahal kalau dokter tidak keberatan saya bisa mengantar. sekalian saya mau bersilaturahmi dengan orang tua dokter
📩Mohon maaf yah dokter bila pesan saya berlebihan, saya hanya ingin menjalin silaturrahmi yang baik dengan dokter Nisa dan keluarga yang sudah mau menolong saya.
📩Dokter.. apakah sudah sampai? kalau sudah sampai.. selamat berlibur dan beristirahat di kampung yah, jangan lupa salamkan salam saya untuk orang tua dokter.
__ADS_1
Nisa menghela nafas panjang, merasa bingung dengan pesan yang selalu di kirim Ardi.
'' iiittssshhh pak Ardi berlebihan pisan... tadi juga udah bilang waktu mau berangkat..argghh pake kirim pesan segala'' Nisa menggerutu setelah melihat pesan Ardi, mau tak mau Nisa harus membalas pesan Ardi, karena sudah di pastikan Ardi telah mengetahui pesannya sudah terbaca oleh Nisa.
📩Alhamdulillah sudah sampai pak Ardi, nanti saya sampaikan pada orang tua saya 🙏
Nisa lagi lagi hanya membalas singkat beberapa pesan yang di kirim Ardi.
-------🍀-----
Keesokan harinya Nisa pagi-pagi sekali langsung berangkat ke klinik menggunakan motor maticnya. Membuat Pak Zaenal dan bu Inayah tersenyum penuh bangga pada putri kesayangannya.
Betapa tidak Nisa seakan tidak lelah baru kemarin sore sampai, Nisa begitu bertanggung jawab tentang apa yang dia punya. Klinik adalah bentuk perjuangan impiannya yang tidak akan pernah di abaikan Nisa.
Sampai di klinik Nisa di sambut Sinta yang lebih dulu sampai. Walaupun hari minggu klinik Nisa tetap buka melayani warga yang akan berobat.
'' Assalamualaikum Sin..'' Nisa memeluk Sinta orang yang sudah sukarela membantunya mengurus klinik.'' Aku bilang kan libur saja Sin...mumpung aku pulang.. kamu biar istirahat saja'' Nisa sudah lebih dulu menyuruh Sinta libur namun Sinta keukeuh berangkat ke klinik.
''Wa'alaikum salam teteh ku.... Eummm aku kangen jadi milih berangkat aja... uhhh teteh di kota makin cantik saja... kangennn'' jawab Sinta terus memeluk Nisa.
'' Iihhh. bisa saja kamu Sin... ini ada oleh-oleh buat kamu sama dokter Dandra'' Nisa menyerahkan dua paper bag pada Sinta. Sinta meraihnya namun mimik wajah Sinta langsunv berubah.
'' Enggak teh... aku senang pisan atuh.... tapi dokter dandra udah lama gak ke klinik, semenjak teh Nisa ke jakarta Dokter dandra hanya sekali ke klinik dan sampai sekarang gak pernah datang lagi, terus aku atas ijin orang tua teh Nisa mengangkat dokter Deni untuk mengurus bagian Obgyn, Sinta sengaja gak memberitahu soal itu teh, karena takut nanti mengganggu...maaf yah tehh'' Sinta menceritakan keadaan klinik yang di tinggal oleh Dandra, Nisa termenung mengingat sudah lama pesannya pada Dandra tidak ada balasan.
Banyak sekali pertanyaan di dalam pikiran Nisa, mengapa Dandra secara sepihak meninggalkan klinik tanpa memberitahunya.
'' Ada apa ya... trus kenapa kamu dra??'' Batin Nisa bertanya-tanya akan sikap dokter dandra, Karena Nisa merasa aneh, Dandra adalah orang yang sudah lama di kenalnya.
'' Teh Nisa.. dokter Dandra juga langsung berbeda setelah teh Nisa tidak ada... Sinta bingung kenapa'' Sinta memberitahu sifat dandra yang berubah setelah kepergian Nisa.
'' Iya Sin... udah gak apa-apa.. pantas saja pesan aku udah lama gak di balas...udah biarin aja nanti aku coba telpon baik-baik... sekarang mending kita beresin obat buat sebulan ke depan'' Nisa berusaha tenang, Sinta yang mengerti segera membereskan stok obat yang sudah Nisa beli dari jakarta.
--------🌺------
Di jakarta
Ardi sedang bersantai di rumah ibunya yang berada tidak jauh dari rumah Ardi, karena masih dalam satu Komplek perumahan yang sama.
