
Pukul 20.00 Nissa yang begitu kelelahan baru saja sampai di mesnya. Nissa menjatuhkan tubuhnya di kasur berukuran single di kamar meesnya.
Nissa menghela nafas merasakan lelah di sekujur tubuhnya, Hari ini Nissa kebagian untuk lembur karena harus mengurus keluar masuknya obat-obatan dan juga alat kesehatan yang baru di kirim ke klinik dari pusat kesehatan.
Saat Nissa akan beranjak ke kamar mandi, ponselnya terdengar berdering menandakan ada panggilan.
Nissa langsung merogoh ponsel yang berada di dalam tas jinjingnya, Namun Nissa tidak langsung mengangkat panggilan itu, saat tahu Ardi yang menelpon.
''Ngapain lagi ni pak Ardi... eehh tapi aku juga kan mau ngomong'' Batin Nissa mengingat ia juga ingin berbicara pada Ardi mengenai tindakan Ardi yang selalu memberikan bunga kepadanya.
Ardi: Hallo... Assalamualaikum
Nissa: Iya Wa'alaikumusallam
Ardi: Sebelumnya mohon maaf, bila saya mengganggu waktu istirahat anda dokter.
Nissa: Tidak pak, Saya baru saja pulang dari klinik.
Ardi: kenapa baru pulang? setahu saya biasanya klinik tutup pukul Lima sore?
Nissa : Saya lembur pak.. ada obat-obatan dan alat kesehatan yang harus saya bereskan.
Ardi: Oh begitu... Ada yang saya mau bicarakan tentang bunga itu, kenapa anda tidak membalas pesan saya? sepertinya anda tidak menyukai bunga pemberian dari saya tadi.
Nissa: Tepat sekali pak... saya juga mau bilang pada bapak.. asal bapak tahu, apa yang dilakukan bapak pada saya itu sudah berlebihan pak...saya mohon dari sekarang bapak untuk tidak seperti itu lagi, saya merasa tidak nyaman pak dan untuk maslah pesan tadi saya sibuk sekali jadi tidak sempat membalas.
Ardi: Tapi Itu kan, hanya bentuk ungkapan terima kasih saya saja dokter, terus kalau ungkapan di note bunga waktu itu.. jujur itu bentuk perasaan saya yang begitu mengagumi anda.
Nissa: Maaf pak... jujur saya sangat terganggu dengan apa yang bapak lakukan.. saya tidak mau menjadi bahan gunjingan orang-orang...jadi mohon bapak bersikap seperti biasa saja, dimana selayaknya seorang atasan dan bawahan...mohon jangan sangkut pautkan dengan saya yang sudah menolong bapak, untuk masalah mengagumi...maaf sepertinya bapak salah orang.
Ardi: (termenung mendengar penuturan Nissa) Hemm... memangnya salah kenapa? saya rasa itu normal, mengingat saya seorang duda dan dokter seorang single.. Jadi tidak masalah.. Saya yakin nanti orang-orang juga akan mengerti.
Nissa: (merasa kesal akan Ardi yang tidak mau kalah) Maaf yah pak sebelumnya... Sekali lagi saya pastikan...saya akan mengundurkan diri dari klinik ini kalau bapak masih berlaku seperti itu pada saya. Assalamualaikum...
Nissa langsung memutus teleponnya sepihak, padahal Ardi belum sempat menjawab salamnya.
Nissa melempar ponselnya di kasur dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di rumah Ardi.
__ADS_1
Ardi tengah mencerna ucapan demi ucapan yang di ucapkan Nissa. Seperti ada rasa sakit dihatinya. Rasanya baru kali ini ia di tolak oleh wanita.
" Benar juga...sepertinya aku sudah berlebihan pada Nissa.. caraku sepertinya salah dalam mengungkapkan kekaguman ku" Batin Ardi mengerti akan peringatan Nissa yang akan mengundurkan diri bila Ardi masih mengganggunya.
" Sepertinya aku harus mencari cara lain untuk mendapatkan Nissa" ucap Ardi pada dirinya sendiri.
Di kamar Nissa.
Nissa tidak bisa tidur, ia terus membolak balikan posisi tidurnya, ia benar benar kepikiran dengan apa yang sudah di ucapkannya pada Ardi.
'' Aduhh... kayanya aku tadi berlebihan sekali deh... uhh Nissa dimana sopan santun kamu'' Batin Nissa yang merasa ucapannya pada Aedi begitu berlebihan dalam menyampaikannya.
---------🌻---------
Keesokan harinya, Nissa tengah bersiap untuk pergi ke klinik, Nissa mendapatkan jadwal Shif pagi karena rekannya Dina tidak masuk, karena ada keperluan mendadak.
Walaupun merasa lelah, karena semalam lembur, Nissa pagi ini tetap semangat, Nissa sadari itu sudah menjadi tanggung jawab pekerjaannya.
Pagi ini akan ada jadwal Anggota TNI untuk melakukan cheek up kesehatan. Karena akan ada beberapa anggota yang akan dipindah dinaskan ke luar kota.
Nissa tiba di klinik, penampilan Nissa begitu fresh dengan outfit cerahnya.
Tepat pukul 10.00 satu persatu Anggota datang untuk melakukan cheek up. Nissa, johan dan fajar bersiap melakukan cheek up kepada para Anggota.
Banyak sekali Anggota yang membicarakan kecantikan Nissa, Disaat mereka tiba di klinik, ada juga yang membicarakan kalau Nissa adalah yang sudah menolong Ardi saat kecelakaan beberapa bulan lalu.
Nissa terlihat begitu anggun, Saaf bersiap menggunakan sarung tangan untuk memulai memeriksa para Anggota yang sudah mulai berdatangan mengantri di area klinik.
Sudah berlangsung dua jam, para Anggota hanya tinggal menyisakan beberapa orang saja, Di sana juga terlihat Ardi yang akan melakukan cheek up dengan Anggota lain.
Tak terduga antrian Ardi untuk melakukan cheek up tepat di depan ruangan Nissa yang sudah kosong, sedangkan di ruangan johan dan fajar masih ada Anggota yang melakukan pemeriksaan.
Walaupun Ardi Anggota senior sekaligus mayor jendral yang berpengaruh di sana, namun ia tetap tertib mengantri dengan Anggota yang lain.
Nissa yang menyadari Ardi ada di antrian menuju ruangannya langsung salah tingkah, mengingat obrolan mereka semalam di sambungan telepon.
Nissa langsung bersikap biasa saja dan bersiap melakukan pemeriksaan pada Ardi.
Tanpa Nissa duga, Kini sikap Ardi begitu berbeda, Ardi begitu cuek dan datar seperti tidak pernah mengenalnya.
__ADS_1
''Silahkan duduk pak'' Nissa mempersilahkan Ardi untuk duduk di kursi di depannya.
Karena Nissa akan menanyakan perihal kesehatan Ardi sebagai Anggota yang akan di periksa.
'' Heem'' Ardi hanya berdehem dan sedikit menganggukan kepalanya, sontak membuat Nissa bingung karena sikap Ardi begitu berbeda.
'' Apa ada keluhan dan gejala kesehatan yang di alami sebelumnya pak? '' tanya Nissa sembari menyiapkan catatan untuk mencatat hasil medical cheek up Ardi.
'' Tidak ada, cuman beberapa bulan lalu saya pernah mengalami kecelakaan yang sempat membuat dada saya sesak'' Jawab Ardi datar dengan tatapan dingin pada Nissa.
'' Oh baiklah, biar saya mulai periksa dulu pak'' ucap Nissa yang bingung dengan tatapan Ardi.
Nissa menggeser kursinya untuk mendekat ke arah Ardi, karena akan memulai melakukan pengecekan Tensi darah.
Ardi langsung menyerahkan tangan kirinya untuk melakukan tensi darah. Di sambut Nissa memasangkan alat tensi darah di pergelangan atas tangan Ardi.
Nissa dengan telaten memasangkan alat tensi darah sampai hasilnya keluar.
'' Hasilnya normal pak 120/90 '' ucap Nissa sembari melepaskan alat tensi di tangan Ardi.
'' Heem'' jawab Ardi masih datar.
'' Mari pak di lanjut pemeriksaan frekuensi denyut jantung'' ucap Nissa akan memeriksakan frekuensi jantung Ardi dengan Elektrokardiograf alat untuk mendeteksi denyut dan irama jantung.
Ardi tetap datar dan dingin saat melakukan beberapa pemeriksaan general cheek up, tidak ada obrolan atau pun perbincangan diantara mereka.
Tak terasa semua pemeriksaan selesai, Ardi kembali duduk dan khusu mendengarkan penuturan Nissa mengenai hasil General cheek upnya.
'' Alhamdulillah semuanya baik, tetap jaga kesehatan dan pola hidup sehat ya pak... dan ini hasilnya... ehh sebentar saya tandatangani dulu'' ucap Nissa menerangkan hasil general cheek up Ardi, sekaligus Nissa menandatangani lembar hasilnya untuk di serahkan kepada Ardi.
'' Ini pak... lembar hasil GCU nya'' ucap Nissa menyerahkan hasil General Cheek Up nya.
'' Terima kasih ''jawab Ardi Datar dan segera meninggalkan ruangan Nissa.
Setelah kepergian Ardi dari ruangan nya, Nissa langsung menghela nafasnya untuk menenangkan Hatinya yang entah tidak beraturan setelah memeriksa Ardi yang bersikap berbeda padanya.
'' Apa..., pak Ardi akan ikut Dinas ke luar kota bersama Anggota lain'' Tanya Nissa pada dirinya sendiri.
Bersambung dulu yahhh...
__ADS_1
jangan lupa like dan coment readers😘