Ayah Ardi sudah lama wafat sewaktu Ardi menyelesaikan sekolah sebagai calon Abdi negara, sekarang menyisakan sang ibu yang sudah berusia lanjut namun masih bisa beraktifitas sendiri tidak mau merepotkan Ardi, Setiap minggu Ardi dan kedua anaknya selalu menengok sang ibu yang tinggal di perumahan yang dekat dengan rumah Ardi.
__ADS_1
'' Di... kapan kamu cari calon mantu untuk ibu... kamu itu harus ada yang ngurusin.. lihat anak-anak semakin besar, mereka nanti sibuk sama pendidikan dan kehidupan nya masing-masing, masa kamu mau sendiri saja'' Ibu Ardi yang bernama ibu Pritasari selalu mengingatkan Ardi agar kembali mencari pasangan hidup untuk menemani Ardi.
'' Iya bu... Ardi juga berpikir seperti itu... tapi tidak semudah itu bu... Ardi bisa punya pasangan lagi, umur Ardi sudah tidak muda lagi terus sudah punya Anak-anak yang beranjak dewasa...Biar saja Ardi jalani hidup Ardi sendiri dulu, Ardi yakin kalau ada jodoh tidak akan kemana'' Ardi berusaha bijak dengan usulan sang ibu.
'' Apa perlu ibu carikan di? mau seperti apa tipe mu di? '' bu Prita berniat mencarikan calon untuk Ardi. Ardi tersenyum mengingat ada dokter Nisa di hatinya.
'' Sudah tidak perlu bu... Ardi akan cari sendiri orang yang akan menemani hidup Ardi nanti'' Ardi bijak tidak mau merepotkan sang ibu. Yang pasti sudah ada Nisa di hatinya.
Hari itu Ardi habiskan waktu di rumah orang tuanya bersama anak-anaknya.
------🌻------
Sore hari Nisa baru sampai dari klinik. Nisa dengan wajah lelahnya baru sampai di rumah nya.
Ayah Nisa yang melihat langsung bersuara, saat Nisa selesai memarkirkan motornya.
'' Neng geulisss... kenapa cemberut begitu'' Tanya pak Zainal yang sedang duduk di teras rumah.
'' Ehh ayah... kirain gak ada ayah'' Nisa langsung menyalami ayahnya dan ikut duduk di teras rumah dengan Sang Ayah.
Nisa menceritakan masalah di klinik mengenai dokter Dandra dan Pak zaenal langsung memberi penjelasan mengenai memberikan ijin pada Sinta untuk mencari dokter obgyn baru tanpa memberitahu Nisa.
'' Sudah neng yang penting sekarang sudah ada dokter Deni di klinik jadi kamu gak usah khawatir '' ucap pak Zaenal memberitahu semua nya.
'' Iya yah.. tidak apa-apa, aku salut sama Sinta trus gak enak juga dia jadi yang urus klinik aku yah'' Nisa merasa tidak enak Sinta yang berjuang mengurus kliniknya.
'' Iya Neng... insya Allah Sinta akan mendapatkan pahala yang setimpal atas kebaikannya..eehh iya tadi Tisna beritahu ayah....katanya Tisna ketemu Ardi kemarin trus Ardi satu Area kantor dengan klinik tempat neng kerja yah..terus katanya Ardi titip salam buat ibu sama bapak?'' tanya Pak Zaenal membuat Nisa menghela nafas.
'' Iya yah Nisa lupa kasih tau... bener yah.. nisa juga gak menyangka akan satu area dengan kantor pak Ardi...kami baru bertemu seminggu setelah Nisa kerja... yah pak Ardi orang berpengaruh di Area klinik Nisa pak...tapi kadang Nisa suka kesel yah habis pak Ardi sering mengirimkan pesan sama Nisa iihh suka bad mood pak '' Nisa memberitahu ayahnya akan Ardi. Pak Zaenal tampak tersenyum mendengarnya.
Karena pak Zaenal tahu kalau Ardi tertarik pada putrinya setelah mendengar cerita tisna tadi pagi kepadanya.
'' Mungkin pak Ardi suka kali sama neng heheheh... makanya perhatian sering mengirin pesan segala'' Pak Zaenal tertawa membuat Nisa kembali cemberut.
'' Tidak apa lah neng, kan hanya saling mengenal..toh Ardi seorang duda bukan suami orang jadi tidak ada salahnya....'' Pak Zaenal kembali menambahkan menggoda putrinya.
'' Nisa gak mau dekat-dekat dulu sama cowok dulu.. termasuk pak Ardi...masih banyak mimpi Nisa yang belum terwujud... udah ah yahh..Nisa masuk duluu... '' Nisa yang cemberut langsung masuk ke dalam rumah.
(Bersambung dulu)
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment